Sekolah Kekurangan Murid
Sekolah Negeri di Padang Kekurangan Murid, Pengamat Pendidikan: Perlu Strategi Marketing
Sekolah Negeri di Padang banyak kekurangan murid, misalnya SDN 23 Lolong, Kecamatan Padang Utara yang hanya menerima dua murid tahun ini. Erianjoni ..
Penulis: Rima Kurniati | Editor: Fuadi Zikri
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Sekolah Negeri di Padang banyak kekurangan murid, misalnya SDN 23 Lolong, Kecamatan Padang Utara yang hanya menerima dua murid tahun ini.
Pengamat pendidikan Sumatera Barat (Sumbar), Erianjoni menilai sebelum menentukan sekolah anaknya, orang tua terlebih dahulu survey ke sekolah-sekolah untuk melihat kondisi sekolah, termasuk pertimbangan akses jalan untuk kemudahan transportasi.
Menurutnya, terdapat beberapa penyebab kekurangan murid pada sejumlah sekolah negeri di Kota Padang. Alasan pertama karena sekolah berdekatan.
Baca juga: Nyaris Tak Ada yang Daftar, SD Negeri di Kota Padang Hanya Dapat 2 Murid Baru
Selain itu, banyak orang tua yang pilih memasukkan anak ke sekolah Islam Terpadu (IT). SD IT banyak dipilih karena hadir dengan konsep sekolah sambil mengaji. Dengan begitu anak punya waktu istirahat lebih banyak.
"Penyebab lainnya, ada kecenderungan orang tua menyekolahkan anaknya ke sekolah yang lebih ramai siswanya, karena sekolah yang favorit dianggap memiliki fasilitas dan kualitas yang lebih baik," ujar Erianjoni, Rabu (12/7/2023)
Sementara penyebab kekurangan murid pada SDN 23 Lolong, Kecamatan Padang Utara, menurut Erianjoni tak ada pengaruh ketakutan orang tua pada ancaman Tsunami.
"Sekolah-sekolah lain yang juga berada di zona merah tetap banyak diminati," katanya.
Untuk itu, Ia menyarankan agar sekolah memiliki strategi marketing untuk mendapatkan siswa.
Caranya bisa dengan promosi ke Taman Kanak-Kanak (TK) dan sosialisasi pada orang tua.
Baca juga: Dampak Sistem Zonasi, 20 Anak di Nanggalo Padang Belum Dapat Sekolah, Berharap Dapat SMA Negeri
"Artinya sekolah yang sulit siswa harus jemput bola," katanya.
Selain itu, kata Erianjoni, Dinas Pendidikan Kota Padang harus proaktif dalam memecahkan masalah ini, mencarikan solusi agar siswa mau mendaftar ke sekolah-sekolah yang memiliki siswa yang sepi tersebut.
"Sekalian melakukan evaluasi pada sekolah yang bersangkutan menyangkut isu atau masalah ini," ujarnya.
________________
Baca berita TribunPadang.com terbaru di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/SDN-23-Lolong-hanya-menerima-dua-orang-peserta-didik-baru-tahun-ajaran-2023-2023.jpg)