BERITA POPULER SUMBAR

POPULER SUMBAR: Lubuk Sikaping Pasaman Diterjang Banjir Bandang, Temuan Beras Membal di Bukittinggi

Berita populer Sumbar hari ini: Lubuk Sikaping Pasaman diterjang banjir bandang dan temuan beras membal di Bukittinggi.

Editor: Rizka Desri Yusfita
Istimewa/Tangkapan Layar
Kolase tangkapan layar video viral di Instagram dan WhatsApp Grub yang memperlihatkan seorang perempuan dan pria mereview beras aneh di Bukittinggi, Senin (16/10/2023). Dalam video keduanya menyebut bahwa nasi yang dihasilkan mudah mengeras dan memantul bila dilempar ke lantai. 

TRIBUNPADANG.COM - Berikut berita populer Sumbar selama 24 jam terakhir tayang di TribunPadang.com.

Ada berita tentang Lubuk Sikaping Pasaman diterjang banjir bandang dan temuan beras membal di Bukittinggi.

Simak berita selengkapnya:

1. Lubuk Sikaping Pasaman Diterjang Banjir Bandang 3 Hari Berturut-turut, Ratusan Warga Terdampak

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman mencatat ada ratusan warga di Nagari Durian Tinggi, Lubuk Sikaping, Pasaman terdampak banjir sejak Sabtu (14/10/2023) hingga Senin (16/10/2023).

Kalaksa BPBD Pasaman, Alim Bazar menyebut ada sekitar 103 kepala keluarga atau 237 jiwa terdampak banjir bandang yang terjadi tiga hari berturut-turut tersebut.

Banjir bandang itu terjadi di tiga jorong yakni Jorong Tampang sebanyak 31 kepala keluarga atau 71 jiwa, Jorong Kampung Lua sebanyak 47 kepala keluarga atau 89 jiwa dan Jorong Kampung Lintang sebanyak 25 kepala keluarga atau 77 jiwa.

“Kita telah berupaya melakukan langkah-langkah membantu korban banjir bandang,” kata Alim.

Baca juga: Lubuk Sikaping Pasaman Diterjang Banjir Bandang 3 Hari Berturut-turut, Ratusan Warga Terdampak

Ia menyebut salah satu langkah yang dilakukan pihaknya ialah membersihkan material yang menyumbat aliran air di Sungai Batang Paninggalan, Pasar Lama, Lubuk Sikaping.

Di aliran itu banyak material kayu yang menghambat aliran air di bawah jembatan. Petugas kesulitan membersihkan karena selain debit air masih tinggi juga sedimen tanah yang dibawa membuat saluran menjadi sempit.

Menurutnya material yang menghambat aliran itu harus segera dibersihkan karena jika curah hujan tinggi dan air sungai kembali naik maka air akan kembali meluap ke badan jalan dan rumah warga.

Selain berupaya membersihkan material di bawah jembatan, pihaknya juga membersihkan aliran air menuju Sungai Batang Panapa untuk mengurangi hantam air di jembatan itu.

Baca juga: POPULER SUMBAR: Kebakaran Tewaskan Kepala Jorong di Sijunjung dan Viral Video Beras Tak Biasa

Ia mengatakan selain berupaya membersihkan material penghambat aliran air pihaknya juga memberikan bantuan kepada warga terdampak untuk membersihkan tanah lumpur yang dibawa oleh banjir.

"Kita segera menyalurkan kebutuhan pokok atau pangan bagi warga terdampak. Sebab saat banjir pada umumnya peralatan rumah tangga warga terendam," katanya.

Di antara upaya yang dilakukan adalah mengevakuasi warga ke tempat yang aman, mendirikan posko pengungsi dan pembersihan material banjir.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved