Wisata Golf Kepri Berpeluang Meningkat Imbas Kebijakan Singapura, Kesiapan Batam dan Bintan Mumpuni

Kebijakan Pemerintah Singapura menutup lapangan golf pada Juni 2024 menjadi berita positif bagi dunia pariwisata di Provinsi Kepri.

Editor: afrizal
Dok Bintan Resort Cakrawala
KLUB GOLF RIA BINTAN - Para golfer bersenang-senang di Klub Golf Ria Bintan, Kabupaten Bintan. 

TRIBUNPADANG.COM- Kunjungan wisatawan pegolf atau golfer ke Kepulauan Riau (Kepri) berpeluang meningkat dan semakin terbuka lebar.

Kebijakan Pemerintah Singapura menutup lapangan golf pada Juni 2024 menjadi berita positif bagi dunia pariwisata di Provinsi Kepri.

Golfer yang biasa bermain di Singapura, terbuka lebar untuk menikmati sport turism yang ada di Kepri terutama di Batam dan Bintan.

Baca juga: DPRD Kepri Berkunjung ke Dispar Sumbar, Bahas Pemajuan Wisata antar Daerah

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Menparekraf RI), Sandiaga Uno melihat peluang wisata golf Indonesia akan meningkat sebagai imbas penutupan lapangan golf di Singapura. Selain lokasi Kepri yang tak jauh dari Singapura, Sandiaga juga melihat kesiapan lapangan golf di Batam dan Bintan sangat mumpuni sebagai tujuan wisata olahraga.

"Kepulauan Riau (Kepri) paling berpeluang. Punya 10 lapangan golf dan kami mendorong golf tourism karena di Singapura semakin mahal, tidak terjangkau, " kata Sandiaga dalam Program Weekly Brief with Sandiuno, Senin (1/7/).

KLUB GOLF RIA BINTAN - Para golfer bersenang-senang di Klub Golf Ria Bintan, Kabupaten Bintan.
KLUB GOLF RIA BINTAN - Para golfer bersenang-senang di Klub Golf Ria Bintan, Kabupaten Bintan. (Dok Bintan Resort Cakrawala)

Ketua Perhimpunan Pegolf Senior Indonesia (Perpesi) Batam - Kepri, Taba Iskandar juga menilai, ini merupakan kabar baik bagi wisata golf di Kepri. Sebab, Kepri khususnya Batam, memiliki banyak sekali lapangan golf dan driving range yang bisa menjadi destinasi wisata yang digemari wisatawan mancanegara.

"Ini kabar baik, karena sebenarnya Batam kan bisa dibilang surga golf. Banyak lapangan golf bisa mengkoordinir kebutuhan wisatawan," ujar Taba pada Kamis (18/7) siang.

Batam menjadi tempat yang strategis untuk mengembangkan wisata sport-tourism, khususnya olahraga golf. Sebab, Batam berdekatan dengan negara tetangga Singapura dan Malaysia. Sementara, kota lainnya seperti Jakarta masih memiliki jumlah destinasi golf yang terbatas.

"Batam memiliki banyak sekali lapangan golf. Saat weekend yakni Jumat sampai Minggu selalu ramai, lapangan penuh, harus booking dulu. Sementara, kalau weekday, harganya bersaing dan menjanjikan," jelas Taba.

Baca juga: Wisata Religi Ramadan: Festival Lampu Colok Jaga Tradisi Agama & Semangat Kebersamaan di Kepri

Pihaknya pun mendorong pemerintah untuk menggaet peluang ini dengan mengembangkan destinasi wisata golf yang semakin berdaya saing. Pihak asosiasi juga kerap menggelar event-event turnamen yang dapat menjaring para pegolf mancanegara.

"Agenda Persatuan Golf Indonesia ini rutin setiap bulan kami adakan," ujar ujar Ketua Perhimpunan Pegolf Senior Indonesia Batam - Kepri itu.

Wisatawan pemain golf yang datang ke Batam tergolong banyak. General Manager Batam View Beach Resort, Anddy Fong mangatakan, para golfer dari Singapura selalu datang bermain golf dan mengingap di Batam View. Kehadiran mereka sangat mempengaruhi tingkat hunian hotel di kawasan tersebut.

“Mereka selalu datang akhir pekan untuk bermain golf. Nah, kalau Singapura menutup lapangan golf maka peluang itu semakin besar. Efeknya tentu besar bagi Kepri khususnya Batam,” ungkap Anddy.

Dia juga menambahkan, di kawasan Nongsa terdapat tiga lapangan golf yang bagus. Para golfer sering menikmati liburan akhir pekan mereka dengan bermain golf di ketiga lapangan tersebut. Kehadiran para golfer ini sungguh dialami oleh pelaku pariwisata di kawasan Batam View.

“Jarak antara resort kami dengan Palm Springs Golf cukup dekat, hanya 15 menit saja dengan kendaraan. Kalau golfer itu main di sana, mereka selalu menginap di resort kamu,” ungkap General Manager Batam View Beach Resort itu.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved