Harga Bawang

Harga Bawang Merah Alahan Panjang Solok Sentuh Rp40 Ribu/Kg, Petani Hadapi Cuaca Tak Menentu

Harga bawang merah di Alahan Panjang naik tajam hingga Rp40 ribu per kilogram.

Tayang:
Penulis: Ghaffar Ramdi | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Ghaffar Ramdi
BAWANG ALAHAN PANJANG - Bawang merah di Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Saat ini harga bawang merah mencapai harga Rp40 per kilogram dengan kualitas paling bagus. 

TRIBUNPADANG.COM, SOLOK – Harga bawang merah di Alahan Panjang naik tajam hingga Rp40 ribu per kilogram.

Kenaikan harga terjadi sejak sepekan terakhir di Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Seperti diketahui, Nagari Alahan Panjang merupakan salah satu daerah penghasil dan pemasok bawang merah di Sumatera Barat.

Pantauan TribunPadang.com pada Senin (14/4/2025), kondisi bawang merah di lahan pertanian milik warga Alahan Panjang yang akan memasuki masa panen tidak banyak.

Kebanyakan tanaman bawang merah berada pada umur pertengahan jelang masa panen datang.

Baca juga: Wanita Joget Seksi Saat Pesta Pernikahan di Padang, Camat Lubeg Telusuri Koordinasi dengan Polisi

Biasanya umur tanaman bawang merah di Kecamatan Lembah Gumanti rata-rata 0 sampai 75 hari sampai panen.

Sebelumnya, harga bawang merah di Alahan Panjang hanya berkisar Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram.

Namun sejak beberapa hari belakangan harganya naik menjadi Rp40 ribu per kilogram untuk kualitas paling bagus.

Saat ditemui TribunPadang.com, seorang pengepul bawang merah, Mardi menyebutkan harga bawang merah naik karena stok dari petani tidak banyak saat ini.

“Saat ini petani yang panen bawang merah tidak terlalu banyak, sedangkan permintaan dari kota-kota besar terus meningkat,” katanya, Senin (14/4/2024).

Baca juga: Wawako Padang Hadiri Halalbihalal PERDAMI Sumbar, Bahas Sinergi Kesehatan

Mardi memperkirakan harga bawang merah akan terus mahal sampai beberapa pekan ke depan.

“Harganya akan terus seperti ini karena kita juga susah payah dapat bawang merah dari petani langsung,” ujar Tauhid.

Mardi mengungkapkan, faktor lain yang membuat harga bawang merah mahal karena cuaca yang kurang bersahabat.

“Banyak petani yang gagal panen, adapun yang panen namun tidak maksimal sehingga mereka menggantinya dengan tanaman lain seperti tomat, kol dan daun bawang,” tutur Mardi.

Kemudian, pengakuan seorang petani bawang merah di Alahan Panjang, Alif mengatakan bahwa naiknya harga bawang merah adalah berkah bagi dirinya petani.

Baca juga: Apel Gabungan, Bupati Khairunas Pantau Kinerja ASN Solok Selatan Usai Libur Lebaran

"Sudah lama harga bawang merah di sini di harga saat ini, kalau seperti ini kami petani bisa mendapatkan keuntungan dari bertani bawang merah," katanya.

Alif menyebut, saat ini perawatan tanaman bawang merah cukup sulit dan harga spesifikasi serta pupuknya mahal-mahal.

“Jadi kalau harga jual seperti sekarang kami petani baru bisa untung ketika menjual ke pasar karena harga jual bersahabat,” sebut Alif.

Kemudian, petani lain Qabil menyampaikan hal yang sama bahwa dirinya senang mendengar harga bawang merah naik sejak pertengahan lebaran.

"Kebetulan hari ini saya baru panen jadi pas nanti ketika dijual. Semoga harganya masih sama dengan harga jual saat ini," kata Qabil.

Baca juga: Satresnarkoba Polres Solok Tangkap Pemuda Hendak Ambil Sabu Dekat ATM Lubuk Sikarah

Qabil menyebut, saat ini karena cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan tersendiri ketika menanam bawang merah.

"Perawatan bawang merah sekarang ekstra karena cuaca yang tidak bisa diprediksi dan harga pestisidanya mahal-mahal. Jadi kalau harganya mahal jadi kabar bahagia bagi kami petani," pungkas Qabil.(*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved