Harimau di Agam
Warga Kecewa Konflik Harimau Palupuah Lambat Ditangani, BKSDA Sumbar: Butuh Proses
Warga di Jorong Palupuh, Pasia Laweh, Agam, Sumatera Barat, kecewa dengan BKSDA Sumbar yang lama datang ke lokasi konflik harimau. Hal tersebut ....
Penulis: alifIlhamfajriadi | Editor: Fuadi Zikri
TRIBUNPADANG.COM, AGAM - Warga di Jorong Palupuh, Pasia Laweh, Agam, Sumatera Barat, kecewa dengan BKSDA Sumbar yang lama datang ke lokasi konflik harimau.
Hal tersebut disampaikan oleh Wali Jorong Palupuah, Beni Saputra kepada TribunPadang.com, Rabu (14/12/2022).
“Hingga kini (16.58 WIB), tim BKSDA Sumbar belum juga sampai di lokasi, padahal kemarin sudah ditemukan bangkai hingga jejak harimau di sawah warga,” ungkap Beni melalui jaringan seluler.
Diketahui, kemunculan harimau di sawah dan ladang warga di Jorong Palupuah, Pasia Laweh itu, sudah yang kedua kalinya.
Kemunculan perdananya, pada Senin (5/12/2022) lalu, berdasarkan kesaksian warga, harimau itu hampir menerkam warga dan langsung kabur.
Baca juga: BKSDA Sumbar Terjunkan Lagi WRU ke Palupuh Agam, Minta Konflik Harimau Ditangani Multi Pihak
Lalu, kemunculan keduanya pada, Selasa (13/12/2022), tepatnya di pagi hari saat seorang petani pergi melihat anjingnya di ladang.
“Ini sudah kejadian kedua, pasca harimau juga muncul beberapa waktu lalu. BKSDA Sumbar sebut sudah berhasil mengusir harimau itu, tapi nyatanya datang lagi,” terang Beni.
Selaku Wali Jorong Palupuah, Beni mengaku kasihan dengan nasib warganya khususnya yang beraktivitas sebagai petani.
Sebab, kata Beni, banyak warga yang hingga kini bertambah takut dan tak lagi beraktivitas ke sawah dan ladang.
Padahal, kata Beni, itu adalah mata pencaharian atau pemasukan utama warga di Jorong Palupuah itu.
Baca juga: Keluar Lagi, Wali Jorong Palupuh Sebut Kemunculan Harimau Cukup Dekat dengan Pemukiman
“Jika bisa ditangani segera dan diusir secepatnya, sangat baik sekali, sebab warga ini sudah was-was, dan kecewa dengan kejadian ini,” tutur Beni.
Sementara itu, petugas BKSDA Sumbar, Khairi Ramadhan menyebut, konflik harimau di Jorong Palupuah itu harus ditangani secara bersama-sama oleh banyak pihak.
Lalu, kata Khairi, perlu kerja sama antara warga dan petugas untuk mempercepat penghalauan hingga mematuhi prosedur yang berlaku.
“Kita ini perlu bekerja sama dan bahu-membahu untuk menangani konflik dengan harimau itu,” kata Kepala Seksi Wilayah I BKSDA Sumbar.
Terkait petugas BKSDA Sumbar yang belum sampai ke lokasi konflik harimau, kata Khairi, segalanya butuh proses dan tak bisa instans.
Baca juga: Harimau Muncul Lagi di Palupuh Agam, Mangsa 3 Ekor Anjing Sekaligus
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Seekor-harimau-Sumatera-terekam-camera-trap.jpg)