Gempa Hari Ini
Yogyakarta Diguncang 44 Kali Gempa Susulan, Terbesar M 4,2 hingga Sabtu Pagi
Gempa bumi susulan masih mengguncang Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hingga, Sabtu (1/7/2023).
"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," kata Daryono dalam keterangan tertulisnya.
Baca juga: Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto: Padang Harus Punya Tata Ruang Mitigasi Gempa
1 Meninggal 11 Luka-Luka
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY melaporkan data sementara akibat gempa 6,4 M tersebut.
Lewat unggahan media sosial twitter, BPBD DIY melaporkan ada satu orang meninggal dunia dan 11 orang luka-luka.
Satu orang yang meninggal dunia merupakan warga Kabupaten Bantul, DIY, berinisial S perempuan berusia 67 tahun.
Korban meninggal dunia disebabkan karena kaget yang mengakibatkan serangan jantung hingga berujung meninggal dunia.
Kondisi ini dilaporkan hingga pukul 23.30 WIB.
"Update sementara data korban jiwa gempa Bumi wilayan DIY. Kabupaten Bantul 5 luka, 1 meninggal dunia, Kabupaten Gunungkidul 3 luka, dan Kabupaten Sleman 3 luka," tulis akun Twitter @TRCBPBDDIY.
Gempa ini dirasakan sampai Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Jawa Barat.
Sejumlah rumah hingga fasilitas umum seperti tempat ibadah, sekolah, pemerintah, kesehatan maupun jaringan listrik mengalami kerusakan.
Baca juga: Gempa Bumi Mentawai Terjadi Akibat Subduksi Lempeng Indo-Australia Menunjam Lempeng Eurasia
Penyebab Gempa Bumi
Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG, Daryono, mengungkapkan penyebab gempa yang mengguncang gempa di Bantul.
Ia mengatakan, gempa bumi di Bantul terjadi lantaran adanya aktivitas subduksi antara Lempeng Indo-Australia dan Eurasia.
"Gempa bumi yang terjadi merupakan gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia dan Eurasia," terang Daryono dalam kterangan yang diterima Tribunnews.com, Jumat.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan, gempa bumi di Bantul memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Update BMKG: Catat 44 Kali Gempa Susulan Guncang Bantul, Terbesar M 4,2,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Gunungkidul-Rusak-Parah-Akibat-Gempa-di-Bantul-Jumat-3062023-malam.jpg)