Kabupaten Solok

Warga Aripan Solok Lihat Kemunculan Binturong, Hewan Langka Dilindungi Mirip Musang

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat Ardi Andono mengatakan, hewan ini masuk dalam jenis musang besar.

Penulis: Nandito Putra | Editor: Rahmadi
wikipedia
Hewan binturong (wikipedia) 

TRIBUNPADANG.COM, SOLOK - Warga melihat kemunculan satwa langka binturong di Jorong Data Bungo, Nagari Aripan, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar).

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat Ardi Andono mengatakan, hewan ini masuk dalam jenis musang besar.

"Binturong ini tidak berbahaya sama sekali," katanya, Jumat (16/12/2022).

Ia menjelaskan, mulanya kemunculan binturong di dekat ladang warga terjadi pada Kamis (15/12/2022).

"Lokasi penampakan satwa tersebut berada di dalam Area Penggunaan Lain (APL) berupa perladangan," kata Ardi lewat keterangan tertulis, Jumat (16/12/2022).

Baca juga: Binturong Kesasar Masuki Kamar Mandi Warga Payakumbuh, Tim Damkar Serahkan ke Resort KSDA 50 Kota

binturong muncul
Petugas mengecek laporan warga soal kemunculan binturong di Nagari Aripan, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Kamis (15/12/2022)

Ardi mengatakan, awalnya warga melaporkan kepada BKSDA Resort Solok bahwa hewan tersebut adalah beruang madu karena berbulu hitam.

"Setelah diverifikasi ke lapangan, tidak ditemukan bekas cakaran atau jejak beruang," katanya.

Berdasarkan keterangan warga yang ditanyai oleh petugas BKSDA, ciri-ciri yang dipaparkan mengarah kepada binturong.

"Hal itu dibenarkan warga setelah dilihatkan gambar binturong," katanya.

Ia menambahkan, keberadaan binturong memliki peranan penting bagi keberlanjutan ekosistem hutan.

Baca juga: Selamatkan Satwa Langka dan Dilindungi Jenis Binturong, Bisa Memiliki Berat Badan Mencapai 20 Kg

"Binturong berperan dalam menyebarkan biji dan regenerasi flora di hutan," katanya.

Saat dikonfirmasi, Wali Nagari Aripan Irwan mengatakan, warga melihat binturong di ladang warga yang berdekatan dengan sawah.

"Jumlahnya ada tiga ekor, satu induk dan dua anak," kata dia.

Irwan mengatakan keberadaan satwa tersebut tidak mengganggu aktivitas warga. Setelah melapor ke BKSDA, hewan tersebut sudah masuk ke dalam hutan.

Mengutip situs daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN), binturong masuk hewan dalam golongan 'vulnerable' alias rentan.

Baca juga: BKSDA Sumbar Terjunkan Lagi WRU ke Palupuh Agam, Minta Konflik Harimau Ditangani Multi Pihak

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved