Berita Populer Padang
POPULER PADANG: Pasca Tanah Longsor di Sitinjau Lauik dan dr. Richard Lee Disebut Langgar UU ITE
Berikut ini berita Populer Padang yang telah tayang selama 24 jam terakhir di Tribun Padang. Ada berita tentang Pasca Tanah Longsor di Sitinjau Lauik
TRIBUNPADANG.COM - Berikut ini berita Populer Padang yang telah tayang selama 24 jam terakhir di Tribun Padang.
Ada berita tentang Pasca Tanah Longsor di Sitinjau Lauik, Satu Unit Alat Berat Masih Bekerja Bersihkan Sisa Lumpur.
Kemudian berita dr. Richard Lee Dilaporkan ke Polisi Soal Dugaan Rekayasa Kemalingan, Disebut Langgar UU ITE.
Baca berita selengkapnya :
1. Pasca terjadi tanah longsor yang menimbun jalan lintas Padang-Solok di Sitinjau Lauik, Selasa (7/5/2024), upaya pembersihan material longsor masih dilakukan sampai hari ini.
Pantauan tribunpadang.com, satu unit alat berat masih bekerja membersihkan material longsor berupa lumpur dan batu.
Namun, upaya pembersihan tidak mempengaruhi arus lalu lintas karena di lokasi ada petugas PKJR yang membantu lalu lintas bagi pengendara yang lewat.
Petugas PKJR, Dani mengatakan bahwa pembersihan sudah dilakukan sejak malam usai longsor menimbun jalan.
Baca juga: TP PKK Aur Gading Sijunjung Adakan Senam Sehat dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bersama Istri Bupati
"Malam itu alat sudah bekerja, tapi fokus untuk membersihkan badan jalan agar bisa dilewati kembali," katanya, Jumat (10/5/2024).
Ia menyampaikan, sejak datang satu unit alat berat bekerja setiap hari sejak tanah longsor terjadi.
"Tanah longsor ada di beberapa titik, tapi yang paling parah di sini (di bawah tugu perbatasan Solok-Padang)," ujar Dani.
Penuturan Dani, dirinya bersama beberapa petugas PKJR lainnya membantu mengarahkan arus lalu lintas di lokasi terjadinya tanah longsor.
"Kami bantu-bantu lalu lintas di sini, agar tidak ada macet seperti beberapa hari lalu," pungkas Dani.
Macet Panjang
Tanah longsor timbun jalan lintas Padang-Solok di Sitinjau Lauik, Selasa (7/5/2024).
Lokasi persis terjadinya longsor adalah di bawah tugu perbatasan antara Kabupaten Solok dengan Kota Padang.
Akibatnya, terjadi kemacetan panjang dari kedua arah, baik dari Padang menuju Solok maupun dari Solok menuju Padang.
Saat dikonfirmasi, seorang pengendara Beny mengatakan bahwa dirinya terjebak macet jelang perbatasan Solok-Padang.
"Kalau dari arah Solok kemacetan sudah mengular sampai ke gedung pabrik obat Ripha Pharmasi," katanya.
Beny menyampaikan, sampai saat ini kondisi masih dalam keadaan macet total.
"Masih macet total, kendaraan di sepanjang jalan banyak yang tidak bisa bergerak karena macet," ujar Beny.
Kemudian, pengendara lain Lisa mengatakan dirinya memilih untuk berputar arah dan mencari alternatif lain.
"Kalau ditunggu bisa lama, jadi kami memutuskan memutar arah dan mencari alternatif menuju Padang Panjang," tutur Lisa.
Lisa mengaku, selama dirinya terjebak macet sudah ada beberapa alat berat yang menuju lokasi.
"Mungkin akan sedikit terhambat karena kendaraan sudah bertumpuk di perbatasan Solok-Padang," pungkas Lisa.
2 Orang Tertimbun
Dua pengendara motor yang dilaporkan tertimbun longsor di Panorama 1 Situnjau Lauik, Jalan Padang-Solok, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Selasa (7/5/2024) ditemukan selamat.
Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik mengatakan, dua korban selamat tersebut bernama Masrizal (34) dan Hari Arjun (48).
Dijelaskannya, setelah mendapatkan informasi korban tertimbun longsor, SAR Padang langsung menurunkan tujuh personil ke lokasi kejadian longsor.
"Pada Pukul 20.35 WIB dapat informasi dari Lurah Lubuak Kilangan bahwa korban telah ditemukan oleh warga dalam keadaan selamat," ujar Abdul Malik.
Diketahui, setelah terjadi tanah longsor di jalan lintas Padang-Solok tersebut menyebabkan macet panjang dari kedua arah.
Beruntung tepat pukul 23.30 WIB jalan sudah bisa dilewati kembali.
Hal tersebut disampaikan Kasatlantas Polres Solok, Zarwiko Irzal saat dimintai keterangan oleh TribunPadang.com, Rabu (8/4/2024).
Zarwiko menyampaikan, macet sudah terurai ketika longsor sudah berhasil dibersihkan menggunakan alat berat.
Baca juga: Buka Pendaftaran Kepala Daerah, Ketua Gerindra Pasaman Barat Tegaskan Komunikasi Dimulai dari DPC
2. Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (Semmi) Cabang Kota Padang melaporkan Dokter Richard Lee ke Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (9/5/2024).
Pelaporan ini terkait dugaan penyebaran berita bohong atau hoax terkait kemalingan di Klinik Athena, Kota Padang beberapa waktu yang lalu.
Ketum Semmi Cabang Padang Nopalion mengatakan, pelaporan dilakukan oleh tiga orang perwakilan Semmi Cabang Padang dengan delik aduan Pasal 28 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
"Dari berita yang disebarkannya itu telah membuat kericuhan di tengah masyarakat Sumbar, membuat nama Padang dan Sumbar menjadi tercemar tidak hanya di Sumbar tetapi di nasional," katanya.
Di samping itu, kata Nopalion, Dokter Richard Lee sampai sekarang tidak pernah menyampaikan permintaan maaf.
Padahal sudah jelas pelaku yang melakukan pencurian di Klinik Athena Padang sudah mengaku bahwa itu hanya setingan atau rekayasa.
"Bahkan sudah ada tekanan, sudah rekan-rekan yang melakukan aksi, namun yang bersangkutan seperti tidak terjadi apa-apa," ujarnya.
Untuk itu, Ia berharap Polda Sumbar memproses laporan ini dan memproses yang bersangkutan sesuai dengan aturan yang berlaku.
"Dan juga adanya permohonan maaf dari yang bersangkutan kepada masyarakat Sumatera Barat," katanya. (*)
| 3 BERITA POPULER PADANG: Keluarga Bayi Alceo ke Polda, Pencarian Bocah Hanyut dan Kebakaran Gudang |
|
|---|
| 3 BERITA POPULER PADANG: Pencarian Bocah Hanyut Nihil, Mengubah Limbah Plastik dan Truk Rusak |
|
|---|
| 3 BERITA POPULER PADANG: Audit Malpraktik Balita, Pencarian Bocah Hanyut dan BBM Dexlite Anjlok |
|
|---|
| 3 BERITA POPULER PADANG: Suporter Boikot Kabau Sirah, Rehabilitasi Sawah dan Pencarian Bocah Hanyut |
|
|---|
| 3 BERITA POPULER PADANG: Pencarian Korban Hanyut, Stok BBM Aman dan Suporter Boikot Semen Padang FC |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Kondisi-terkini-pasca-terjadi-tanah-longsor-di-Sitinjau-Lauik-Selasa-752024.jpg)