Kota Padang

Hadapi Potensi Megathrust Mentawai: Pemko Padang Perketat Kesiapsiagaan, Siapkan Shelter & Simulasi

Pemko Padang menyiapkan langkah-langkah menghadapi potensi Megathrust Mentawai yang berpotensi menimbulkan gempa bumi dan tsunami.

Penulis: Rima Kurniati | Editor: Rahmadi
Istimewa
Zona segmen megathrust yang berpotensi gempa 8,9 magnitudo. Pemko Padang menyiapkan langkah-langkah menghadapi potensi Megathrust Mentawai yang berpotensi menimbulkan gempa bumi dan tsunami. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pemerintah Kota Padang (Pemko Padang) menyiapkan langkah-langkah  menghadapi potensi Megathrust Mentawai yang berpotensi menimbulkan gempa bumi dan tsunami. 

Pj Wali Kota Padang, Andree Algamar, menegaskan bahwa kesiapsiagaan menjadi prioritas utama untuk melindungi masyarakat dari bencana tersebut.

Andree  mengatakan potensi Megathrust Mentawai yang menimbulkan gempa dan tsunami bukanlah sebuah informasi yang baru. 

Untuk itu, Pemkot Padang telah melakukan peningkatan kesiapsiagaan baik dengan simulasi yang melibatkan siswa sekolah maupun dengan memperbaiki sejumlah fasilitas.

"Inikan bukan isu baru, tapi kata kuncinya bukan masalah takutnya tapi bagaimana kita sama-sama meningkatkan kapasitas masyarakat untuk siap menghadapi bencana," kata Andree Algamar, Kamis (22/8/2024).

Baca juga: Sekda Pasaman Barat Sumbar Salurkan Bantuan Rehab Rumah Rusak Sedang Korban Gempa 2022

Andree Algamar mengatakan kesiapan yang dilakukan, seperti rambu-rambu jalur evakuasi sudah diperbaiki, tersedia shelter dan termasuk sirine pertanda tsunami juga siapkan. 

Upaya menekan jumlah korban saat bencana tersebut terjadi, Kota Padang saat ini telah memiliki 3 Shelter tsunami 

Diantaranya Shelter Darussalam di Kelurahan Bungo Pasang, Shelter Nurul Haq di Jalan Komplek Jondul 4 Parupuk Tabing Koto Tangah, dan Shelter Wisma Indah Warta Bunda di Jalan Sumatera Ulak Karang Utara.

Disamping Shelter, Pemko Padang juga menyiapkan bangunan-bangunan sebagai shelter, seperti hotel, masjid, sekolah, dan bangunan supermarket.

"Soal kesiapsiagaan kami rutin setiap tahunnya melakukan mitigasi, serta setiap tanggal 25 per bulannya ada pengecekan fungsi sirine tsunami," katanya.

Baca juga: BMKG Ingatkan Ancaman Megathrust Mentawai, Gempa Besar Tinggal Menunggu Waktu

Andree menambahkan potensi Megathrust Mentawai yang kembali dimunculkan BMKG, merupakan cara meningkatkan kesiapsiagaan.

Untuk itu, Pemko Padang telah menggelar simulasi bencana gempa dan tsunami dengan melibatkan siswa-siswi di sekolah dan masyarakat sekitar.

Andree Algamar menambahkan, beberapa jalan untuk jalur evakuasi tsunami itu telah dilakukan pelebaran. Sehingga bila masyarakat melakukan evakuasi maka tidak menimbulkan arus yang macet. 

Bahkan soal evakuasi ini, Pemkot Padang juga telah membuat batas-batas wilayah, seperti zona aman tsunami atau berada di kawasan zona hijau. Dimana batas-batas wilayah tersebut diberi warna di beberapa titik jalan. 

"Jadi dengan adanya segala bentuk rambu-rambu untuk evakuasi itu, orang luar dari Padang atau wisatawan, bisa tahu dan mampu untuk melakukan evakuasi apabila menghadapi bencana gempa bumi maupun tsunami," sebutnya.

Baca juga: Gempa Mentawai M 5,0 Akibat Aktivitas Subduksi Lempeng, Getaran Terasa hingga Kota Padang

Ia juga mengingatkan agar masyarakat meningkat kewaspadaan, serta menyiapkan tas bencana yang sewaktu-waktu berguna saat terjadi bencana. (*)

 

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved