Aset Perbankan di Sumbar Tumbuh 5,56 Persen, Capai Rp83,41 Triliun
OJK Provinsi Sumatera Barat menilai kondisi sektor jasa keuangan di Sumatera Barat posisi September 2024 tumbuh positif dengan tingkat risiko
Penulis: Rima Kurniati | Editor: Rahmadi
TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Barat menilai kondisi sektor jasa keuangan di Sumatera Barat posisi September 2024 tumbuh positif dengan tingkat risiko yang masih terjaga.
Kinerja sektor jasa keuangan tersebut telah turut mendukung pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Barat yang menunjukkan kinerja positif, tercermin dari pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Triwulan III-2024 (yoy) tercatat sebesar 4,33 persen.
Kepala OJK Provinsi Sumbar Roni Nazra mengatakan pada posisi September 2024, total aset perbankan adalah sebesar Rp83,41 triliun atau tumbuh sebesar 5,56 persen dari posisi yang sama pada tahun sebelumnya (yoy)
Sementara, total penyaluran kredit/pembiayaan sebesar Rp72,95 triliun atau tumbuh 7,00 persen (yoy).
Sementara itu, total penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) adalah sebesar Rp56,61 triliun atau hanya tumbuh sebesar 5,52 persen (yoy).
Baca juga: Libur Nataru, Jalan Tol Padang-Sicincin Direncanakan Buka dengan Sistem Satu Arah
"Risiko kredit masih terjaga dengan rasio NPL 2,35 persen, atau naik dibandingkan posisi yang sama pada tahun sebelumnya," kata Roni, Jumat (13/12/2024).
Roni menambahkan penyaluran kredit untuk pelaku UMKM mencapai Rp31,68 triliun, tumbuh sebesar 3,88 persen (yoy).
Penyaluran kredit kepada pelaku UMKM ini mencapai 43,43 persen dari total kredit perbankan di Sumatera Barat.
Selain itu, pada posisi September 2024, total aset perbankan adalah sebesar Rp83,41 triliun atau tumbuh sebesar 5,56 persen dari posisi yang sama pada tahun sebelumnya (yoy), total penyaluran kredit/pembiayaan sebesar Rp72,95 triliun atau tumbuh 7,00 persen (yoy).
Sementara itu, total penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) adalah sebesar Rp56,61 triliun atau hanya tumbuh sebesar 5,52 persen (yoy).
Baca juga: Tingkatkan Literasi Keuangan, OJK Sumbar Gelar Media Gathering di Bandung
Risiko kredit masih terjaga dengan rasio NPL 2,35 persen, atau naik dibandingkan posisi yang sama pada tahun sebelumnya.
"Penyaluran kredit untuk pelaku UMKM mencapai Rp31,68 triliun, tumbuh sebesar 3,88 persen (yoy)," kata Roni.
Selai itu, penyaluran kredit kepada pelaku UMKM ini mencapai 43,43 persen dari total kredit perbankan di Sumatera Barat.
Ia menambahkan untuk perbankan syariah pada posisi September 2024, total aset adalah sebesar Rp56,61 triliun, atau tumbuh sebesar 16,89 persen dari posisi yang sama pada tahun sebelumnya (yoy).
Total penghimpunan DPK adalah sebesar Rp10,62 triliun atau tumbuh sebesar 11,87 persen (yoy), dan total penyaluran pembiayaan adalah sebesar Rp10,06 triliun atau tumbuh 20,31 persen (yoy).
Baca juga: OJK Sumbar Catat Jumlah Investor Pasar Modal Terus bertambah, Capai 180.147 Investor
| Bank Nagari Lepas 1.119 Jemaah Calon Haji 2026, Kuasai 54,41 Persen Porsi di Sumatera Barat |
|
|---|
| Peringatan Dini BMKG Besok 17 April 2026: 13 Wilayah di Sumbar Berpotensi Hujan Lebat |
|
|---|
| 25 Warga Pasaman Barat Diduga Keracunan Makanan, Dinkes Minta Orang Tua Awasi Jajanan Anak |
|
|---|
| Update Keracunan Makanan di Pasbar, Kadinkes: 5 Pasien Masih Dirawat dengan Kondisi Mulai Membaik |
|
|---|
| Hidupkan Kembali Tradisi Lisan, Dharmasraya Gelar Lomba Bertutur bagi Siswa SD |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/OJK-Provinsi-Sumatera-Barat-Sumbar-Gu.jpg)