Breaking News:

Selamatkan Satwa Langka dan Dilindungi Jenis Binturong, Bisa Memiliki Berat Badan Mencapai 20 Kg

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat lepasliarkan satwa langka dan dilindungi jenis Binturong (Arctictis binturong) di kawasan hut

Penulis: Rezi Azwar | Editor: Mona Triana
istimewa
Petugas Polhut di Kecamatan Panti, Sriyono pada saat melepasliarkan satwa langka dan dilindungi jenis binturong, Rabu (16/12/2020) 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat lepasliarkan satwa langka dan dilindungi jenis Binturong (Arctictis binturong) di kawasan hutan cagar alam Rimbo Panti oleh petugas resor konservasi wilayah Pasaman.

Satwa tersebut ditemukan dan diserahkan oleh Bapak Yopi, warga Tanjung Medan, Nagari Petok Selatan Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman, Sumbar.

Satwa tersebut didapatkan oleh masyarakat di ladangnya pada Rabu (16/12/2020), dan selanjutnya langsung dilepasliarkan bersama warga yang menemukan.

Baca juga: Seekor Buaya Dewasa Sepanjang 4 Meter Hebohkan Warga Bungus, Kota Padang, Begini Respon BKSDA Sumbar

Baca juga: BKSDA Sebut Harimau yang Mangsa Ternak Warga di Solok Bukan Putra Singgulung atau Putri Singgulung

Baca juga: Harimau di Solok Akhirnya Masuk Perangkap BKSDA Sumbar, Sempat Berkeliaran di Pemukiman Warga

Binturong adalah jenis satwa mamalia dari keluarga musang yang memiliki ekor panjang dan tubuh yang besar.

Panjang tubuhnya mencapai 60 cm hingga 95 cm, serta panjang ekor mencapai 50 cm hingga 90 cm.

Berat binturung antara 6 kg sampai 14 kg, bahkan hingga mencapai 20 kg.

Kepala Resort Pasaman BKSDA Sumbar, Rusdiyan P Ritonga mengatakan kalau bulu atau rambut binturong panjang dan kasar dengan warna hitam kecokelatan disertai taburan uban keputih-putihan atau kemerah-merahan merupakan salah satu pembeda dengan musang.

Baca juga: 2 Ekor Harimau Muncul di Solok, Apakah Putra Singgulung dan Putri Singgulung? Ini Kata BKSDA

Baca juga: BKSDA Sebut Harimau Tak Hiraukan Pengusiran Lewat Cara Ini, Berkeliaran di Kabupaten Solok

Baca juga: BKSDA Sebut 2 Ekor Harimau Muncul di Kabupaten Solok, Afrilius: Kami Belum Berhasil Membius

"Satwa ini adalah hewan nokturnal yang aktif pada malam hari. Binturong termasuk hewan arboreal dan terestrial, sebab ketika ia sering berada diatas pohon, namun juga turun ke lantai hutan," kata Rusdiyan P Ritonga, Sabtu (19/12/2020).

Dikatakannya, binturong mempunyai beberapa ciri khas, seperti ekor yang dapat berfungsi sebagai kaki kelima untuk berpegangan pada dahan-dahan pohon, serta memiliki organ berupa penis palsu (pseudo-penis) pada binturong betina.

Halaman
12
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved