Penelitian Ecoton: Sungai di Sumbar Urutan ke-3 Paling Tercemar Mikroplastik di Indonesia

Sumbar berada di posisi ketiga setelah Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Sumatera Utara paling tercemar mikrpolastik.

Tayang:
Penulis: Nandito Putra | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Nandito Putra
Peneliti Ecoton menguji sampel air Batang Arau pada Mei 2022 lalu. Ecoton menetapkan Sumbar berada di urutan ketiga sebagai provinsi yang memiliki sungai paling tercemar mikroplastik. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Sumatera Barat (Sumbar) menempati urutan ketiga provinsi dalam hal sungai paling tinggi terkontaminasi mikroplastik.

Hal itu terungkapkan lewat temuan tim Ekspedisi Sungai Nusantara (ESN) yang diinisiasi oleh  Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton).

Menggunakan sepeda motor, dua peneliti Ecoton, Prigi Arisandi dan Amiruddin Muttaqin, keliling Indonesia sejak April 2022 dan berhasil meneliti 68 sungai prioritas nasional yang tersebar di 24 Provinsi.

Berdasarkan data penelitian terhadap 68 sungai itu, Sumbar berada di posisi ketiga setelah Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Sumatera Utara.

Prigi Arisandi, founder Ecoton yang juga tergabung dalam tim ekspedisi, melakukan pengujian kandungan air pada dua sungai prioritas nasional di Sumbar pada 10 Mei 2022 lalu.

Baca juga: Wujudkan Sungai Bersih, Pemko Padang Lakukan Pengerukan Sedimen Batang Arau

Dua sungai tersebut adalah Batang Arau dan Batang Kuranji.

Data hasil temuan Ecoton menunjukkan Sumbar menempati posisi ketiga setelah ditemukannya 508 partikel mikroplastik per 100 liter air pada pada Sungai Batang Arau.

"Ini menjadikannya sungai paling terkontaminasi mikroplastik di kawasan barat Sumatera," katanya.

Di urutan pertama yang ditempati Jawa Timur, tim ekspedisi menemukan 636 partikel mikroplastik per 100 liter air yang diuji.

Sementara Provinsi Sumut yang berada di urutan kedua, terdapat 520 partikel mikroplastik per 100 liter air sungai yang diteliti tim ekspedisi.

Baca juga: 2 Hari Hujan Guyur Kota Padang, Tinggi Air Batang Kuranji di Bendungan Gunuang Nago Capai 150 Cm

Prigi Arisandi menilai, tercemarnya sungai-sungai disebabkan karena  lemahnya pemerintah dalam melakukan tata kelola sampah.

"Kemampuan pemerintah untuk melayani sampah hanya 40 persen dari total sampah yang dihasilkan," katanya, Kamis (29/12/2022).

Prigi kurang sepakat ketika pemerintah menyalahkan perilaku masyarakat yang buang sampah sembarangan, termasuk ke sungai.

"Orang buang sampah sembarangan itu karena pemerintah tidak mampu menyediakan infrastruktur tempat sampah yang memadai dan minimnya pengelolaan," katanya.(TribunPadang.com/Nandito Putra)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved