Truk Tangki Hantam Rumah

Belum Ada Ganti Rugi, Truk CPO yang Tewaskan 2 Anak di Padang Masih Dibiarkan di Lokasi

Belum adanya kesepakatan ganti rugi antara pihak keluarga korban dan perusahaan pemilik truk menjadi penyebab utama truk masih berada di lokasi kecela

Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto
TRUK HANTAM RUMAH - Kondisi rumah yang ditabrak truk tangki bermuatan CPO di Jalan Raya Padang–Solok, Kelurahan Padang Besi, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat, Rabu (23/4/2025). Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 01.15 WIB. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Truk pengangkut CPO yang menabrak rumah warga hingga menyebabkan dua anak meninggal dunia di Jalan Raya Padang–Solok, Kelurahan Padang Besi, Kota Padang, Sumatera Barat belum dievakuasi.

Belum adanya kesepakatan ganti rugi antara pihak keluarga korban dan perusahaan pemilik truk menjadi salah satu penyebab truk masih berada di lokasi kecelakaan.

Sebelumnya, kecelakaan tragis ini terjadi pada Rabu (23/4/2025) dini hari dan merenggut nyawa dua anak serta menyebabkan dua orang lainnya luka-luka. 

Paman korban sekaligus pemilik rumah, Alfiandri (54), membenarkan bahwa truk tersebut masih berada di lokasi karena belum ada kesepakatan ganti rugi antara pihak keluarga dan perusahaan pemilik truk.

“Selain belum ada kesepakatan soal ganti rugi, kami juga masih dalam suasana berduka. Jadi karena itu truk belum dievakuasi,” kata Alfiandri saat ditemui TribunPadang.com, Kamis (24/4/2025).

Baca juga: Alasan Keluarga Korban Ragukan Rem Blong Penyebab Truk Tabrak Rumah di Padang, Duga Sopir Ketiduran

Ia menyebut pihak perusahaan truk sudah datang menemui keluarga untuk menyampaikan belasungkawa.

Perusahaan juga menyatakan bersedia menanggung seluruh biaya pemakaman serta pengobatan ibu dan kakak korban yang turut menjadi korban dalam insiden tersebut.

“Pihak perusahaan sudah ke sini kemarin, mereka bilang akan tanggung semua keperluan,” katanya.

Sementara itu, muatan CPO dari dalam truk sudah dipindahkan sejak Rabu malam atas permintaan keluarga.

“Kita khawatir kalau minyaknya tumpah ke dalam rumah, jadi kemarin malam langsung disalin oleh pihak perusahaan,” ungkap Alfiandri.

Baca juga: Keluarga Korban Truk CPO Padang Ragukan Rem Blong Jadi Penyebab Kecelakaan

Pantauan TribunPadang.com di lokasi, masih banyak pengendara yang berhenti untuk melihat kondisi rumah yang rusak. Tak sedikit dari mereka yang mengabadikan momen kecelakaan itu dengan ponsel.

Di sekitar truk juga terlihat ceceran minyak CPO yang membuat jalanan licin di sekitar truk.

Sebelumnya diberitakan TribunPadang.com, dua orang dilaporkan meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka setelah sebuah truk tangki bermuatan CPO menabrak sebuah rumah yang berada di Jalan Raya Padang–Solok, Kelurahan Padang Besi, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat, Rabu (23/4/2025) dini hari.

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 01.15 WIB. Truk tangki yang datang dari arah Solok diduga hilang kendali hingga menabrak pembatas jalan, pohon, dan akhirnya menghantam rumah warga.

Alfiandri (54), pemilik rumah yang juga merupakan paman korban, menyebut saat kejadian dirinya tengah duduk sambil minum kopi usai pulang kerja. Ia belum sempat tidur ketika suara dentuman keras terdengar.

Baca juga: Kronologi Truk Rem Blong Tabrak 6 Kendaraan di Silaing Bawah Padang Panjang, 1 Mobil Masuk Jurang

“Saya lagi duduk di ruang tengah, tiba-tiba terdengar dentuman keras. Ternyata mobil sudah menabrak rumah,” kata Alfiandri saat ditemui TribunPadang.com.

Menurutnya, truk tersebut lebih dulu menabrak pembatas jalan dan pohon sebelum akhirnya menghantam rumah yang ditempatinya bersama keluarga.

“Truk itu menabrak dari depan rumah, langsung menghantam ruang tamu sampai menembus kamar,” ujarnya.

Dua korban yang tertidur di dalam kamar menjadi korban tewas akibat insiden ini. Mereka adalah Harpen Masegaf (5) dan adiknya, Kalia Blisa (3).

“Ibu dari korban mengalami luka cukup serius, kakinya patah dan perutnya memar,” tambah Alfiandri.

Ia juga mengungkapkan bahwa proses evakuasi korban berlangsung cukup lama, sekitar dua jam, karena kondisi rumah yang rusak parah menyulitkan akses masuk.

Baca juga: Perjuangan Ati Taek, Sopir Truk Perempuan Penerobos Daerah Terisolasi di Pulau Timor

“Kami sempat kesulitan mengevakuasi, banyak bagian rumah yang tertimpa puing,” katanya.

Terkait penyebab kecelakaan, Alfiandri menduga truk tidak dalam kondisi rem blong.

“Kalau rem blong, seharusnya truk sudah mengalami kecelakaan dari atas. Tapi ini seperti tidak terkendali,” jelasnya.

Pantauan TribunPadang.com di lokasi, rumah korban saat ini dipenuhi pelayat dan warga yang penasaran melihat kondisi bangunan dan mobil. Garis polisi telah dipasang di sekitar lokasi kejadian.

Truk tangki yang menabrak rumah masih berada di tempat, sementara kaca-kaca pecah dan puing-puing terlihat berserakan di jalan sekitar.

Bagian depan rumah, terutama ruang tamu, mengalami kerusakan parah. Beberapa dinding rumah juga tampak retak akibat benturan keras.(*)

Sumber: Tribun Padang
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved