Kabupaten Padang Pariaman
Proyek Cekdam di Padang Pariaman Mangkrak, Satu Korong Terancam Banjir
Proyek rekonstruksi cekdam Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman yang mangkrak membuat satu Korong terancam terendam.
Penulis: Panji Rahmat | Editor: Rahmadi
TRIBUNPADANG.COM, PADANG PARIAMAN- Proyek rekonstruksi cekdam Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman yang mangkrak membuat satu Korong terancam terendam.
Proyek rekonstruksi cekdam ini sudah berjalan selama tiga bulan dari total perencanaan delapan bulan (240 hari).
Sudah tiga bulan pengerjaan, belum juga terlihat progres pengerjaannya. Malah konsultan pelaksanaannya putus kontrak, sehingga dilakukan pergantian konsultan.
Sudah dua pekan sejak pergantian konsultan, malah kondisi cekdam yang terletak di tiga korong (Korong Padang Karambia, Korong Padang Bintuang dan Korong Batang Aia Sungai Limau) ini makin memprihatinkan.
Tokoh masyarakat setempat Afrizal Iskandar mengatakan, kondisi pengerjaan proyek cekdam saat ini membuat bantaran sungai ke arah Korong Padang Karambia terkikis.
Baca juga: Angka Kematian Bayi di Kota Pariaman Melonjak Sejak 2020, Capai 20 Jiwa per 1.000 Kelahiran
"Jadi kalau datang air besar dari hulu dan volume air meningkat maka akan jebol pembatas sungai ke arah Korong Padang Karambia itu," terangnya, Kamis (9/11/2023).
Jika air sungai Batang sungai limau itu bocor maka Korong Padang Karambia akan terendam, bersama pesantren, kantor Polsek Sungai Limau hingga pasar sungai limau.
Ia menyebut masyarakat setempat sangat khawatir jika hal serupa terjadi, karena akan berdampak besar.
"Kami (masyarakat) berharap pemerintah bisa bertindak tegas untuk kelanjutan proyek senilai Rp15.7 M ini," tuturnya.
Mengingat konsultan sebelumnya membiarkan proyek ini mangkrak karena alasan merugi, padahal konsultan tersebut terpilih melalui tender.
Baca juga: Sumbar Masuki Musim Penghujan, BMKG Ingatkan Waspada Bencana Banjir dan Tanah Longsor
Terlebih jika hal serupa ini dibiarkan, maka Pemda akan menelan kerugian lebih besar nantinya, karena banyak sawah terdampak, aliran sungai berpindah dan sejumlah jembatan akan hanyut.
Ketua KAN Sungai Limau Amrinal, mewanti-wanti pemerintah bahwa hanya perlu dua kali volume air sungai naik untuk membuat semua kemungkinan itu terjadi.
"Kondisinya sekarang sangat prihatin, kami ingin ada perhatian dari Pemda untuk mencarikan solusinya," jelasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/kondisi-Proyek-rekonstruksi-Cekdam-Sungai-Limau.jpg)