Harimau di Solok Selatan

Harimau Terkam 2 Kerbau Milik Warga di Solok Selatan, Satu Mati Satu Lagi Luka-Luka

Konflik Harimau Sumatera dengan warga kembali terjadi lagi di Sumatera Barat.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Nandito Putra | Editor: Rahmadi
istimewa
Ternak warga korban serangan harimau di Jorong Koto Rambah, Nagari Lubuak Gadang Utara, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, Sabtu (9/3/2023). 

TRIBUNPADANG.COM, SOLOK SELATAN - Konflik Harimau Sumatera dengan warga kembali terjadi lagi di Sumatera Barat (Sumbar).

Pada Sabtu (4/3/2023) lalu, dua ekor ternak warga dilaporkan diterkam harimau Sumatra di Jorong Koto Rambah, Nagari Lubuak Gadang Utara, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan.

Wali Nagari Lubuak Gadang Utara Joni Pardilo, membenarkan informasi tersebut.

Joni mengatakan, dua ekor kerbau milik warga diterkam harimau sekira pukul tiga sore.

Dari dua ekor kerbau tersebut, satu di antaranya tewas dan dimakan harimau pada bagian paha belakang.

Baca juga: Bunyi-bunyian dari Badia Batuang, Metode Lokal untuk Usir Harimau di Sumbar

Kemudian satu ekor lagi mengalami luka-luka pada bagian kaki.

"Satu ekor kerbau yang selamat saat ini masih sakit karena luka diterkam harimau, sedang diobati," katanya saat dihubungi dari Solok, Kamis (9/3/2023).

Joni mengatakan lokasi ternak itu memang berada di dekat kawasan hutan di Nagari Sangir. Kemunculan harimau di lokasi yang sama, kata dia, sudah terjadi dua kali.

"Dalam bulan kemarin ada juga satu ekor sapi yang diterkam dan mati, tetapi tidak sempat dimangsa oleh harimau," katanya.

Joni mengatakan, berdasarkan pengakuan warga, harimau yang memangsa ternak warga pada Sabtu lalu itu merupakan harimau yang sama, yang menerkam sapi milik warga.

Baca juga: Harimau Terkam Sapi di Salareh Aia Agam, Lokasi Berdekatan dengan Hutan Habitat Harimau Sumatera

Kendati demikian, ia mengatakan saat ini warga masih saja menautkan ternak kerbaunya di tanah lapang dekat dengan rimba.

"Ya masyarakat di sini memang seperti itu budaya beternaknya, tidak dikandangkan, tetapi dibiarkan di tanah lapang," katanya.

Joni menambahkan, atas kemunculan harimau tersebut, tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) baru datang keesokan harinya.

"Tindakan yang sudah diambil BKSDA yaitu dengan membunyikan meriam buatan dan mengobati ternak warga yang luka," ujarnya.

"Kalau sekarang kondisinya sudah aman. Tetapi tidak tahu kapan lagi munculnya harimau itu," ujarnya.

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved