Adat Minangkabau

Catatan Sumbang Duo Baleh: Pedoman Etika Perempuan Minangkabau

dalam kehidupan masyarakat Minangkabau, adat bukan sekadar warisan nenek moyang, tapi juga menjadi pedoman hidup sehari-hari. Salah satu konsep

|
Editor: Emil Mahmud
Dkumen Pribadi/Wahyu Saptio A
PAKAIAN ADAT PENGANTIN - Potret pasangan pengantin dengan busana baju Koto Gadang, dengan pakaian wanita yang menutup aurat yang dinamakan dengan baju kuruang. 

Perempuan Minang dilarang berbicara sembarangan. Tidak boleh memotong pembicaraan, mengangkat suara terlalu tinggi, atau berkata kasar.

Berbicara dengan tutur kata yang halus, jelas, dan santun adalah cerminan dari kepribadian yang luhur.
Dalam adat Minang, ucapan adalah doa.

Oleh karena itu, perempuan diajarkan untuk menjaga lidahnya agar tidak melukai atau mempermalukan orang lain. Kemampuan berbicara dengan baik juga menunjukkan kecerdasan emosional dan kedewasaan.

5. Sumbang Mancaliak (Memandang Tidak Pantas)

Tatapan mata adalah jendela hati. Perempuan dilarang menatap laki-laki secara langsung dan berlama-lama, karena dianggap sebagai bentuk sikap yang kurang sopan.

Perempuan Minang diajarkan untuk menjaga pandangan, sebagai simbol menjaga kehormatan diri. Memandang orang dengan cara yang sopan menunjukkan bahwa seseorang paham etika sosial.

Sebaliknya, tatapan yang tajam atau berlebihan bisa menimbulkan salah paham dan merusak citra diri.

 

6. Sumbang Makan (Cara Makan yang Tidak Beradab)

Perempuan tidak boleh makan dengan suara berisik, makan sambil berdiri, atau berbicara saat mulut penuh makanan. Cara makan yang baik menunjukkan kepribadian yang terdidik dan terjaga. Juga tidak boleh makan Bacapak atau makan dengan mengeluarkan bunyi dari mulut saat mengunyah makanan.

Dalam acara adat maupun makan bersama keluarga, sikap makan yang rapi dan sopan menunjukkan penghargaan terhadap makanan, tuan rumah, dan orang-orang di sekitarnya.

7. Sumbang Bapakaian (Berpakaian Tidak Sopan)

Pakaian adalah identitas. Perempuan Minang harus berpakaian dengan sopan, menutup aurat, dan tidak mengenakan pakaian yang terlalu ketat atau terbuka. Berpakaian sesuai norma adalah bagian dari menjaga marwah keluarga. Dalam adat, pakaian tidak hanya soal gaya, tapi juga menyampaikan pesan moral. Pakaian yang layak menunjukkan rasa hormat terhadap diri sendiri dan masyarakat sekitar.

 

8. Sumbang Karajo (Melakukan Pekerjaan yang Tidak Patut)

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved