Kabupaten Solok

Petani Bawang Merah di Alahan Panjang Solok Hadapi Tantangan Musim Penghujan, Panen Terancam

Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan banyak tanaman bawang merah rusak, sehingga hasil panen terancam tidak maksimal.

Penulis: Ghaffar Ramdi | Editor: Rahmadi
Tribunpadang.com/Ghaffar Ramdi
Kondisi tanaman bawang merah yang rusak akibat hujan terus menerus di Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Kamis (21/11/2024). 

TRIBUNPADANG.COM, SOLOK – Petani bawang merah di Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, tengah menghadapi tantangan besar akibat musim penghujan. 

Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan banyak tanaman bawang merah rusak, sehingga hasil panen terancam tidak maksimal.

Qabil, salah seorang petani bawang merah mengungkapkan bahwa musim penghujan menyebabkan tanah menjadi terlalu lembab.

Hal ini membuat umbi bawang mudah busuk dan daun tanaman rentan diserang penyakit.

“Kalau hujan terus-menerus seperti ini, bawang merah sulit tumbuh dengan baik. Daunnya kuning, umbinya juga banyak yang busuk karena terlalu banyak air di tanah dan kami jadi kesulitan mendapatkan hasil panen yang bagus,” ujar Qabil, Kamis (21/11/2024).

Baca juga: Bawaslu Bukittinggi Ingatkan Paslon Laporkan LPPDK dan Tutup RKDK Sebelum Masa Tenang Kampanye

Feris, petani lainnya menambahkan bahwa kerusakan tanaman juga disebabkan oleh serangan jamur yang meningkat di musim penghujan.

Ia mengatakan, pengendalian hama dan penyakit menjadi lebih sulit karena kondisi cuaca yang basah.

“Selama musim hujan, penyakit seperti layu dan bercak daun lebih cepat menyebar. Kami harus mengeluarkan biaya tambahan untuk pestisida, tapi tetap saja hasil panennya tidak maksimal,” keluh Feris.

Upaya Penanggulangan

Meski menghadapi kendala berat, para petani di Alahan Panjang berusaha mengatasi dampak buruk musim penghujan.

Salah satu langkah yang diambil adalah memperbaiki sistem drainase di lahan pertanian agar genangan air tidak terlalu lama.

Baca juga: Pemprov Sumbar Bakal Bangun, Kantor MUI di Kawasan Masjid Raya

“Kami mencoba membuat parit-parit kecil untuk mengalirkan air hujan agar tidak menggenangi lahan. Cara ini sedikit membantu mengurangi kerusakan pada tanaman,” jelas Qabil.

Selain itu, Feris mengatakan mereka juga menggunakan pestisida dengan harga mahal untuk melindungi tanaman dari kelembaban berlebih.

Namun, biaya tambahan ini menjadi tantangan bagi sebagian petani yang memiliki keterbatasan modal.

“Kami berharap ada bantuan baik itu berupa subsidi pestisida, pelatihan atau solusi lain yang bisa membantu mengurangi kerugian kami selama musim hujan ini,” tuturnya.

Musim penghujan memang menjadi ujian berat bagi petani di kawasan dataran tinggi seperti Alahan Panjang.

Mereka berharap ada perhatian lebih dari pihak terkait untuk mendukung keberlangsungan usaha tani bawang merah, yang menjadi salah satu komoditas andalan daerah ini.(*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved