Produksi Padi Sumbar 2024 Turun 8,5 Persen, BPS Catat 1,3 Juta Ton GKG

BPS Sumatera Barat (Sumbar) mencatat produksi padi sepanjang 2024 hanya 1,3 juta ton gabah kering giling (GKG). Angka ini turun 8,5 persen dari tahun

Tayang:
Penulis: Rima Kurniati | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com
PRODUKSI PADI SUMBAR - Pekerja saat merontokkan padi saat panen di Kabupaten Solok, Minggu (9/7/2023). BPS Sumatera Barat (Sumbar) mencatat produksi padi sepanjang 2024 hanya 1,3 juta ton gabah kering giling (GKG). Angka ini turun 8,5 persen dari tahun sebelumnya. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG -Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat produksi padi sepanjang 2024 hanya 1,3 juta ton gabah kering giling (GKG). Angka ini turun 8,5 persen dari tahun sebelumnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, Sugeng Ariyanto, menyebutkan produksi padi 2024 berkurang 126.001 ton dibandingkan 2023 yang mencapai 1.482.469 ton GKG.

"Berkurang 8,50 persen dibandingkan produksi padi di 2023," kata Sugeng Ariyanto, Rabu (5/3/2025).

Sugeng menjelaskan produksi padi diperoleh dari hasil perkalian antara luas panen (bersih) dengan produktivitas. Luas panen tanaman padi di lahan sawah juga dikoreksi dengan besaran konversi galengan. 

Sementara itu, untuk luas panen tanaman padi di lahan bukan sawah, luas galengan dianggap tidak ada (tidak dikoreksi dengan besaran konversi galengan).

Baca juga: BREAKING NEWS: Marapi Erupsi Lagi Pagi Ini, Abu Vulkanik Tak Terlihat, Warga Waspada

Menurutnya, Produksi padi tertinggi pada 2024 terjadi pada September, yaitu sebesar 167.468 ton GKG. Sementara produksi terendah terjadi pada Agustus sekitar 57.011 ton GKG.

"Jika perkembangan produksi padi selama tahun 2024 dilihat menurut Subround, terjadi penurunan produksi padi setiap Subround," kata Sugeng.

Ia menjelaskan jika dibandingkan dengan periode yang sama dengan 2023, pada Subround Januari−April 2024 terjadi penurunan produksi sebesar 91.184 ton GKG (16,64 persen), Mei-Agustus 2024 sebesar 28.661 ton GKG (6,58 persen), dan September−Desember 2024 sebesar 6.155 ton GKG (1,23 persen).

"Penurunan produksi padi tersebut disebabkan karena adanya penurunan luas panen padi pada Subround Januari−April 2024 dan September-Desember 2024 masing-masing sebesar 6.258 hektare (5,77 persen) dan 1.992 hektare (1,94 persen) jika dibandingkan periode yang sama pada 2023," kata Sugeng.

Ia merincikan penurunan produksi padi pada 2024 terjadi di beberapa wilayah potensi penghasil padi seperti Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, dan Kabupaten Tanah Datar.

Baca juga: Pemkab dan OPD Solok Selatan Terima Sederet Penghargaan dari Kemenkumham hingga BPS

Di sisi lain, terdapat beberapa kabupaten/kota yang mengalami kenaikan produksi padi, yaitu Kabupaten Dharmasraya dan Kota Bukittinggi. 

Tiga kabupaten/kota dengan total produksi padi (GKG) tertinggi pada 2024 adalah Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, dan Kabupaten Tanah Datar.

Sementara itu, tiga kabupaten/kota dengan produksi padi terendah yaitu Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, dan Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Sementara itu, potensi produksi padi sepanjang Februari hingga April 2025 mencapai 428.098 ton GKG.

Dengan demikian, total potensi produksi padi pada Subround Januari−April 2025 diperkirakan mencapai 568.578 ton GKG, atau mengalami peningkatan sekitar 111.624 ton GKG (24,43 persen) dibandingkan 2024 yang sebesar 456.954 ton GKG. (*)

 

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved