Paus Fransiskus Meninggal
Daftar Rangkaian Prosesi Pemakaman Paus Fransiskus hingga Pemilihan Paus Baru
Berikut ini rangkuman jadwal prosesi pemakaman Paus Fransiskus hingga nanti saatnya pemilihan pemimpin Gereja Katolik yang baru.
Penulis: Noviana | Editor: Primaresti
TRIBUNPADANG.COM - Pimpinan tertinggi Gereja Katolik, Paus Fransiskus meninggal dunia di usia 88 tahun pada Senin (21/4/2025) pagi, sehari setelah paskah.
Paus Fransiskus meninggal setelah kesehatannya memburuk karena telah menderita beberapa komplikasi penyakit.
Kini, umat Katolik memasuki masa Sede Vacante atau "Tahta Kosong", lantaran belum adanya Paus baru untuk menggantikan sang Bapa Suci.
Sesuai tradisi, akan ada beberapa prosesi yang dilakukan setelah seorang Paus wafat, yang termasuk dalam “Papal Interregnum”. Yakni, periode antara wafatnya seorang paus dan pemilihan paus lainnya.
Dilansir TribunPadang.com dari pernyataan KBRI Vatikan, “Papal Interregnum” kali ini dimulai ketika Fransiskus meninggal pada hari Senin, hingga nanti seorang paus baru terpilih.
Di masa itulah, para kardinal kini harus memutuskan kapan tepatnya pemakaman dapat dilaksanakan, dan setelah itu, kapan pemilihan tertutup atau konklaf dapat dimulai.
Berikut ini rangkuman jadwal prosesi pemakaman Paus Fransiskus hingga nanti saatnya pemilihan pemimpin Gereja Katolik yang baru.
Baca juga: Sinopsis Film Conclave, Ramai Disorot usai Paus Fransiskus Wafat, Kisah Intrik Pemilihan Paus Baru
Senin 21 April 2025, Paus Fransiskus Wafat
Paus Fransiskus lahir dengan nama Jorge Mario Bergoglio pada tanggal 17 Desember 1936 di Buenos Aires, Argentina.
Ia kemudian memilih Fransiskus sebagai namanya untuk menghormati Santo Fransiskus dari Assisi.
Fransiskus dilantik sebagai paus pada tanggal 13 Maret 2013, menjadi pemimpin 1,4 miliar umat Katolik Roma di dunia setelah pendahulunya, Benediktus XVI, menjadi paus pertama yang mengundurkan diri dalam 600 tahun.
Paus Fransiskus sempat dirawat di Rumah Sakit Poliklinik Agostino Gemelli, Roma sejak pada hari Jumat, 14 Februari 2025, dan keluar 38 hari kemudian.
Ketika itu, dokter mengatakan Paus Fransiskus menderita pneumonia bilateral.
Kemudian, tanggal 18 Februari 2025 dokter mengatakan, kondisi Paus berangsur-angsur memburuk.
Paus Fransiskus meninggal dunia di kediamannya, Casa Santa Marta, Vatikan Senin (21/4/2025), pada pukul 7.35 waktu setempat.
Sehari setelah menghadiri perayaan Paskah di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Minggu (20/4/2025).
Baca juga: Paus Fransiskus Meninggal Dunia Sehari setelah Paskah, Pesan Terakhir Desak Gencatan Senjata di Gaza
Senin 21 April 2025, Pengumuman Kematian
Dilansir NEWT, Camerlengo dan beberapa pejabat gereja serta petugas medis akan dipanggil untuk mengonfirmasi kematian Paus.
Kemudian, surat keterangan kematian resmi dibuat dan disahkan.
Para Kardinal lantas mengatur penghancuran cincin milik Paus, dan segel timah yang digunakan untuk menerbitkan Surat Apostolik.
Jenazah Paus kemudian ditempatkan langsung di dalam peti jenazah.
Camerlengo kemudian menyegel kamar tidur dan ruang belajar Paus.
Setelah memastikan bahwa Paus telah meninggal, Camerlengo memberi tahu Imam Besar Basilika Vatikan, dan Kardinal Vikaris Keuskupan Roma, yang akan meneruskan berita ini ke publik dan internal gereja.
Kemudian, semua kardinal Kuria Roma dan Kardinal Secretary of State (biasanya diartikan Perdana Menteri), berhenti dari jabatan mereka.
Terkecuali beberapa pejabat yang diperlukan untuk kelancaran operasional di Vatikan.
Seperti Camerlengo (secara bebas bisa diartikan: pejabat penyelenggara negara), yang sekarang dijabat Kardinal Kevin Joseph Farrell, Penitensiaria Utama, Kardinal Vikaris Keuskupan Roma dan Kota Vatikan, dan Dekan Dewan Kardinal.
Baca juga: Profil Kardinal Peter Turkson, Kandidat Pengganti Paus Fransiskus, Jadi Paus Kulit Hitam Pertama?
Rabu 23 April 2025, Jasad Paus Fransiskus Dipindah
Setelah wafat, jenazah Paus dipersiapkan dengan baik dan ditempatkan dalam peti mati kayu.
Jenazah disemayamkan di Casa Santa Marta untuk menerima kunjungan internal dari Rumah Tangga Kepausan dan para Kardinal.
Kemudian pada Rabu (23/4/2025), jenazah Paus Fransiskus akan dibawa ke Basilika Patriarkat Vatikan, St. Petrus, untuk disemayamkan dengan peti terbuka. Misa Kudus akan diadakan setiap hari.
Dalam proses ini, publik dapat memberikan penghormatan terakhir kepada Paus sebelum pemakaman akan dilakukan.
Jenazah disemayamkan di dalam peti mati kayu sederhana yang dilapisi seng, bukan di atas usungan jenazah yang ditinggikan, seperti yang dilakukan sebelumnya.
Di akhir masa berkabung, akan diadakan misa pemakaman besar di Basilika Santo Petrus.
Secara historis, ini adalah acara besar, dengan para pejabat tinggi dari seluruh dunia yang diharapkan hadir.
Baca juga: Paus Fransiskus Wafat, Berikut 5 Calon Penggantinya, Ada Kardinal dari Filipina hingga Ghana Afrika
Sabtu 26 April 2025, Pemakaman Paus Fransiskus
Misa pemakaman Paus Fransiskus, yang disebut "Missa poenitentialis," akan diadakan di Lapangan Santo Petrus pada pukul 10 pagi waktu setempat pada Sabtu (26/4/2025).
Pemakaman tersebut akan menandai hari pertama "Novendiales", sembilan hari berkabung berturut-turut untuk Paus.
Novendiales berlangsung dari hari pemakaman, Sabtu (26/4/2025) hingga Minggu (4/5/2025).
Seusai surat wasiatnya, Paus Fransiskus akan dimakamkan di luar Vatikan, yakni di Basilika Santa Maria Maggiore, Roma.
Dilansir CBSNEWS, kebanyakan paus dimakamkan di gua-gua di bawah Basilika Santo Petrus yang megah.
Namun, sesuai dengan keinginan Paus Fransiskus, jasadnya akan dikuburkan di basilika yang lebih kecil, yang berjarak sekitar empat mil, di luar tembok Vatikan.
Sehingga, kemungkinan akan ada prosesi iring-iringan jenazah dari Vatikan ke Roma menuju Basilika Santa Maria Maggiore.
Setelah beberapa doa penutup dan percikan air suci, peti jenazah akan ditempatkan di lokasi terakhirnya di dalam gereja.
Baru kemudian area tersebut akan dibuka untuk umum untuk doa dan penghormatan.
Diketahui, Paus Fransiskus sering berdoa di Basilika Santa Maria Maggiore, sebelum dan sesudah perjalanan internasional selama 12 tahun masa kepausannya.
Tampaknya tepat bahwa, di akhir perjalanan hidupnya, Paus Fransiskus akan melakukan satu perjalanan terakhir ke gereja yang sangat dicintainya untuk dimakamkan selamanya.
Baca juga: Profil Kardinal Luis Antonio Tagle, Calon Pengganti Paus Fransiskus, Digadang Jadi Paus Asia Pertama
Persiapan Konklaf
Persiapan pemilihan tertutup paus baru dimulai sehari setelah kematian paus, atau pada Selasa (22/4/2025) hingga tiba saatnya konklaf dilaksanakan.
Dewan Kardinal menjadi badan yang bertanggung jawab untuk memilih Paus, mengikuti tradisi milenial yang diabadikan dalam norma-norma kanonik yang tepat.
Pada tanggal 21 April 2025, Dewan Kardinal tercatat beranggotakan 135 Kardinal Elektor, 108 di antaranya ditunjuk oleh Paus Fransiskus, dan 117 non-elektor.
Mereka yang telah berusia 80 tahun pada hari dimulainya Sede Vacante, tidak termasuk dalam daftar.
Namun, para Kardinal yang berusia di atas 80 tahun masih dapat berpartisipasi dalam pertemuan persiapan (Kongregasi Umum sebelum pemilihan).
Untuk memilih Paus baru secara sah, diperlukan mayoritas dua pertiga dari para elektor yang hadir.
Jika jumlah total elektor tidak habis dibagi tiga, diperlukan suara tambahan.
Konklaf
Antara 15 dan 20 hari setelah wafatnya Paus, para Kardinal Elektor akan berkumpul di Vatikan dan mengisolasi diri dari dunia luar di balik pintu Kapel Sistina untuk konklaf kepausan, proses yang telah berlangsung berabad-abad untuk memilih paus berikutnya.
Para kardinal akan memberikan suara secara rahasia, untuk menentukan pilihan mereka untuk memimpin gereja, mengulangi proses tersebut hingga seorang kandidat muncul dengan mayoritas dua pertiga plus satu.
Kertas surat suara dibakar setelah setiap putaran pemungutan suara, sehingga menimbulkan asap hitam untuk menandakan belum ada pilihan yang diambil, dan akhirnya asap putih untuk menunjukkan bahwa seorang paus baru telah dipilih.
Setelah selesai memilih kandidat, Dekan Kolese, atas nama semua elektor, meminta persetujuan kandidat terpilih dengan kata-kata berikut: "Apakah Anda menerima pemilihan kanonik Anda sebagai Paus Tertinggi?"
Setelah menerima persetujuan, ia kemudian bertanya: "Anda ingin dipanggil dengan nama apa?"
Fungsi notaris, dengan dua Pejabat Seremonial sebagai saksi, dilakukan oleh Master Perayaan Liturgi Kepausan, yang menyusun dokumen penerimaan dan mencatat nama yang dipilih.
Setelah disahkan, kandidat terpilih memperoleh otoritas penuh dan tertinggi atas Gereja universal. Konklaf segera berakhir pada titik ini.
Kardinal Proto-Diakon kemudian mengumumkan kepada umat beriman pemilihan dan nama Paus baru dengan kalimat terkenal: “Annuntio vobis gaudium magnum; Habemus Papam.”
Segera setelah itu, Paus baru memberikan Berkat Apostolik Urbi et Orbi dari Loggia Basilika Santo Petrus.
(TribunPadang.com/ Via)
| Jadwal Pemakaman Paus Fransiskus Hari Ini Sabtu 26 April 2025, Dihadiri Donald Trump hingga Jokowi |
|
|---|
| Dimakamkan Hari Ini, Mengapa Jasad Paus Fransiskus Disegel dengan Lembaran Seng? |
|
|---|
| Profil Kardinal Luis Antonio Tagle, Calon Pengganti Paus Fransiskus, Digadang Jadi Paus Asia Pertama |
|
|---|
| Profil Kardinal Peter Turkson, Kandidat Pengganti Paus Fransiskus, Jadi Paus Kulit Hitam Pertama? |
|
|---|
| Paus Fransiskus Wafat, Berikut 5 Calon Penggantinya, Ada Kardinal dari Filipina hingga Ghana Afrika |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Jenazah-Paus-Fransiskus-disemayamkan-dalam-dalam-peti-jenazah-terbuka.jpg)