Kabupaten Solok Selatan
Kabut Asap Menebal, Pemkab Solsel Imbau Masyarakat untuk Kurangi Aktifitas di Luar Rumah
Pemkab Solsel rekomendasikan masyarakat untuk mulai menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah
Penulis: rilis biz | Editor: Emil Mahmud
PEMERINTAH Kabupaten Solok Selatan merekomendasikan masyarakat untuk mulai menggunakan masker.
Hal ini dilakukan sebagai dampak dari kabut asap kebakaran lahan yang sampai ke Solok Selatan.
Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman, Lingkungan Hidup, dan Perhubungan Solok Selatan Wirnoveri mengatakan dampak dari kebakaran hutan dan lahan semakin terasa dan wilayah Solok Selatan kian berkabut.
“Untuk rekomendasi kesehatan atas keadaan ini adalah mengurangi aktivitas di luar rumah, menutup jendela untuk menghindari masuknya udara kotor, dan untuk kelompok sensitif disarankan memakai masker,” kata Wirnoveri dalam keterangannya, Selasa (5/9/2023).
Menurut hasil pemantauan Dinas Perumkim, LH, & Perhubungan pagi ini hasil pemantauan Indeks Kualitas Udara (AQI) menggunakan aplikasi IQAir telah mencapai angka 164, ini berarti kualitas udara di Solok Selatan tidak sehat.
Meski hingga sore ini angka tersebut terus turun, namun rekomendasi untuk menggunakan masker masih dianjurkan, terutama untuk kelompok masyarakat sensitif.
Baca juga: Tetap Produktif dan Bugar Melalui Gelaran CFD Solok Selatan
Hasil pada aplikasi ini mengukur Particulate Matter 2.5 atau PM 2.5 yaitu partikel udara yang berukuran kecil dari atau sama dengan 2.5 μm (mikrometer).
Pada angka AQI 164, PM2.5 menunjukkan level 80,2 μm/meter kubik. Angka ini jauh di ambang batas yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). (rls)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/KAbut-Asap-Solok-Selatan.jpg)