Arti Kata

Makna Kata Body Shaming, Jenis-jenisnya Beserta Dampak Buruk yang Ditimbulkan

Aksi body shaming sering terjadi di kehidupan sehari-hari. Bahkan banyak publik figur mengalami hal ini.

Tayang:
Editor: Rahmadi
TribunJatim.com
Ilustrasi body shaming. Simak arti kata body shaming, jenis-jenisnya beserta dampak buruk. 

TRIBUNPADANG.COM - Simak apa arti kata body shaming yang sering dibahas di media sosial.

Aksi body shaming sering terjadi di kehidupan sehari-hari. Bahkan banyak publik figur mengalami hal ini.

Body shaming adalah sikap yang buruk, namun tanpa sadar kerap terlontar dari mulut seseorang.

Terkadang, pelaku bakal mengelak dengan dalih 'bercanda' saat melakukan aksi body shaming.

Lantas, apa arti kata body shaming?

Selain itu apa pula dampak buruk body shaming bagi para korban!

Baca juga: Arti Kata Jet Lag dalam Bahasa Gaul, Rasa Kantuk di Siang hari

Arti Kata Body Shaming

Setiap manusia terlahir dengan kondisi tubuh yang berbeda-beda. Ada orang yang terlahir dengan tubuh kurus, tinggi, pendek, gemuk dan sebagainya.

Perbedaan ini memicu lahirnya celaan, komentar, atau kritik terhadap fisik seseorang. Celaan tersebut dikenal dengan istilah body shaming.

Body shaming sendiri tidak hanya terjadi pada kaum wanita, tetapi pria juga mengalaminya.

Ada beberapa orang mengatakan bahwa alasan melakukan body shaming karena untuk mencairkan suasana, mengundang tawa, hanya iseng, hingga memang ingin menghina.

Namun yang kelas, perilaku ini bisa menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan mental.

Body shaming sama seperti bullying, biasanya body shaming terjadi dengan orang terdekat, seperti orang tua, saudara, teman, bahkan orang yang tidak dikenal.

Orang yang melakukan body shaming biasanya beragam, ada yang terang-terangan mengkritik penampilan tubuh seseorang, membandingkan bentuk ukuran tubuh dengan orang lain, dan lainnya.

Baca juga: Arti Kata My Crush dalam Bahasa Gaul, Merujuk pada Ketertarikan Romantis

Jenis body shaming

1. Berat badan

Biasanya banyak yang memperbincangkan tentang hal tersebut, ada yang terlalu kurus atau gemuk.

Alasan utama seseorang mengalami body shaming adalah karena berat badan mereka, seseorang mungkin merasa malu karena bentuk tubuh mereka terlalu gemuk atau kurus.

Melakukan body shaming tentang berat badan yang terlalu gemuk/besar dinamakan fat shaming.

Sementara itu, orang yang melakukan body shaming kepada seseorang dengan badan yang kurus/kecil dinamakan skinny shaming.

2. Warna kulit

Sering sekali warna kulit menjadi perbincangan orang-orang. Di Indonesia, standar kecantikan itu berkulit putih, maka dari itu banyak orang yang memaksakan diri mengubah warna kulitnya agar dianggap cantik.

Untuk seseorang yang berkulit coklat biasanya sering menjumpai body shaming, seperti “Gosong banget”, “Ih kulitnya kelihatan dekil”, dan lain-lain.

3. Wajah

Seorang mungkin pernah mendapat komentar body shaming tentang wajah. Body shaming wajah dianggap sepele seperti, hidung pesek, pipi tembam, mata yang tidak simetris, hingga kulit berjerawat.

Standar wajah cantik atau tampan itu memiliki wajah yang sempurna seperti, hidung mancung, pipi tidak tembam, mata simetris, hingga kulit mulus.

Sebenarnya, tidak ada bentuk wajah yang baik dan buruk karena bentuk wajah tersebut memiliki makna dan fungsi masing-masing.

Nah Sahabat Sonora, body shaming harus dihentikan dari sekarang. Tidak ada bentuk tubuh yang sama pada setiap orang.

Kecantikan seharusnya tidak dipandang dari bentuk fisik, melainkan dari kepribadian seseorang.

Baca juga: Arti Kata My Crush dalam Bahasa Gaul, Merujuk pada Ketertarikan Romantis

Dampak buruk body shaming pada kesehatan mental

Setiap komentar negatif tentang bentuk dan ukuran tubuh seseorang bisa sangat merusak kesehatan mental seseorang.

Melansir Healthshot, berikut tiga efek buruk body shaming pada kesehatan mental yang perlu kamu waspadai:

Depresi

Body shaming dapat menyebabkan seseorang mengalami depresi, terutama pada kalangan anak muda.

Tindakan ini awalnya melukai harga diri seseorang.

Setelah itu, korban bisa merah, putus asa, dan bahkan membenci tubuhnya sendiri.

Jika emosi negatif ini tidak mendapatkan pertolongan medis yang tepat, tidak menutup kemungkinan korban yang sudah depresi jadi punya keinginan untuk bunuh diri.

Gangguan makan

Efek body shaming lainnya juga dapat memicu gangguan makan seperti bulimia dan anoreksia.

Tindakan body shaming bisa mendorong psikologis seseorang untuk emoh menjaga berat badan yang sehat. Korban body shaming yang diolok gendut atau ceking bisa saja frustasi dan justru makan semakin berlebihan.

Atau, kondisi ini juga bisa bikin korban sama sekali emoh makan sampai mengalami kurang gizi (malnutrisi) berat.

Baca juga: Arti Kata Elektabilitas, Istilah yang Sering Muncul Terkait Politik Jelang Pemilu 2024

Gangguan kecemasan sampai serangan panik

Korban yang terus-menerus mengalami body shaming lambat laun bisa mengasihani diri sendiri sampai harga dirinya luntur dan tidak percaya diri.

Korban bisa memandang dirinya tidak berharga, tidak layak bahagia, atau tidak punya kehormatan, membuat korban menarik diri dari lingkar sosial, dan memilih mengisolasi diri sendiri.

Jika tidak segera mendapatkan pertolongan medis, korban bisa mengalami gangguan kecemasan parah dan memicu serangan panik.

Mengingat besarnya dampak buruk body shaming bagi kesehatan mental, mulai sekarang setop perilaku tidak terpuji ini.

Setiap orang berhak merasa nyaman dan percaya diri dengan bentuk serta ukuran tubuhnya.

Jika kamu mendapati orang sekitar menjadi pelaku, jangan hanya tinggal diam tapi ingatkan efek buruknya.

Apabila kamu menemukan body shaming di media sosial, segera laporkan agar platform tersebut segera merespons dan mengontrol konten negatif itu.

Jika kamu merasa menjadi korban body shaming dan merasa tidak nyaman, pertimbangkan untuk bicara dengan orang terdekat sampai profesional kesehatan mental.

 

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Arti Kata Body Shaming, Perilaku Tak Baik Sering Disebut 'Candaan', Istilah Gaul Viral di Medsos, \

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved