Berita Populer Sumbar

POPULER SUMBAR: Lomba Layang-Layang di Pariaman dan Warga Padang Ditangkap Polisi di Bukittinggi

Sejumlah berita populer TribunPadang.com sepanjang Sabtu (2/12/2023) kembali bisa Anda baca. Ada sejumlah berita populer Sumatera Barat (Sumbar) ...

Tayang:
Editor: Fuadi Zikri
TRIBUNPADANG.COM/RAHMAT PANJI
Perlombaan layang-layang yang diadakan Karang Taruna Desa Rawang, Pariaman Tengah, Kota Pariaman. 

TRIBUNPADANG.COM - Sejumlah berita populer TribunPadang.com sepanjang Sabtu (2/12/2023) kembali bisa Anda baca.

Ada sejumlah berita populer Sumatera Barat (Sumbar) yang terjadi sepanjang akhir pekan kemarin.

Mulai dari berita lomba layang-layang di Pariaman dan warga Padang ditangkap polisi karena mencuri di Bukittinggi.

Berikut selengkapnya berita Populer di Sumbar sepanjang Sabtu (2/12/2023):

1. Merawat Eksistensi Permainan Tradisional Pariaman Lewat Lomba Layang-Layang Aduan

Pasca musim panen, mulai dari anak kecil hingga orang tua sibuk meraut dan merekat layang-layang.

Layang-layang ialah permainan tradisional yang terbuat dari kertas berkerangka yang diterbangkan ke udara dengan memakai tali atau benang.

Ragam macam layang-layang menghiasi langit Kota Pariaman satu bulan terakhir terutama saat sore hari.

Mulai dari layang darek, layang danguang, layang kapak, layang ekor gerai, layang Maco dan lainnya.

Tidak hanya bermain untuk mengisi waktu luang, para pecinta layang-layang juga bisa mengikuti sejumlah perlombaan.

Seperti halnya yang diadakan Karang Taruna Desa Rawang, Pariaman Tengah, Kota Pariaman.

Kepala Desa Rawang, Sukri Heriadi Can, mengatakan perlombaan ini diadakan pihaknya untuk mengakomodir hobi para pecinta layang-layang saat sedang musim layang-layang.

"Kami ingin merawat permainan tradisi masyarakat Pariaman, yang sekarang sudah menjadi hobi," ujarnya.

Permainan layang-layang di Kota Pariaman sudah turun temurun, buktinya pada lomba tersebut, ratusan peserta berasal dari lintas usia.

Meski hanya sebuah permainan tradisi, layang-layang bisa menjadi ajang silaturahmi dan berkumpul bagi masyarakat daerah itu.

Seperti yang disampaikan seorang peserta John Kenedy Azis, yang merasa bernostalgia saat mengikuti lomba ini.

"Saya teringat masa kecil 50 tahun silam, bermain layangan di sawah pasca panen bersama teman menunggu azan Magrib," ujarnya.

Menurutnya layang-layang merupakan permainan tradisi dan budaya yang memiliki nilai positif bagi masyarakat.

Mulai dari meraut hingga menerbangkannya, layang-layang memberi makna kesabaran, ketelatenan dan kreativitas.

Selain itu, saat menerbangkannya bermain layang-layang bisa menghidupkan nilai kebersamaan dan sinergitas antar pemainnya.

John berharap perlombaan seperti ini bisa berkelanjutan, supaya ia bisa bernostalgia dan bersilaturahmi dengan lebih banyak pecinta layang-layang.

Perlombaan layang aduan ini berlangsung di GOR Rawang Kota Pariaman, setelah dilakukan perbaikan oleh Pemko.

Pasca perbaikan itu masyarakat setempat sudah bisa beraktivitas dan meramaikan kembali GOR Rawang, melalui lomba layang aduan jenis layang kapak ini.

Perlombaan yang diikuti ratusan peserta ini memperebutkan hadiah jutaan rupiah.

BACA SELENGKAPNYA DI SINI

2. Warga Padang Mencuri dan Ditangkap Polisi di Bukittinggi

Tim Satreskrim Polsek Bukittinggi mengamankan seorang pria berinisial A (49) di sebuah swalayan di kawasan Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Jumat (1/12/2023).

Kapolsek Bukittinggi, Kompol Zamzami mengatakan pelaku diamankan sekira pukul 22.00 WIB karena mencuri di swalayan tersebut.

Zamzami juga menyebutkan dari data KTP, pelaku merupakan warga Kecamatan Kuranji, Kota Padang. 

Menurut Zamzami, pelaku pertama kali diamankan oleh salah satu anggota Satreskrim Polresta Bukittinggi, kemudian di serahkan kepada Polsek Bukittinggi. 

"Pelaku sebelumnya sudah diamankan oleh anggota reskrim Polresta, kemudian baru diserahkan ke Polsek," kata Zamzami, Sabtu (2/12/2023).

Dari keterangannya, pelaku mengaku sudah tiga kali melancarkan aksinya di swalayan yang sama. 

"Pada tanggal 22 November 2023, pelaku mengaku mencuri sejumlah pewangi ruangan sebanyak 12 buah, pada tanggal 25 November 2023 mencuri susu ukuran besar sebanyak 2 buah dan 1 kg gula pasir. Selanjutnya pada tanggal 1 Desember 2023 pelaku kembali mencuri pewangi mobil sebanyak 12 buah," jelas Zamzami.

"Kalau untuk jumlah kerugiannya diperkirakan lebih kurang Rp3 juta," sambungnya.

Pelaku dan barang bukti berupa satu unit mobil dan beberapa barang hasil curian sudah diamankan ke Polsek Bukittinggi guna proses lebih lanjut. 

BACA SELENGKAPNYA DI SINI

________________
Baca berita TribunPadang.com terbaru di Google News

 

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved