Harimau di Solok

Geger Jejak Kaki Harimau di Solok, BKSDA Sumbar Halau Pakai Meriam dan Pasang Kamera Trap

Tim BKSDA Sumbar juga akan memasang kamera trap serta melakukan ronda bersama masyarakat untuk menghalau harimau dengan bunyi meriam

Tayang:
Penulis: Nandito Putra | Editor: Rahmadi
istimewa
Jejak kaki harimau di ladang warga, di Nagari Koto Gadang Guguak, Kabupaten Solok ditemukan Rabu (25/1/2023). 

TRIBUNPADAN.COM, SOLOK - Penemuan jejak kaki harimau sumatera gegerkan warga di Jorong Bukit Gompong, Nagari Koto Gadang Guguak ,Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (25/1/2023).

Merespons temuan harimau di Solok itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat (Sumbar) Ardi Andono mengatakan pihaknya sudah menurunkan tim ke lokasi.

“Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) BKSDA Sumbar sudah di lokasi bersama masyarakat sejak kemaren. Saat ini kita lakukan identifikasi,” katanya Rabu (25/1/2023).

Ardi mengatakan, sesuai SOP pihaknya telah melakukan identifikasi jejak dan pemetaan serta sosialisasi apa saja yang harus dilakukan warga.

“Tim juga akan memasang kamera trap serta melakukan ronda bersama masyarakat untuk menghalau harimau tersebut dengan bunyi meriam,” terangnya.

Baca juga: Heboh Jejak Harimau di Koto Gadang Guguak Solok, 2 Ekor Anjing Warga Ditemukan Mati

Ardi mengimbau masyarakat untuk sementara jangan ke ladang sendirian hingga benar-benar dipastikan aman.

“Bagi yang ke ladang kita sarankan dari jam 07.00 WIB sampai jam 15.00 WIB saja, jangan sampai gelap atau malam," katanya.

Ardi juga meminta agar warga tidak meninggalkan ternak di ladang karena dapat memancing kedatangan harimau.

"Kami juga meminta kepada masyarakat memasang untuk memasang lampu atau api agar harimau menjauh dari ladang," tandasnya.

Sebelumnya, informasi penemuan jejak harimau di Solok disampaikan oleh Wali Nagari Koto Gadang Guguak, Yulianir.

Baca juga: Tidak Ada Tanda Kemunculan Harimau, Kandang Jebak di Palupuah Agam Dibongkar Lagi

Ia mengatakan saat ini perangkat nagari sudah berkoordinasi dengan BKSDA Sumbar.

"Kami dan tim dari BKSDA sudah mendatangi lokasi penemuan jejak harimau untuk verifikasi," katanya, Rabu (25/1/2023).

Yulianir mengimbau masyarakat di sekitar kawasan tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan.

Menurut keterangan warga setempat, Rozi Eka Putra (37), penemuan  jejak harimau itu berawal dari beberapa warga yang akan berangkat menuju ladang.

Selain itu, warga juga menemukan dua ekor anjing peliharaan mati.

Baca juga: Harimau Muncul Warga Cemas, Bupati Benny Utama Temui Masyarakat Koto Nopan Pasaman

"Dua anjing warga ditemukan mati dan di sekitarnya ditemukan jejak harimau," katanya, Rabu (25/1/2023).

Sejak ditemukannya jejak harimau itu, Rozi mengatakan masyarakat mulai takut dan resah untuk berangkat menuju ladang.

“Masyarakat takut ke ladang akibat penemuan jejak harimau, namun sudah ada imbauan dari perangkat nagari untuk meningkatkan kewaspadaan," tuturnya.(*)

 

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved