DPRD Provinsi Sumbar
Ketua DPRD Sumbar Soroti Fenomena Sosial Menyimpang Hingga Potensi Wisata Peradaban Tertua
Ketua DPRD Sumbar Supardi soroti sejumlah fenomena sosial menyimpang yang marak terjadi di daerah sekitar Luhak Limapuluh, Kamis (25/5/2003)
Penulis: rilis biz | Editor: Emil Mahmud
KETUA DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Supardi menyorot sejumlah fenomena sosial menyimpang yang marak terjadi di daerah sekitar Luhak Limapuluh yaitu Payakumbuh dan Limapuluh.
Hal tersebut meliputi napza hingga hingga orientasi seksual terhadap sesama jenis (LGBT-red).

Pembukaan Pilar-Piliar Sosial Angkatan Ke-II berlangsung Khidmat
Sorotan itu diungkapkan Supardi saat membuka pertemuan Pilar-Pilar Sosial Angkatan Ke-II Kabupaten Limapuluhkota yang dilaksanakan selama tiga hari (24-26/5) di Hotel Hotel Grand Malindo, Bukittinggi.
"Payakumbuh dan Limapuluh Kota merupakan daerah serumpun, namun persoalan narkotika harus menjadi perhatian dimana tingkat peredaran nya cukup tinggi. Paling mengkhawatirkan itu adalah lem, bahkan ribuan pelajar pun terindikasi menggunakan lem dalam kenakalan nya," kata Supardi.
Dia mengatakan, lem memiliki daya rusak yang lebih berbahaya dibanding narkoba, bahkan langsung menyerang sel-sel organ vital seperti otak dan darah. Obatnya pun belum ada hingga sekarang termasuk tempat rehabilitasi pencandu lem.
Begitupun perkembangan LGBT di Payakumbuh dan Limapuluhkota, meskipun secara persentase tidak signifikan namun harus diwaspadai, penyimpangan orientasi seksual seperti LGBT tidak bisa ditebak bahkan yang berasal dari keluarga baik-baik bisa mengidap penyakit itu.
" Jadi merebatnya LGBT gampang, jika sekarang satu, besok bisa dua bahkan sepuluh, " katanya
Baca juga: Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Supardi Buka Resmi, Bimtek Relawan Penyuluhan Sosial Masyarakat
Dia mengatakan harus diakui bahwa LGBT merupakan suatu fenomena atau gejala sosial, karena telah bertentangan dengan norma-norma dan nilai-nilai, baik itu agama, budaya maupun nilai-nilai Pancasila sebagai dasar falsafah hidup bangsa.
Untuk Diketahui menurut data yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia beberapa waktu lalu, Sumbar di posisi kelima dengan jumlah LGBT terbanyak, terdapat kurang lebih 18 ribu orang yang tercatat sebagai LGBT.

Sementara itu, terkait Narkotika Kepolisian Daerah (Polda) Sumbar mencatat kasus penyalahgunaan narkoba yang berhasil diungkap pada tahun 2022 mengalami kenaikan dibanding pada tahun lalu.
Sepanjang tahun 2022 pihaknya 1.151 kasus penyalahgunaan narkoba dan ada 1.518 tersangka yang ditangkap. Sementara pada 2021 pihaknya mengungkap 1.044 kasus dan menangkap 1.444 tersangka.
Dia menjelaskan, pelatihan Pilar-Piliar Sosial angkatan kedua difokuskan kepada Kecamatan Bukit Barisan, Kabupaten Limapuluhkota.
Pada kesempatan tersebut Supardi juga mengajak masyarakat untuk mengoptimalkan potensi daerah yang ada di Kecamatan Bukit Barisan, salah satu Nagari Baruah Gunung atau Koto Tinggi yang memiliki sumber daya alam jeruk yang telah tersebar di seluruh Indonesia.
BK DPRD Provinsi Sumbar dan BK DPRD Kota Tanjung Pinang Bahas Sejumlah Hal-Hal Strategis |
![]() |
---|
Supardi : Sarana dan Fasilitasi DPRD Sumbar Semakin Baik dan Menarik |
![]() |
---|
Menjaga Marwah Masyarakat, DPRD Sumbar Terbaik Dalam Keterbukaan Informasi Publik |
![]() |
---|
Ketua DPRD Sumbar : Pentingnya Literasi Untuk Kemajuan, dan Kesejahteraan Masyarakat |
![]() |
---|
Lepas JCH Kloter Terakhir, Irsyad Syafar Minta Doa Terbaik Demi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.