Kebakaran di Padang Pariaman
Anggap Orang Tua Pilih Kasih, Pemuda di Padang Pariaman Bakar Rumah Sendiri
pemuda membakar rumahnya karena menganggap orang tua pilih kasih di Kampuang Pinang, Nagari Batu Gadang Kuranji Hulu, Kecamatan Sungai Geringging, Kab
Penulis: Panji Rahmat | Editor: Rahmadi
TRIBUNPADANG.COM, PADANG PARIAMAN - Seorang pemuda membakar rumahnya karena menganggap orang tua pilih kasih di Kampuang Pinang, Nagari Batu Gadang Kuranji Hulu, Kecamatan Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman.
Rumah tersebut merupakan rumah orang tuanya tempat pelaku berinisial RH (22) bersama keluarganya tinggal.
Kejadian ini berlangsung pada Sabtu (10/6/2023) sekira pukul 10.30 WIB.
Kapolres Kota Pariaman AKBP Abdul Azis mengatakan, pelaku membakar rumah tersebut saat penghuni sedang tidak di tempat.
“Alasan pelaku membakar rumah lantaran orang tua pilih kasih dan tidak memenuhi keinginannya,” ungkap AKBP Abdul Azis, Rabu (14/6/2023).
Baca juga: Kronologi Kebakaran di Lubuk Begalung Padang, Diduga Api Berasal dari Toko Barang Harian
Ulah pelaku ini terungkap setelah pihaknya melakukan penyelidikan pasca kebakaran.
Mulanya, ibu pelaku melaporkan rumahnya terbakar karena korsleting listrik, ternyata dibakar oleh anaknya sendiri.
Penyelidikan polisi ini menemui titik terang, sewaktu pelaku terlihat santai saat api melahap rumah tempat ia dan keluarganya tinggal.
Beberapa saksi menyebut pelaku sangat santai dan tidak terlihat cemas atas musibah itu.
Polisi yang melakukan penyelidikan, mendapatkan keterangan saksi bahwa pelaku terlihat keluar dari dalam rumah sebelum api membesar. Keterangan tersebut didalami polisi termasuk dengan meminta keterangan RH.
Baca juga: Kebakaran di Padang Sumbar Hanguskan 7 Bangunan dan 2 Sepeda Motor, Kerugian Capai Rp1 Miliar
Belakangan pelaku mengakui bahwa memang dirinya yang membakar rumah tersebut.
“Pelaku mengakui perbuatannya dengan sengaja membakar rumah tanpa paksaan dari pihak manapun," jelas Kapolres.
Kronologi pembakaran, berlangsung dari kamarnya. RH dengan sadar membakar kasurnya.
Saat api sudah mulai membesar ia pergi ke luar rumah, seolah rumah itu tidak ada orang sewaktu kebakaran berlangsung.
“Alasannya karena orang tua pilih kasih dan tidak memenuhi keinginannnya,” tutur Kapolres.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Pemuda-berinisial-RH-22-pelaku-pembakaran-r.jpg)