Kabupaten Solok Selatan

Percepatan Penurunan Stunting di Solok Selatan, Bupati Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor

Penanganan stunting di Kabupaten Solok Selatan membutuhkan komitmen dan kerjasama dari semua pihak.

Penulis: Ghaffar Ramdi | Editor: Rahmadi
ist
Bupati Solok Selatan, Khairunas dalam Rapat Koordinasi TPPS Periode Tiga dan Pencanangan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting di Kabupaten Solok Selatan Tahun 2024 di Aula Sarantau Sasurambi. 

TRIBUNPADANG.COM, SOLOK SELATAN - Penanganan stunting di Kabupaten Solok Selatan membutuhkan komitmen dan kerjasama dari semua pihak.

Hal ini ditegaskan oleh Bupati Solok Selatan, Khairunas, dalam Rapat Koordinasi TPPS Periode Tiga dan Pencanangan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting di Aula Sarantau Sasurambi, Kabupaten Solok Selatan Tahun 2024, Kamis (20/6/2024).

Bupati Solok Selatan, Khairunas tekankan upaya penanganan stunting harus dilakukan oleh semua pihak secara berjenjang mulai dari pemerintah kabupaten hingga ke pemerintahan pusat.

"Sehingga target-target dan upaya yang akan dilaksanakan dapat terstruktur dan tersampaikan pelaksanaannya," ujar Khairunas.

Khairunas menyebut, hasil penginputan penginputan E-PPGBM triwulan kedua, Kabupaten Solok Selatan baru mencapai 33 persen dari seluruh sasaran balita.

Baca juga: Pemkab Solok Selatan Gencar Tekan Angka Stunting, Siapkan Generasi Emas 2045

"Capaian ini masih sangat rendah, mengingat seluruh posyandu harusnya sudah memiliki kader terlatih dan alat antropometri terstandardisasi," ujar Khairunas.

Berkaitan dengan itu, Khairunas mengintruksikan kepada Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas P2KB PP & PA dan Kepala Dinas Kominfo dibawah koordinasi Asisten Pemerintahan Dan Kesra, agar menuntaskan penginputan E-PPGBM tersebut pada awal bulan juli 2024 mencapai 100 % .

"Arah dan kebijakan pelaksanaan aksi serentak bersama pencegahan stunting ini tentunya berdasarkan pendataan, penimbangan, pengukuran, edukasi dan intervensi bagi seluruh ibu hamil dan balita secara berekelanjutan setiap bulannya," jelas Khairunas.

Untuk itu perlu adanya koordinasi berbagai pihak terkait, mulai dari dinas kesehatan untuk memastikan seluruh sasaran menerima intervensi spesifik.

"Terlebih Dinas PUTRP dalam pemenuhan sarana jamban sehat dan sumber air yang layak pada keluarga berisiko stunting dan lintas sektor lainya," tutur Khairunas.

Baca juga: Pemkab Solok Selatan dan Forum TJSLP Tebar 44 Ekor Hewan Sapi Kurban

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh Jajaran Pemkab Solok Selatan, Unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Camat, Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas, Ketua TP-PKK, Ketua GOW, Ketua Dharma Wanita, Ketua Forum TJSLP, Pimpinan Perusahaan, Ketua Baznas Solok Selatan, dan Kepala Puskesmas se-Kabupaten Solok Selatan.(*)

 

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved