Literasi Digital Pasbar

Gen Z Indonesia di Bawah Kendali Gadget

Indonesia dikenal dengan kekayaan sumber daya alam yang begitu melimpah. Negara demokratis ini memiliki toleransi antar agama yang begitu kuat, ..

|
Editor: Fuadi Zikri
Zahyana Shoumi
Zahyana Shoumi, Siswa SMP IT Al Kahfi Kecamatan Pasaman. 

Oleh Zahyana Shoumi, Siswa SMP IT Al Kahfi Kecamatan Pasaman.

 

Indonesia dikenal dengan kekayaan sumber daya alam yang begitu melimpah. Negara demokratis ini memiliki toleransi antar agama yang begitu kuat, serta memiliki bentang alam yang memukau dunia dengan destinasi destinasi wisata yang menarik pengunjung luar negeri.

Indonesia ialah negara yang berkembang yang penuh dengan pemuda-pemudi yang selalu aktif dalam dunia maya maupun nyata.

Kita juga sudah tahu bahwasanya penggunaan internet di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang cukup pesat. Sepertinya, dengan penggunaan internet ini kita menjadi lebih mudah mengakses dari suatu tempat ke tempat lain.

Sebut saja dalam dunia pendidikan, masyarakat menjadi paham tentang peristiwa peristiwa yang ada disekitar baik dalam dunia maya maupun dunia nyata.

Dalam penggunaan internet ini kita pasti sudah tahu bahwa gen Z memiliki ketergantungan pada teknologi, gadget dan aktivitas di media sosial.

Mereka sangat memprioritaskan popularitas, jumlah followers dan jumlah like, ketergantungan ini juga membuat mereka suka dengan hasil yang cepat dan instan , selalu terburu buru dan keras kepala, meskipun gen Z menyukai tantangan namun mereka juga haus akan pujian .

Di dalam dunia pendidikan gen Z memiliki beberapa kelemahan dengan pembelajaran, salah satunya yaitu mulai berkurangnya sikap sopan santun serta tata krama sehingga banyak yang tidak menghormati guru dan orang yang lebih tua darinya.

Pendidikan harus ada di dalam jiwa para pemuda yang haus akan ilmu. Apabila tidak tidak disertai ilmu maka bangsa kita akan mudah dijajah oleh negara asing yang ingin merebut sumber daya alam di Indonesia yang tak terhitung banyaknya.

Tentu saja kita tidak ingin semua ini terjadi.

Sudah menjadi kebiasaan bukan? Bahwa kemajuan teknologi informasi adalah suatu keniscayaan.

Dia tidak bisa kita tahan, namun kita sebagai pengguna dapat berusaha untuk beradaptasi dengannya. Adapun istilah bagi para pemuda yaitu "dengan menggunakan internet kita bisa belajar di rumah, mandiri dalam belajar dan lain lain."

Sehingga timbullah rasa malas atau bahasa bekennya mager karena kita sudah tahu bahwasanya bukan pendidikan saja yang ada pada internet, melainkan terdapat juga permainan online yang dapat merusak mental anak anak dan remaja.

Tidak hanya soal permainan online, yang lebih parahnya lagi anak yang masih dibawah umur sudah mengikuti permainan judi online tersebut. Hingga timbullah perselisihan antara pemain yang dapat mendatangkan anggota kepolisian yang bertindak langsung dan turun tangan ke lapangan untuk mengatasi isu tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved