Harimau di Agam
Evakuasi Harimau di Palupuh Agam, BKSDA Sumbar Pasang Kandang Jebak
Kandang tersebut, terbuat dari besi dan diletakkan di lokasi sawah yang diduga tempat perdana kemunculan harimau di Palupuh itu.
Penulis: alifIlhamfajriadi | Editor: Rahmadi
TRIBUNPADANG.COM, BUKITTINGGI - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) bersama warga memasang kandang jebak untuk mengevakuasi harimau di Jorong Palupuh, Pasia Laweh, Kabupaten Agam.
Kandang tersebut, terbuat dari besi dan diletakkan di lokasi sawah yang diduga tempat perdana kemunculan harimau di Palupuh itu.
Wali Jorong Palupuh, Beni Saputra mengatakan, kandang itu dipasang warga pada Jumat (23/12/2022) lalu, tujuannya supaya harimau itu bisa ditangkap dan dievakuasi.
Jumlah dari kandang itu, kata Beni, sebanyak satu unit, warga Palupuh mendapatkannya dari BKSDA Sumbar.
"Lokasinya itu kami letakkan sekira 1 km dari pemukiman, di dekat sawah," kata Beni kepada TribunPadang.com, Rabu (28/12/2022).
Baca juga: Berita Populer Sumbar: Warga Hanyut di Pasaman Barat, Konflik Harimau Palupuah, Sumatera Tengah
Beni mengakatakan, usai kandang itu dipasang, warga tidak meletakkan umpan atau semacamnya.
Jadi, kata Beni, hanya ada kandang saja, di dekat sawah di Jorong Palupuh itu.
Terkait dengan kondisi di Palupuh hari ini, kata Beni, larangan beraktivitas malam di ladang dan sawah masih berlaku.
Beni menyebut, warga di Jorong Palupuh, saat ini hanya sampai siang atau sore untuk pergi ke ladang dan sawah.
"Larangannya masih sama seperti yang dulu, tidak boleh sendirian dan bermalam di ladang atau sawah," pungkas Beni.
Baca juga: Warga Kecewa Konflik Harimau Palupuah Lambat Ditangani, BKSDA Sumbar: Butuh Proses
Sementara itu, Kepala BKSDA Sumbar, Ardi Andono mengatakan, warga Jorong Palupuh mendukung program nagari ramah harimau.
Dan untuk itu, kata Ardi, harimau di Jorong Palupuh bakal sama-sama dievakuasi untuk keamanan warga juga.
"Jadi akan kita evakuasi, mereka meminta kita untuk melatih," ungkap Ardi.
Sebelumnya diberitakan, harimau yang sempat muncul di Jorong Palupuah, Pasia Laweh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat diduga dalam keadaan sakit.
Baca juga: Keluar Lagi, Wali Jorong Palupuh Sebut Kemunculan Harimau Cukup Dekat dengan Pemukiman
Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar, Ardi Andono. Ia menyebut, kondisi harimau itu kini memprihatinkan.
Sebab, kata Ardi, dari cara harimau itu berjalan terlihat seperti agak pincang.
"Badan harimau ini sudah membungkuk, lalu jalannya terlihat agak pincang," kata Ardi, Rabu (28/12/2022).
Ardi menyampaikan, diduga harimau di Palupuh itu dalam keadaan sakit.
Baca juga: Warga Kecewa Konflik Harimau Palupuah Lambat Ditangani, BKSDA Sumbar: Butuh Proses
Untuk itu, kata Ardi, secepatnya akan dilakukan evakuasi oleh tim BKSDA Sumbar untuk menyelamatkannya.
Ardi menerangkan, dirinya mengetahui harimau itu dalam kondisi pincang, karena terlihat di kamera trap.
Lalu, terlihat pula di kamera trap, harimau itu juga dalam kondisi bungkuk.
Sebelumnya diberitakan, kemunculan harimau di sawah dan ladang warga di Jorong Palupuah, Pasia Laweh, sudah kedua kalinya.
Kemunculan perdananya, pada Senin (5/12/2022) lalu, berdasarkan kesaksian warga, harimau itu hampir menerkam warga dan langsung kabur.
Baca juga: Berita Populer Sumbar: Bus Terbakar di Sawahlunto, Kejanggalan Ledakan Tambang, Harimau di Agam
Lalu, kemunculan keduanya pada, Selasa (13/12/2022), tepatnya di pagi hari saat seorang petani pergi melihat anjingnya di ladang.
Selaku Wali Jorong Palupuah, Beni mengaku kasihan dengan nasib warganya khususnya yang beraktivitas sebagai petani.
Sebab, kata Beni, banyak warga yang hingga kini bertambah takut dan tak lagi beraktivitas ke sawah dan ladang.
Padahal, kata Beni, itu adalah mata pencaharian atau pemasukan utama warga di Jorong Palupuah itu.(TribunPadang.com/Alif Ilham Fajriadi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/bksda-pasang-perangkap-harimau.jpg)