Kabupaten Pasaman Barat

Disdik Pasaman Barat Selenggarakan Lokakarya 7 Angkatan 9 Calon Guru Penggerak 

Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman Barat melaksanakan Lokakarya 7 Angkatan 9 Panen Hasil Belajar Calon Guru Penggerak (CGP) Program Pendidikan Guru

Penulis: Ahmad Romi | Editor: Rahmadi
ist
Kabid GTK Dinas Pendidikan Pasaman Barat, Sofyandri Piliang. 

TRIBUNPADANG.COM, PASAMAN BARAT - Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman Barat melaksanakan Lokakarya 7 Angkatan 9 Panen Hasil Belajar Calon Guru Penggerak (CGP) Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) tahun 2024 di Balairung Pusako Anak Nagari, Minggu (28/4/2024) kemarin.

Kepala Dinas Pendidikan melalui Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan, Sofyandri kepada TribunPadang.com mengatakan bahwa panen Hasil Belajar Calon Guru Penggerak (CGP) merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh CGP.

Hal itu karena kegiatan ini menjadi puncak pembelajaran dan puncak panen hasil belajar selama mengikuti program Pendidikan Guru Penggerak. 

“Program Pendidikan Guru Penggerak merupakan program pusat, program pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran,” ujarnya di Simpang Empat, Senin (29/4/2024).

Baca juga: Mencermati Isi Surat Pembaca, Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 7 Halaman 185

Ditambahkan, bahwa dalam hal ini guru dipersiapkan untuk memimpin pembelajaran dengan kurikulum merdeka berbasis kepada siswa. 

“Untuk Pasbar sendiri total guru penggerak sebanyak 286 orang dan menjadi salah satu kabupaten yang memiliki keaktifan dalam kegiatan guru penggerak,” ujarnya.

Dimana dari total 286 orang itu ada 55 orang pada angkatan kelima, 50 orang angkatan ketujuh, 70 orang angkatan kedelapan, 93 orang angkatan kesembilan dan masih ada 10 orang lagi yang antri serta 125 orang pada angkatan kesepuluh.

Disampaikan, bahwa program ini meliputi pelatihan daring, lokakarya dan pendampingan selama 6 bulan bagi calon guru penggerak.

Baca juga: Lokakarya Guru Penggerak, Wako Padang Hendri Septa: Harus Wujudkan Pendidikan Kreatif dan Inovatif

“Selama program berlangsung guru tetap menjalankan tugas mengajarnya sebagai guru. Di Pasaman Barat sendiri telah menjalankan PGP semenjak dari tahun 2022 hingga saat ini,” lanjutnya.

Selama kegiatan ini sebutnya, para peserta didampingi fasilitator dan dua orang instruktur yang kompeten serta melibatkan 45 orang pengajar praktik sebagai aktor pendukung.

Untuk keberlanjutan PGP ini sebut Sofyandri, maka akan dilakukan program penguatan manajerial kepala sekolah dari anggaran Pemerintah Daerah dan setelah dinyatakan lulus maka akan dilakukan kerjasama dengan Universitas Negeri Padang selama 3 hari.

“Selain itu, para guru penggerak juga mengikuti uji kompetensi kepala sekolah oleh Kemdikbudristek dan sebanyak 46 orang dinyatakan lulus begitu juga dengan 33 orang guru penggerak yang lulus uji kompetensi pengawas,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Guru Penggerak Sumbar, Sri Yulianti menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan dari Kementerian Pendidikan yang dilaksanakan secara nasional. Ia menambahkan bahwa Calon Guru Penggerak merupkan guru pilihan yang sudah diseleksi dengan sangat baik.

Baca juga: Pelayanan Paspor Kembali Dibuka di Kantor Kesbangpol Pasaman Barat, Hanya 2 Hari, Catat Jadwalnya

"Menjadi guru penggerak tidak ada paksaan, namun adanya kesadaran dari guru-guru untuk mengikuti kegiatan tersebut. Dan menjadi guru penggerak juga tidak meninggalkan pembelajaran namun guru harus mampu memilah hal-hal untuk kemajuan dengan bergerak ke arah yang lebih baik di bidang pendidikan," tandasnya.(*)

 

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved