Literasi Digital Pasbar

Mimpiku dan Keinginan Ayah dan Ibu

Nama saya Viola Ashika, lahir pada 25 Juli 2007 silam dan merupakan anak pertama dari empat saudara. Sekarang ini saya sedang berada di bangku Sekol..

Tayang:
Editor: Fuadi Zikri
Istimewa
Ilustrasi 

Oleh Viola Ashika, siswa SMAN 1 Talamau, Kecamatan Talamau.

 

Nama saya Viola Ashika, lahir pada 25 Juli 2007 silam dan merupakan anak pertama dari empat saudara. Sekarang ini saya sedang berada di bangku Sekolah Menengah Atas tepatnya di SMA Negeri 1 Talamau.

Saya berasal dari keluarga sederhana dan biasanya keluarga dan teman-teman memanggil saya dengan panggilan Ola. Saya bercita-cita ingin menjadi dokter yang memakai baju putih bersih dan bertugas membantu sesama.

Kendati demikian, keadaan keluarga saya tidak baik-baik saja karena Ibu dan ayah saya sudah lama bercerai. Namun saya memutuskan untuk ikut ibu bersama ayah tiri saya.

Walaupun ayah tiri, saya sudah menganggapnya sebagai ayah sendiri karena dia sudah mau menerima kami dan sering memberi nasehat yang baik kepada saya. Dia juga begitu sudah menganggap saya dan adik-adik saya sebagai anak kandungnya.

Untuk diketahui, ayah saya ini sehari-hari bekerja sebagai seorang petani sedangkan ibu sebagai ibu rumah tangga.

Pada suatu sore, saya melihat ayah duduk termenung di kursi sambil bersandar di dinding rumah dengan wajah yang begitu menyatu dengan yang dia renungkan.

Ia tidak berkedip sedikit pun, lalu saya berjalan mendekatinya sambil berkata “Apa yang sedang ayah pikirkan?,” ujarku. Dan ayah menjawab “Tidak ada nak".

Lalu ayah berkata "sekolah yang rajin ya nak, jangan nakal, belajar yang giat, ingat orang tua yang sudah susah payah mencari uang. Kami ingin melihat ola memakai baju dokter dan bergelar dr di depan nama mu nak,” ucapnya.

Lalu aku menjawab "iya yah, semua yang ayah katakan ola turuti, ola akan berusaha dan belajar dengan giat seiring dengan doa dan semangat dari ayah dan ibu,” balasku.

Tiba-tiba ibu datang lalu berkata "bagaimanapun caranya, ola kami kuliahkan, sesusah dan sesulit apapun itu mencari uang, kami akan tetap berusaha sebisa dan semampu kami, asalkan ola benar-benar sekolah,” tambahnya.

Aku pun terdiam, lalu berpikir sebagai seorang petani, pendapatan ayah tidak seberapa. Sekarang SMA sudah banyak membutuhkan biaya apalagi kuliah.

ketika pergi ke sekolah, setiap pagi saya menoleh ke arah Puskesmas Talu sembari lalu berkata dalam hati, ingin rasanya bekerja di tempat itu.

Aku mulai giat belajar dan mulai mengikuti organisasi-organisasi di sekolah serta mengikuti OSN. Mulai hari itulah saya mengembangkan apa yang saya bisa.

Setiap belajar selalu ingat perkataan ayah dan ibu. Setiap kali ingat ayah dan ibu saya semakin semangat belajar. Walaupun kurang biaya dan sering mengalami masalah pembayaran uang sekolah sehingga membuat ayah dan ibu sakit kepala, akan tetapi prestasi-prestasi yang saya dapatkan membuat ibu dan ayah menjadi senang serta bisa mengobati rasa lelahnya mencari uang.

Malam hari aku susah tidur tiba-tiba teringat dengan motivasi yang diberikan ayah dan ibu, yaitu "kalau ingin menjadi orang pintar dan sukses harus semangat. Jangan menyerah.

"Ingat ayah sama ibu tetap ada untuk ola"

Sejak saat itu, saya berniat akan saya buktikan pada ayah dan ibu kalau anak perempuan pertamanya bisa menjadi dokter dan tidak semua anak broken home itu yang gagal.

_____
Baca berita terbaru di Saluran TribunPadang.com dan Google News

 
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved