Uang Dollar Palsu

Kapolda Sumbar Tegaskan Kasus Uang Dollar di BIM Terkait Penipuan, Bukan Pilkada

Kapolda Sumatera Barat (Sumbar) Irjen Pol Suharyono mengungkapkan bahwa penemuan pecahan uang dolar Amerika dalam jumlah besar adalah penipuan

Tayang:
Penulis: Rezi Azwar | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Rezi Azwar
Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Suharyono, Selasa (31/12/2024). 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Kapolda Sumatera Barat (Sumbar) Irjen Pol Suharyono mengungkapkan bahwa penemuan pecahan uang dolar Amerika dalam jumlah besar di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) adalah tindak pidana penipuan, Rabu (1/1/2025).

Sebelumnya, Polres Padang Pariaman mengamankan pecahan uang dolar dalam jumlah besar di BIM pada Rabu (16/10/2024).

"Masalah dolar ini, apakah ada kaitannya dengan Pilkada, jelas tidak ada," kata Kapolda Sumbar, Irjen Pol Suharyono.

Ia menduga, hal itu memang diisukan menjelang adanya pelaksanaan Pilkada bahwa adanya peredaran uang asli maupun palsu menjelang Pilkada atau Pilpres.

"Itu selalu ada isu yang dimunculkan diduga untuk kepentingan atau pendanaan Pilkada," ujarnya.

Baca juga: Kasus Besar Polda Sumbar Sepanjang 2024, Mulai Demo Sawit hingga Polisi Rampok ATM

Kata dia, bisa dipastikan sejak peristiwa terjadi sampai saat ini, belum ada hal-hal yang mampu membuktikan secara akurat atau realitasnya berkaitan dengan kepentingan Pilkada.

"Saat ini memang sudah ada memang orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, yaitu orang Indonesia. Secara teknis dan detail, datanya ada dengan Kapolres Padang Pariaman," sebutnya.

Irjen Pol Suharyono menyebutkan bahwa terkait penemuan uang dolar tersebut adalah penipuan. Dimana  di bagian atasnya memang uang dolar asli, dan di bagian bawahnya adalah uang dolar palsu.

Dilaporkan sebelumnya, polisi mengungkap penemuan pecahan uang dollar Amerika dalam jumlah besar di BIM, Kabupaten Padang Pariaman. 

Kapolda Sumbar, Irjen Pol Suharyono, mengungkapkan bahwa uang tersebut diduga palsu dan akan diperiksa lebih lanjut untuk memastikan keasliannya.

Hal itu disampaikan usai Polres Padang Pariaman mengamankan uang pecahan dolar Amerika dalam jumlah besar di BIM pada, Rabu (16/10/2024).

"Itu dalam pendalaman ya," kata Irjen Pol Suharyono di Padang, Kamis (17/10/2024).

Ia menyebutkan, sedang mengupayakan yang diduga dolar palsu itu untuk dikirimkan ke pusat.

Baca juga: Perubahan Apa yang Bapak/Ibu Rasa akan Paling Signifikan dalam Pembelajaran Intrakurikuler?

"Karena di Bank Indonesia (BI) Sumatera Barat tidak ada untuk melacak itu, sehingga kita tetap dari pusat melalui kedutaan, apakah uang dolar asli atau palsu," ujarnya.

Saat ini, itu masih semacam kertas dan belum dapat dipastikan keasliannya. Untuk memastikan itu, harus ada ahlinya. Oleh karena itu, Irjen Pol Suharyono meminta untuk bersabar.

"Karena kemarin laporan dari Kapolres Padang Pariaman kepada saya, masih dalam proses pengajuan itu untuk mendeteksi keakuratan apakah asli atau palsu melalui kedutaan terkait di Jakarta," sebutnya.

Selanjutnya, uang dolar yang telah diamankan akan dibawa ke percetakannya langsung untuk mengetahui apakah asli atau palsu.

Disebutkannya, terkait uang dolar tersebut ada keterlibatan WNI dan WNA. Satu orang yang diduga membawa uang tersebut diduga menjadi tersangka, dan satunya masih saksi.

Baca juga: Bagaimana Perasaan Anda setelah Mengetahui Prinsip dan Karakteristik Kurikulum Merdeka?

Pihaknya nantinya akan berkoordinasi dengan kedutaan besar di Jakarta, perbankan yang ada di Indonesia dan yang di luar negeri, serta dengan Imigrasi.

Indikasi awal masih dalam lidik untuk memastikan asli atau palsunya yang diduga uang dolar tersebut. "Oknum yang membawa dolar ini tidak masuk akal, menukar uang dolar dengan nilai Rp 25 miliar dengan uang Rp 1,5 miliar rupiah," katanya.

Pihaknya akan mendalami terkait pecahan uang dolar dalam jumlah banyak ini. Saat ini pihaknya memberikan keterangan perkembangan agar masyarakat tidak bertanya-tanya.

"Saat ini kami masih tetap menyelidiki, dan tetap menyidik kalau ada indikasi kejahatannya. Kalau nanti ternyata asli, berarti bukan ada uang dolar palsu, tetapi peredaran uang gelap. Dari mana, untuk siapa, dan dikemanakan," pungkasnya. (TribunPadang.com/Rezi Azwar)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved