Kota Bukittinggi
Baznas RI Turunkan Tim Selidiki Masalah Bantuan Beras Bergambar Wali Kota Bukittinggi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menurunkan tim menindaklanjuti kasus beras berlogo foto Wali Kota Bukittinggi Erman Safar.
Penulis: Rahmadisuardi | Editor: Rahmadi
TRIBUNPADANG.COM - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menurunkan tim menindaklanjuti kasus beras berlogo foto Wali Kota Bukittinggi Erman Safar di Sumatera Barat (Sumbar).
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA menyebut pihaknya turunkan tim selidiki dan menindaklanjuti terkait paket bansos lima kilogram beras yang berlabel foto kepala daerah.
Kiai Noor menegaskan, BAZNAS RI selalu mewanti-wanti agar bantuan tidak salah sasaran dan tidak dimanfaatkan untuk kepentingan yang tidak sesuai regulasi.
"Masalah ini juga sedang kami proses dengan menurunkan tim ke lapangan, melibatkan bagian hukum dan audit," ujarnya dilansir dari keterangan resmi Baznas RI, Kamis (14/3/2024).
Menurut Kiai Noor, agar tidak terjadi fitnah maka kasus ini harus diselesaikan secara tuntas dan transparan.
"BAZNAS RI sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang ditugaskan untuk mengelola dana zakat, infak, dan sedekah, memegang teguh prinsip 'Tiga A'," ujar dia.
Baca juga: 8 Contoh Ceramah Singkat Ramadan untuk Anak SD, Mudah Dipahami dan Dihapalkan
Yakni, jelas Kiai Noor, "Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI", serta senantiasa memberikan layanan zakat agar aman dan tepat sasaran.
"Kami selalu berupaya penuh bagaimana menjaga kepercayaan publik. Karena itu menjadi kunci utama menyukseskan berbagai program yang digulirkan BAZNAS RI untuk kesejahteraan umat," ucap dia.
Selain itu, BAZNAS RI berharap kejadian ini tak mengurangi kepercayaan masyarakat dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS RI.
Kiai Noor memastikan pengelolaan dana umat zakat, infak, dan sedekah, yang dikelola BAZNAS RI dilakukan secara transparan dan akuntabel, serta tepat sasaran.
Penjelasan Wako Bukittinggi Erman Safar
Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar menegaskan bahwa bantuan beras tidak ada kaitannya dengan unsur politik.
"Program Bang Wako Peduli adalah program jaminan kesejahteraan sosial dan ekonomi kerakyatan bagi masyarakat Bukittinggi, ini sudah berjalan beberapa tahun dan tidak ada hubungannya dengan politik," katanya, Rabu (13/3/2024).
Erman Safar mengungkapkan pendanaan program sosial yang selama ini diberikan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bukittinggi, APBN, CSR, Baznas, dan partisipasi masyarakat.
Ia menyayangkan program kesejahteraan yang diberikan kepada warga dikaitkan dengan isu politik, terutama menjelang memasuki masa pemilihan kepala daerah (Pilkada).
Baca juga: Baznas Kota Padang Raih Penghargaan di Ajang Baznas Awards 2024, Kategori Penyaluran Terbaik
| Menteri Pariwisata Tinjau Persiapan 100 Tahun Jam Gadang, Widiyanti Putri Kagumi Sejarah Bukittinggi |
|
|---|
| Wagub DKI Rano Karno Dukung Bukittinggi Jadi Daerah Khusus, Sampaikan di UIN Djamil Djambek |
|
|---|
| Libur Lebaran 2026, Kunjungan Wisata Bukittinggi 153 Ribu Orang, Hasilkan PAD Rp3,5 Miliar |
|
|---|
| Residivis Pemerasan Ditangkap di Bukittinggi, Ancam Korban Pakai Pisau dan Rampas Uang serta HP |
|
|---|
| Jadwal Gerakan Pangan Murah Bukittinggi Digelar di Kelurahan, Minyak Goreng Rp18 Ribu per Liter |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Ketua-BAZNAS-RI-Prof-Dr.jpg)