Paus Fransiskus Meninggal

Profil Kardinal Peter Turkson, Kandidat Pengganti Paus Fransiskus, Jadi Paus Kulit Hitam Pertama?

Kardinal Peter Turkson asal Ghana menjadi kandidat kuat pengganti Paus Fransiskus, digadang jadi Paus kulit hitam pertama setelah beberapa dekade.

Tayang:
Penulis: Noviana | Editor: Primaresti
YouTube University of San Diego
KANDIDAT PENGGANTI PAUS FRANSISKUS - Kardinal Peter Turkson dari Ghana saat menjadi pembicara di Universitas San Diego, 2 November 2017. Kardinal Peter Turkson menjadi kandidat kuat pengganti Paus Fransiskus. 

TRIBUNPADANG.COM - Paus Fransiskus, pemimpin Gereja Katolik Roma ke-266, meninggal dunia di kediamannya, Casa Santa Marta, Vatikan, pada hari Senin (21/4/2025) pagi.

Bapa Suci berpulang di usia 88 tahun, lebih dari 12 tahun setelah ia memulai kepemimpinannya yang bersejarah.

Saat Gereja dan dunia berduka, perhatian sudah beralih kepada siapa yang akan menggantikannya.

PAUS FRANSISKUS MENINGGAL - Potret Paus Fransiskus saat menghadiri acara penyambutannya di Istana Kepresidenan Jakarta, di tengah kunjungan ke Indonesia, pada 4 September 2024.
PAUS FRANSISKUS MENINGGAL - Potret Paus Fransiskus saat menghadiri acara penyambutannya di Istana Kepresidenan Jakarta, di tengah kunjungan ke Indonesia, pada 4 September 2024. (YouTube Sekretariat Presiden)

Sebuah konklaf, pertemuan formal para kardinal untuk memilih paus berikutnya, diperkirakan akan berlangsung dalam dua hingga tiga minggu ke depan.

Dilansir TribunPadang.com dari punchng.com, salah satu nama yang menjadi perbincangan adalah Peter Turkson, 76 tahun, dari Ghana.

Jika terpilih, ia akan menjadi paus kulit hitam pertama dalam beberapa abad, sebuah momen bersejarah bagi Gereja.

Sebagai informasi, orang berkulit hitam pertama yang diketahui menjadi paus adalah Paus Victor I, memimpin dari tahun 189 Masehi hingga 199 Masehi.

Baca juga: Paus Fransiskus Wafat, Berikut 5 Calon Penggantinya, Ada Kardinal dari Filipina hingga Ghana Afrika

Profil Peter Turkson

Lahir dengan nama Peter Kodwo Appiah Turkson, Kardinal Peter Turkson dari Ghana dianggap sebagai salah satu pemimpin gereja paling bersemangat dan dihormati secara internasional di Afrika.

Mantan Uskup Agung Cape Coast yang berusia 76 tahun itu diangkat menjadi kardinal oleh Paus Yohanes Paulus II pada tahun 2003 dan memainkan peran penting di bawah Paus Fransiskus sebagai kepala Dewan Kepausan untuk Keadilan dan Perdamaian.

Peter Turkson dikenal luas di kalangan keadilan sosial gereja sebagai advokat perubahan iklim, kemiskinan, dan keadilan ekonomi, dan dikirim oleh Paus Fransiskus sebagai utusan perdamaian ke Sudan Selatan.

KANDIDAT PENGGANTI PAUS FRANSISKUS - Kardinal Peter Turkson dari Ghana saat menyampaikan pidato di Hari Orang Sakit Sedunia ke-27pada 11 Februari 2019 lalu.
KANDIDAT PENGGANTI PAUS FRANSISKUS - Kardinal Peter Turkson dari Ghana saat menyampaikan pidato di Hari Orang Sakit Sedunia ke-27pada 11 Februari 2019 lalu. (YouTube Vatican News)

Menurut ET Now, ia merupakan tokoh utama dalam konklaf tahun 2013 yang memilih Paus Fransiskus dan masih merupakan suara moderat yang dihormati di dalam Gereja.

Berasal dari keluarga dengan sepuluh anak di Ghana Barat, Peter Turkson memulai pendidikan seminari di New York dan juga Ghana.

Ia melanjutkan studinya di Institut Alkitab Kepausan di Roma setelah ditahbiskan pada tahun 1975, dan memperoleh gelar sarjana dan doktor dalam studi kitab suci.

Baca juga: Paus Fransiskus Meninggal Dunia Sehari setelah Paskah, Pesan Terakhir Desak Gencatan Senjata di Gaza

Bisa berbahasa Jerman, Prancis, Italia, dan Inggris, ia terkenal karena kedalaman intelektualnya dan sudut pandangnya yang mendunia.

Paus Yohanes Paulus II mengangkatnya sebagai Uskup Agung Cape Coast, Ghana, pada tahun 1992; Ia menjadi kardinal pada tahun 2003.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved