Harimau di Agam
Tidak Ada Tanda Kemunculan Harimau, Kandang Jebak di Palupuah Agam Dibongkar Lagi
Sebelumnya, kandang jebakan itu dipasang di sekitar lokasi kemunculan harimau di Palupuah, Pasia Laweh pada Jumat (23/12/2022) lalu.
Penulis: alifIlhamfajriadi | Editor: Rahmadi
TRIBUNPADANG.COM, AGAM - Kandang jebakan yang dipasang Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) bersama warga di Palupuah, Pasia Laweh,Kabupaten Agam, telah dibuka lagi.
Kandang itu, diketahui dibuka pada Rabu (4/1/2023) pagi. Alasan dibuka sebab tidak ada lagi tanda kemunculan harimau di Palupuah, Pasia Laweh itu.
Wali Jorong Palupuah, Beni Saputra mengatakan, kandang jebakan itu telah dibawa lagi oleh BKSDA Sumbar.
Sebelumnya, kata Beni, kandang jebakan itu dipasang di sekitar lokasi kemunculan harimau di Palupuah, Pasia Laweh pada Jumat (23/12/2022) lalu.
"Tadi pagi kandangnya sudah dibuka dan dibawa oleh BKSDA Sumbar," kata Beni kepada TribunPadang.com, Rabu (4/1/2023).
Baca juga: Harimau Muncul Warga Cemas, Bupati Benny Utama Temui Masyarakat Koto Nopan Pasaman
"Soalnya tidak ada tanda-tanda kemunculan harimau di sekitar lokasi Palupuah, Pasia Laweh ini," tambah Beni.
Kendati kandang jebakan telah dibuka, kata Beni, masyarakat diminta tetap waspada saat beraktivitas di ladang dan sawah.
"Karena tanda kemunculan sudah tidak ada, masyarakat diminta jangan lengah, tetap waspada dan jangan bermalam di sawah atau ladang sendirian," terang Beni.
Sementara itu, Kasi Wilayah I BKSDA Sumbar, Khairi Ramadhan menyebut, pembongkaran kandang jebakan itu dilakukan oleh tim di lapangan.
"Setelah kandang jebakan dipasang beberapa waktu lalu, tidak ada lagi tanda kemunculan harimau," kata Khairi saat dihubungi via seluler.
Baca juga: Evakuasi Harimau di Palupuh Agam, BKSDA Sumbar Pasang Kandang Jebak
Khairi berharap, harimau yang sempat muncul di Palupuah itu sudah pergi ke habitat konservasinya di hutan dekat Pasia Laweh.
"Jika sudah ke kawasan hutan konsevasi, tentunya warga tidak takut lagi untuk ke ladang atau sawah," ungkap Khairi.
Khairi juga berpesan, warga di Palupuah, Pasia Laweh itu, untuk tidak meninggalkan hewan ternaknya di ladang atau sawah dekat hutan.
Sebab, kata Khairi, berpotensi tercium atau terdengar suara ternak itu oleh harimau, dan bisa muncul lagi.
Sebelumnya diberitakan, kemunculan harimau di sawah dan ladang warga di Jorong Palupuah, Pasia Laweh itu, sudah yang kedua kalinya.
Baca juga: Berita Populer Sumbar: Warga Hanyut di Pasaman Barat, Konflik Harimau Palupuah, Sumatera Tengah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/bksda-pasang-perangkap-harimau.jpg)