Banjir di Pasaman

Lubuk Sikaping Pasaman Diterjang Banjir Bandang 3 Hari Berturut-turut, Ratusan Warga Terdampak

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman mencatat ada ratusan warga di Nagari Durian Tinggi, Lubuk Sikaping, Pasaman terdampak banjir seja..

Penulis: Panji Rahmat | Editor: Fuadi Zikri
Istimewa/BPBD Pasaman
Penampakan banjir bandang yang menerjang Lubuk Sikaping, Pasaman, Sumatera Barat, Senin (16/10/2023). 

TRIBUNPADANG.COM, PASAMAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman mencatat ada ratusan warga di Nagari Durian Tinggi, Lubuk Sikaping, Pasaman terdampak banjir sejak Sabtu (14/10/2023) hingga Senin (16/10/2023).

Kalaksa BPBD Pasaman, Alim Bazar menyebut ada sekitar 103 kepala keluarga atau 237 jiwa terdampak banjir bandang yang terjadi tiga hari berturut-turut tersebut.

Banjir bandang itu terjadi di tiga jorong yakni Jorong Tampang sebanyak 31 kepala keluarga atau 71 jiwa, Jorong Kampung Lua sebanyak 47 kepala keluarga atau 89 jiwa dan Jorong Kampung Lintang sebanyak 25 kepala keluarga atau 77 jiwa.

“Kita telah berupaya melakukan langkah-langkah membantu korban banjir bandang,” kata Alim.

Ia menyebut salah satu langkah yang dilakukan pihaknya ialah membersihkan material yang menyumbat aliran air di Sungai Batang Paninggalan, Pasar Lama, Lubuk Sikaping.

Di aliran itu banyak material kayu yang menghambat aliran air di bawah jembatan. Petugas kesulitan membersihkan karena selain debit air masih tinggi juga sedimen tanah yang dibawa membuat saluran menjadi sempit.

Menurutnya material yang menghambat aliran itu harus segera dibersihkan karena jika curah hujan tinggi dan air sungai kembali naik maka air akan kembali meluap ke badan jalan dan rumah warga.

Lubuk Sikaping Pasaman Diterjang Banjir Bandang 3 Hari Berturut-turut
Warga bersama petugas membersihkan material sisa-sisa banjir bandang di Lubuk Sikaping, Pasaman, Sumatera Barat.

 

Baca juga: Ruko Hanyut dan Jembatan Rusak Akibat Banjir Bandang di Padang Pariaman, Warga Minta Perhatian Pemda

Selain berupaya membersihkan material di bawah jembatan, pihaknya juga membersihkan aliran air menuju Sungai Batang Panapa untuk mengurangi hantam air di jembatan itu.

Ia mengatakan selain berupaya membersihkan material penghambat aliran air pihaknya juga memberikan bantuan kepada warga terdampak untuk membersihkan tanah lumpur yang dibawa oleh banjir.

"Kita segera menyalurkan kebutuhan pokok atau pangan bagi warga terdampak. Sebab saat banjir pada umumnya peralatan rumah tangga warga terendam," katanya.

Di antara upaya yang dilakukan adalah mengevakuasi warga ke tempat yang aman, mendirikan posko pengungsi dan pembersihan material banjir.

Ia mengimbau warga tetap waspada terhadap banjir susulan karena cuaca saat ini masih ekstrem dan hujan bisa datang secara tiba-tiba.

Banjir bandang di pusat ibu kota Kabupaten Pasaman itu sudah terjadi tiga hari berturut-turut sejak Sabtu (14/10/2023) hingga Senin (16/10/2023) karena dipicu hujan deras mengakibatkan air sungai meluap

Masyarakat setempat, Yayang (40) mengatakan, hujan sudah tiga hari berturut-turut mengguyur daerah tersebut dan menyebabkan banjir bandang.

"Alhamdulillah hari ini sudah aman, banjir sudah surut tinggal membersihkan rumah yang terdampak," terangnya.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved