Perbaikan Jalan Lembah Anai Percepat Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Barat

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah Sumatra Barat (Sumbar), Mohammad Abdul Majid Ikram, menyatakan bahwa perbaikan jalan nasional Lem

Penulis: Rahmadisuardi | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman
Pemandangan ruas jalan yang masih menjalani perbaikan di kawasan Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar, Jumat (19/7/2024). 

TRIBUNPADANG.COM - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah Sumatra Barat (Sumbar), Mohammad Abdul Majid Ikram, menyatakan bahwa perbaikan jalan nasional Lembah Anai (Padang-Bukittinggi) yang rusak akibat banjir bandang akan mempercepat pertumbuhan ekonomi di Sumbar.

"Setelah infrastruktur jalur Lembah Anai selesai, kami berharap arus distribusi barang dan ekonomi di Sumbar akan lebih cepat," kata Mohammad Abdul Majid saat jumpa pers di Padang, Kamis (25/7/2024).

Ia menambahkan bahwa Sumbar termasuk daerah dengan tingkat bencana yang cukup tinggi sehingga perlu segera dilakukan pemulihan.

"Kita juga mendengar akibat bencana kemarin, lahan pertanian sudah tidak bisa digunakan lagi. Untuk itu, kita harus mencari potensi-potensi lahan pertanian di tempat lain agar produksi dan pasokan kita dapat kembali. Ini menjadi kekhawatiran kami yang mengakibatkan pertumbuhan tidak secepat dulu seperti yang kita capai di angka 6 persen,” sebutnya.

Selain percepatan pengerjaan jalur Lembah Anai, Abdul Majid menyebut bahwa masuknya investasi di Sumbar juga dapat mendorong pertumbuhan pergerakan ekonomi.

Baca juga: Erupsi Gunung Marapi dan Putusnya Jalan Lembah Anai Sebabkan Kenaikan Angka Inflasi di Bukittinggi

"Kembali lagi ini ada tantangan cukup struktural dalam konteks penyediaan lahan. Ini harus coba kita diskusikan dan mendekati masyarakat, lembaga-lembaga adat bagaimana pemanfaatan lahan yang bisa digunakan untuk investasi. Jujur saja, untuk mendorong pertumbuhan yang lebih besar juga butuh investasi besar,” kata dia.

Lebih lanjut, Abdul Majid menjelaskan pentingnya daerah terkoneksi dengan tol agar dapat menggenjot pertumbuhan ekonomi antar daerah yang saling terhubung satu sama lain.

"Pada Triwulan I 2024, daerah yang terhubung dengan tol, pertumbuhan ekonominya sudah di atas 5 persen, sedangkan ekonomi Sumbar masih di bawah 5 persen. Terlihat dari data bahwa pertumbuhan ekonomi Sumbar masih di peringkat enam dari 10 provinsi di Sumatera, yakni di angka 4,03 persen,” jelasnya.

"Tol ini merupakan salah satu akselerator di mana barang dan manusia dapat segera berpindah sehingga volume bisa berkembang dan efisiensi bisa terjadi, yang akan membuat biaya turun,” imbuhnya.

Di sisi lain, ia tambahkan bahwa dalam waktu dekat akan ada tantangan, di mana dilaksanakan Pilkada serentak, yang menjadi momentum menguatnya ekonomi di Sumbar.

"Kami mengharapkan pemerintah agar fokus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumbar tetap terjaga pada Pilkada nanti," pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved