Berita Populer Sumbar
BERITA POPULER SUMBAR: Guru Pesantren Cabuli Murid dan Harimau Buntung Mati Kena Jerat Babi
Polresta Bukittinggi mengungkapkan bahwa korban pencabulan dua guru pesantren di Canduang, Agam, Sumatera Barat (Sumbar) adalah laki-laki.
TRIBUNPADANG.COM - Simak sejumlah berita populer Sumbar yang tayang dalam 24 jam terakhir di laman TribunPadang.com.
Pertama, Polresta Bukittinggi mengungkapkan bahwa korban pencabulan dua guru pesantren di Canduang, Agam, Sumatera Barat (Sumbar) adalah laki-laki.
Kapolresta Kombes Pol Yessi Kurniati mengatakan, dari hasil penyidikan sementara, korban berjumlah 40 orang.
Selanjutnya, seekor harimau sumatera (HS) betina ditemukan mati terjerat di Jorong Sungai Pua, Nagari Sungai Pua, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, pada Kamis (25/7/2024).
Kondisi harimau betina ini sangat memprihatinkan karena kaki depan kirinya buntung dan akhirnya mati terjerat kawat pada leher.
Simak selengkapnya berikut ini:
1. Guru Pesantren Cabuli Santri di Agam Sumbar: Semua Korban Laki-laki dan Pelajar Setingkat SMP
Polresta Bukittinggi mengungkapkan bahwa korban pencabulan dua guru pesantren di Canduang, Agam, Sumatera Barat (Sumbar) adalah laki-laki.
Kapolresta Kombes Pol Yessi Kurniati mengatakan, dari hasil penyidikan sementara, korban berjumlah 40 orang.
Semua korban berusia rata-rata setara dengan anak-anak yang masih duduk di bangku SMP.
"(modusnya) pelaku awalnya minta bantuan untuk dipijat kepada santrinya," kata Yessi saat jumpa pers di Mapolresta, Jumat (26/7/2024).
Yessi menuturkan, pelaku melecehkan korban dengan meraba-raba tubuh hingga menyodomi korban.
Satri yang tidak menurut bakal diancam pelaku untuk tidak naik kelas.
"Pelaku juga melakukan tindak pidana pencabulan kepada santrinya di ruangan yang masih dalam lingkup pesantren," ujar Yessi.
Baca juga: Modus Minta Pijit, 2 Guru Pesantren Cabuli 40 Santri di Agam Sumbar, Diancam Bila Tidak Nurut
Kedua pelaku yang kini sudah tersangka berinisial RA (29) dan AA (23).
Sebelumnya mereka ditangkap di lingkungan pesantren pada Minggu (21/7/2024) berdasarkan laporan dari keluarga korban.
Dari hasil pemeriksaan penyidik, kedua pelaku mengakui perbuatan tak senonoh itu.
Mereka mengakui telah melancarkan aksinya sejak 2022.
Sebanyak 30 santri menjadi korban pemuas nafsu RA (29), sedangkan AA (23) 10 santri.
Adapun kasus ini terungkap dari pengakuan salah satu korban kepada keluarga.
Kala itu keluarga curiga dengan korban yang selalu murung dan enggan pergi ke sekolah.
"Jadi si anak bercerita kepada orang tuanya alasan tidak mau sekolah, yaitu karena dicabuli oleh tersangka," kata Yessi.
Polresta Bukittinggi mengungkapkan bahwa korban pencabulan dua guru pesantren di Canduang, Agam, Sumatera Barat (Sumbar) adalah laki-laki. Kapolresta Kombes Pol Yessi Kurniati mengatakan, dari hasil penyidikan sementara, korban berjumlah 40 orang.
2. Harimau Sumatera Mati Terjerat di Agam, BKSDA Sumbar: Trakhea Pecah dan Gagal Nafas
Seekor harimau sumatera (HS) betina ditemukan mati terjerat di Jorong Sungai Pua, Nagari Sungai Pua, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, pada Kamis (25/7/2024).
Kepala Balai KSDA Sumbar, Lugi Hartanto, mengonfirmasi laporan ini dan menyebutkan bahwa harimau tersebut sudah dimonitor oleh Balai KSDA sejak Maret 2024 karena mengalami konflik satwa dan kondisi cacat pada kaki kiri depan yang buntung.
"Kami menerima laporan dari Wali Nagari Sungai Pua sekitar pukul 15.30 WIB bahwa seorang warga, Syafri Martias (42), melihat seekor harimau terjerat tidak jauh dari sawahnya," ujar Lugi Hartanto.
Kemudian Tim WRU Seksi Konservasi Wilayah I segera berkoordinasi dengan Polsek Palembayan, TMSBK, dan aparat kecamatan untuk persiapan evakuasi.
Sekitar pukul 19.15 WIB, tim tiba di lokasi yang merupakan Areal Penggunaan Lainnya (APL) dan menemukan harimau dalam kondisi mati dengan jerat kawat melilit lehernya.
Baca juga: BKSDA Sumbar dan Pemerintah Kecamatan Lunang Pesisir Selatan Pasang Dua Perangkap untuk Harimau
"Jerat tersebut termasuk dalam kategori jerat untuk babi hutan," jelas Lugi lewat keterangan resmi, Jumat (26/7/2024).
Harimau yang terjerat ini sebelumnya sudah diupayakan untuk ditangkap oleh tim WRU SKW I dengan memasang tiga unit kandang jebak, namun belum berhasil.
"Setelah menemukan harimau dalam kondisi mati, tim dibantu masyarakat dan Polri mengevakuasi tubuh harimau ke kendaraan yang telah disiapkan," tambahnya.
Pada pukul 20.30 WIB, tubuh harimau dibawa ke Padang untuk dilakukan nekropsi di Rumah Sakit Hewan Sumbar.
Nekropsi dilakukan pada Jumat (26/7/2024) pukul 07.30 WIB dan hasilnya menunjukkan bahwa harimau betina tersebut mati karena trakhea pecah dan fraktur pada tulang leher, yang menyebabkan gagal nafas akibat jerat di leher.
Baca juga: Kali Ketiga Harimau Mangsa Ternak di Lunang Pessel, BKSDA Sumbar Kembali Turunkan Tim ke Lokasi
Harimau ini diperkirakan berumur 2-3 tahun dan belum pernah melahirkan.
"Kondisi harimau betina ini sangat memprihatinkan karena kaki depan kirinya buntung dan akhirnya mati terjerat kawat pada leher," tutup Lugi Hartanto.(*)
| 3 BERITA POPULER SUMBAR: 2 Jemaah Haji Gagal Berangkat, Gunung Marapi Erupsi dan Relokasi Pedagang |
|
|---|
| 3 BERITA POPULER SUMBAR: Bendungan Jebol Bikin Banjir, Kepala BGN Jamin MBG dan Jemaah Haji Kloter 1 |
|
|---|
| 3 BERITA POPULER SUMBAR: Sidang Wanda Ditunda, Waspada Kenaikan Harga Barang dan Harimau Koto Sani |
|
|---|
| 3 BERITA POPULER SUMBAR: Solar Industri Naik, Damkar Sijunjung Evakuasi Ular dan Netralitas Pilwana |
|
|---|
| 3 BERITA POPULER SUMBAR: Waspada Kenaikan Harga, Kloter 1 Haji Sumbar dan Pria Gelapkan Motor Teman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Dua-guru-pesantren-yang-mencabuli-40-murid-g.jpg)