Banjir di Sumbar
Lebih Dari Setengah Padang Pariaman Terendam Banjir, Total 17 Kecamatan
Hujan intensitas tinggi melanda Padang Pariaman, sejak Kamis (13/7/2023) sore, membuat lebih dari setengah daerah itu terendam banjir, Jumat (14/7/202
Penulis: Panji Rahmat | Editor: Rahmadi
Hingga saat ini kondisi banjir sudah mulai surut namun warga masih mengungsi.
Warga Dievakuasi
Akibat dari banjir, sejumlah warga harus dievakuasi oleh BPBD, SAR dan TNI. Proses evakuasi itu berlangsung sejak pukul 09.00 WIB.
Wali Nagari Kampuang Galapuang Ali Waldana, mengatakan, evakuasi dilakukan oleh BPBD menggunakan perahu karet.
Evakuasi dilakukan pada sejumlah warga yang rumahnya sudah terendam air sampai 200 cm.
"Evakuasi itu difokuskan di Korong Rajang, karena disana sudah seluruh rumah terendam banjir," jelasnya.
Selain evakuasi oleh BPBD, warga setempat menurutnya juga sudah melakukan evakuasi mandiri.
Baca juga: Banjir di RSUP M Djamil Padang, 12 Pasien Sempat Dievakuasi ke Lantai Dua
Warga yang sudah langganan terendam banjir ini menyelamatkan diri ke tempat lebih tinggi di Surau Nur Hidayah.
Saat ini kondisi air masih belum surut sejumlah warga masih berada di lokasi pengungsian.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 163 KK terdampak banjir setinggi 50 cm hingga 200 cm di Kampuang Galapuang, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Jumat (14/7/2023).
Wali Nagari Kampuang Galapuang Ali Waldana, mengatakan, banjir ini melanda 2 dari empat Korong di nagarinya.
"Korong yang terdampak itu Korong Baruah dan Korong Rajang," jelasnya.
Dari kedua Korong itu, Korong Rajang menerima banjir terparah, seluruh rumah di Korong itu terendam banjir. Sedangkan Korong Baruah hanya 5 rumah yang tidak terdampak.
Kondisi terkini air saat ini masih belum surut, sejumlah warga sudah dievakuasi oleh BPBD Padang Pariaman.
Genangan air tersebut berasal dari aliran batang Ulakan yang meluap sejak dini hari tadi.
Baca juga: Kapal Terdampar Masih Tersandar di Pantai Dekat Masjid Al Hakim Padang, Warga Ramai Nonton
Air Batang Ulakan itu meluap setelah terjadi hujan identitas tinggi sejak Kamis (13/7/2023) sore.
Beberapa diantaranya juga sudah melakukan evakuasi mandiri ke Surau Nur Hidayah.
Menurut Wali Nagari ini adalah banjir kedua yang terjadi di tahun 2023. Dua Korong tersebut katanya merupakan langganan banjir setiap tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Hujan-intensitas-tinggi-melanda-Padang-Pariaman-sejak-Kamis-137202.jpg)