Banjir di Pasaman Barat

3 Rumah Warga di Ranah Batahan Pasaman Barat Hanyut Terbawa Arus Sungai, 5 Lainnya Rusak Berat

Banjir menghanyutkan rumah warga di Air Napal Nagari Batahan Barat Kecamatan Ranah Batahan, Pasaman Barat, Kamis (21/9/2023).

Penulis: Rima Kurniati | Editor: Rizka Desri Yusfita
istimewa
Banjir menghanyutkan rumah warga di Air Napal Nagari Batahan Barat Kecamatan Ranah Batahan, Pasaman Barat, Kamis (21/9/2023). 

TRIBUNPADANG.COM, PASAMAN BARAT- Banjir menghanyutkan rumah warga di Air Napal Nagari Batahan Barat, Kecamatan Ranah Batahan, Pasaman Barat, Kamis (21/9/2023).

Kabid Pencegahan dan kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Barat Zulkarnain mengatakan hujan deras mengakibatkan aliran air sungai memutar ke pemukiman masyarakat.

Akibatnya tiga rumah warga hanyut terbawa arus sungai dan lima rumah warga lainnya rusak berat.

"Rumah hanyut 3 unit dan rumah rusak berat 5 unit," ujar Zulkarnain saat dihubungi Jumat (5/9/2023).

Baca juga: Banjir Landa Pasaman Barat, Ratusan Rumah di Lima Kecamatan Terendam hingga Ketinggian 1 Meter

Zulkarnain mengatakan hingga kini belum ada laporan korban jiwa akibat banjir ini.

Selain itu, saat ini tim reaksi cepat BPBD juga sedang mendirikan tenda dan dapur umum untuk masyarakat setempat.

"Pemasangan tenda dapur umum sedang dilaksanakan di koordinir oleh Camat Ranah Batahan," ujarnya

Zulkarnain mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, karena berdasarkan prakiraan BMKG hujan deras masih melanda beberapa hari ke depan. 

Baca juga: Ruko Hanyut dan Jembatan Rusak Akibat Banjir Bandang di Padang Pariaman, Warga Minta Perhatian Pemda

Sebelumnya, hujan deras yang melanda Pasaman Barat mengakibatkan ratusan rumah di lima kecamatan direndam banjir.

Kabid Pencegahan dan kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Barat Zulkarnain mengatakan banjir terjadi di beberapa jorong di lima kecamatan yaitu Ranah Batahan, Koto Balingka, Sungai Beremas, Lembah Melintang dan Sungai Aur.

Namun banjir yang merendam sejak Kamis (21/9/2023) itu terparah terdapat pada kecamatan Ranah Batahan dan Koto Balingka.

"Di Ranah Batahan lebih kurang 200 unit rumah terdampak," ujar Zulkarnain, saat dihubungi, Jumat (22/9/2023).

Menurutnya, ketinggian air di Ranah Batahan sampai satu meter pada Kamis (21/9/2023) malam. 

Namun kondisi saat ini air sudah mulai menyusut dan kondisinya sudah mulai kembali normal.

Ia menambahkan, terdapat 200 Kartu Keluarga (KK) terdampak, yakni 70 KK di Jorong Sukaramai, 50 KK di Jorong Air Jernih, dan Jorong Tanah Datar 95 KK.

Selain merendam rumah, lebih kurang 100 hektar sawah masyarakat di Ranah Batahan ikut terdampak.

"Kalau di Koto Balingka ketinggian airnya mulai menyusut juga, cuman ketinggian airnya masih lumayan," ujarnya.

Zulkarnain menambahkan hingga saat ini Tim TRC sedang di lapangan dalam melakukan asesmen terhadap kejadian bencana tersebut. (*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved