UNP dan YCDB Gelar Pelatihan Goal Setting Berbasis Budaya untuk Mantan Narapidana

UNP bersama Yayasan Cinta Damai Bersama (YCDB) baru-baru ini menggelar pelatihan Goal Setting Clear dan Peningkatan Efektivitas Kelompok Berbasis Bud

Penulis: Rezi Azwar | Editor: Rahmadi
Dok. Indriyani Santoso
Universitas Negeri Padang (UNP) bersama Yayasan Cinta Damai Bersama (YCDB) menggelar pelatihan Goal Setting Clear dan Peningkatan Efektivitas Kelompok Berbasis Budaya, Rabu (24/7/2024). 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Universitas Negeri Padang (UNP) bersama Yayasan Cinta Damai Bersama (YCDB) baru-baru ini menggelar pelatihan Goal Setting Clear dan Peningkatan Efektivitas Kelompok Berbasis Budaya.

Acara ini berlangsung di Nutrihub, Kota Padang, pada Rabu (24/7/2024), dan bertujuan untuk mendukung reintegrasi mantan narapidana ke masyarakat.

Pelatihan ini menghadirkan sejumlah peserta dari Yayasan Cinta Damai Bersama serta Dosen Bimbingan Konseling UNP, Puji Gusri Handayani, yang terlibat dalam pembuatan modul pelatihan.

Sebagai penyelenggara kegiatan, Indriyani Santoso, mengatakan kegiatan ini merupakan pengabdian masyarakat yang pertama untuk dirinya

Ia yang juga Dosen Fakultas Psikologi dan Kesehatan Universitas Negeri Padang, mengatakan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk dapat memberikan bekal, dan jawaban atas permasalahan mantan narapidana tentang reintegrasi di masyarakat.

Baca juga: BBPOM Padang Amankan Ratusan Botol Jamu Pelangsing Berbahaya Mengandung Sibutramine

"Pesertanya ada sebanyak 15 orang. Saya berharap agar mereka dapat merumuskan tujuan yang sesuai dengan dirinya," ujar Indriyani SantosO.

Ia menyebutkan, pelatihan Goal Setting Clear berbasis budaya ini mengangkat falsafah 'Tigo Tungku Sajarangan' untuk mencapai reintegrasi mantan narapidana di wilayah Sumbar.

"Pelatihan ini sangat dibutuhkan karena melihat di lapangan, mantan narapidana memiliki kesulitan untuk membangun hidupnya lagi," katanya.

Ia melihat, mereka tidak memiliki tempat mengadu, bercerita, maupun mencari soft skill terkait motivasi keseharian.

Apalagi mereka jelas mendapatkan stigma tersendiri, sehingga penerapan wawasan kearifan lokal 'tigo tungku sajarangan'.

Baca juga: Sektor Pertanian Padang Pariaman Kehilangan Taji, Butuh Sentuhan Petani Milenial

"Diharapkan hal itu bisa membantu mereka berhasil mencapai tujuan di masyarakat," sebut Indriyani.

Ketua Yayasan Cinta Damai Bersama, Bundo Desmurniyati, menyambut baik pelatihan-pelatihan seperti ini.

Bundo Desmurniyati telah mendampingi banyak narapidana semenjak dari dalam lapas, hingga bebas.

"Mereka sangat butuh pertemuan dan motivasi seperti ini," pungkasnya.(TribunPadang.com/Rezi Azwar)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved