Harga Kelapa

Meski Harga Kelapa Meroket, Permintaan Masyarakat Tetap Tinggi di Kota Padang Sumbar

Walaupun harga kelapa sedang tinggi, pedagang sebut permintaan masyarakat masih tinggi seperti pada hari biasanya di Kota Padang, Provinsi Sumatera ..

Penulis: Rezi Azwar | Editor: Fuadi Zikri
Foto: Rezi Azwar/tribunpadang.com
AHA SANTAN KELAPA: Kedai santan kelapa di Jalan Simpang Kalumpang Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, Sabtu (12/4/2025). Walaupun harga kelapa naik, permintaan masyarakat tetap tinggi. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Walaupun harga kelapa sedang tinggi, pedagang sebut permintaan masyarakat masih tinggi seperti pada hari biasanya di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu (12/4/2025).

Sebuah pengusaha santan kelapa menjual kelapa tua untuk dijadikan santan dengan harga Rp10 ribu rupiah di Jalan Simpang Kalumpang Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

Pengusaha santan kelapa ini setiap hari membuka kedainya walaupun harga kelapa masih tinggi, tepatnya di Jalan Raya Kampung Jambak, Kecamatan Koto Tangah, Padang.

Dimana, warung ini menyediakan santan murni, santan biasa, kelapa bulat, dan kelapa parut untuk masyarakat.

"Untuk harga kelapa per bijinya dijual dengan harga Rp10 ribu rupiah, sedangkan untuk santan per kilogram Rp17 ribu rupiah," kata Beni (25).

Ia menyebutkan, sebagian pedagang ada yang telah menjual kelapa per butirnya dengan harga Rp11 ribu rupiah.

Namun, dirinya tetap menjual dengan harga Rp10 ribu, karena sudah banyak memiliki pelanggan.

Baca juga: Wali Kota Padang Fadly Amran Serahkan Langsung Dana Operasional Tahun 2025 di Tiga Kecamatan

Selain itu, dirinya juga mengisi beberapa tempat usaha rumah makan dalam menyiapkan bahan berupa santan setiap harinya.

Oleh karena itu, Beni sejak subuh sudah memulai bekerja untuk membuat santan kelapa dengan mesin peras yang memudahkan pekerjaannya.

"Untuk kenaikan harga kelapa ini sudah terjadi sejak sebelum masuknya bulan suci Ramadhan. Informasinya, akibat kelapa banyak di impor keluar," kata Beni.

Beni sebagai pedagang santan kelapa merasa kesulitan untuk mendapatkan kelapa tua untuk dijadikan santan.

"Biasanya mengambil kelapa dari Pariaman. Dalam satu hari bisa menjual 100 butir lebih kelapa," katanya.

Beni menyebutkan, sejak adanya kenaikan harga kelapa dan permintaan tetap sama dari masyarakat, atau tetap tinggi

Sumber: Tribun Padang
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved