Pertumbuhan Ekonomi Sumbar Terendah Ketiga di Sumatera, Hanya 4,33 Persen

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar menunjukkan bahwa pertumbuhan ini lebih rendah dibandingkan sebagian besar provinsi lain di Sumatera.

Tayang:
Penulis: Rima Kurniati | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Rima Kurniati
Kepala BPS Sumbar, Sugeng Arianto. Pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat pada Triwulan III-2024 tercatat hanya 4,33 persen (year-on-year). 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat pada Triwulan III-2024 tercatat hanya 4,33 persen (year-on-year), menjadikan Sumbar sebagai provinsi dengan pertumbuhan terendah ketiga di Pulau Sumatera. 

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar menunjukkan bahwa pertumbuhan ini lebih rendah dibandingkan sebagian besar provinsi lain di Sumatera. Dari 10 provinsi di Pulau Sumatera, Sumbar nomor tujuh.

Kepala BPS Sumbar Sugeng Arianto mengatakan pertumbuhan pada triwulan ini didorong oleh Komponen PK-RT sebesar 4,62 persen, diikuti oleh PMTB dan Komponen PK-P berturut-turut sebesar 2,68 persen dan 1,39 persen. 

Sebaliknya, komponen pengeluaran lainnya mengalami pertumbuhan negatif yaitu pada komponen ekspor luar negeri yang terkontraksi cukup dalam sebesar 26,54 persen dan Komponen PK-LNPRT sebesar 1,89 persen.

Sementara itu, komponen impor luar negeri sebagai faktor pengurang dalam PDRB mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 69,42 persen.

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Sumbar Hari Ini: Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang hingga Pukul 18.00 WIB

"Sumatera Barat menyumbang 6,72 persen terhadap perekonomian di Pulau Sumatera dan hanya 1,50 % terhadap perekonomian nasional," kata Sugeng Arianto.

Ia menjelaskan pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat merupakan urutan ke-7 dibanding provinsi lain di Pulau Sumatera.

"Pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Sumatera, yaitu Sumatera Utara dan yang terendah yaitu KepulauanBangka Belitung," kata Sugeng Arianto.

Ia menjelaskan pada Triwulan III-2024, pertumbuhan ekonomi (y-on-y) tertinggi dicapai oleh Provinsi Sumatera Utara sebesar 5,20 persen diikuti Aceh sebesar 5,17 persen; Sumatera Selatan sebesar 5,04 persen; Kepulauan Riau sebesar 5,02 persen.

Selanjutnya, Lampung sebesar 4,81 persen; Bengkulu sebesar 4,57 persen; Sumatera Barat sebesar 4,33 persen; Jambi sebesar 4,01 persen; Riau sebesar 3,46 persen; dan Kepulauan Bangka Belitung sebesar 0,13 persen. 

Baca juga: KPU Sumbar Umumkan 11 Panelis Debat Calon Gubernur, Akademisi dari Berbagai Kampus

"Secara spasial, struktur perekonomian Pulau Sumatera pada triwulan III-2024 didominasi oleh Provinsi Sumatera Utara dengan kontribusi terhadap PDRB Pulau Sumatera sebesar 23,54 persen; diikuti Riau sebesar 22,94 persen; Sumatera Selatan sebesar 13,82 persen; Lampung sebesar 10,11 persen; Kepulauan Riau sebesar 7,00 persen; Sumatera Barat sebesar 6,72 persen; Jambi sebesar 6,69 persen; Aceh sebesar 4,91 persen; Kepulauan Bangka Belitung sebesar 2,18 persen; dan Bengkulu sebesar 2,08 persen," kata Sugeng Arianto.(*)

 

 

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved