Harimau di Agam
Satwa Liar Resahkan Masyarakat, Setelah Dipasang Kamera Trap Ternyata Seekor Harimau
Setelah dilakukan identifikasi dan pemasangan kamera trap, ternyata didapatkan seekor harimau sumatera terekam kamera
Penulis: Rezi Azwar | Editor: Rahmadi
TRIBUNPADANG.COM, AGAM - Seekor hewan liar dilaporkan karena meresahkan masyarakat di areal perladangan di Nagari Pasie Laweh, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
Kemudian petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar memasang kamera trap dan diketahui ternyata harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae).
Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Sumbar, Khairi Ramadhan, mengatakan seekor harimau muncul di areal perladangan masyarakat dan dilaporkan kepada pihaknya pada Senin (5/12/2022).
"Iya ada harimau meresahkan warga di Jorong Palupuh, Nagari Pasie Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumbar," kata Khairi Ramadhan, Kamis (8/12/2022).
Ia mengatakan, masyarakat sudah diresahkan sejak beberapa hari sebelumnya, dan barulah dilaporkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar.
Baca juga: Luka Akibat Diterkam Harimau, Kerbau Milik Warga di Solok Selatan Terpaksa Disembelih
"Harimau ini muncul di daerah lahan pertanian masyarakat. Selanjutnya kita turunkan tim untuk melakukan identifikasi dengan mengikutsertakan Yayasan ARSARI Djojohadikusumo (YAD)," kata Khairi Ramadhan.
Setelah dilakukan identifikasi dan pemasangan kamera trap, ternyata didapatkan seekor harimau sumatera terekam kamera di kawasan sekitar munculnya yang dilaporkan oleh warga.
"Hasilnya sudah ada, dan sudah dipastikan itu adalah harimau sumatera. Kita pasang kamera trap pada Selasa (6/12/2022) sore hari, dan paginya pada Rabu (7/12/2022) kita periksa hasilnya," katanya.
Khairi Ramadhan menjelaskan, pada hari ini pihaknya kembali mendatangi lokasi kemunculan satwa dilindungi jenis harimau di Jorong Palupuah, Nagari Pasie Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam.
"Kita baru saja sampai di dekat lokasi kejadian sekitar pukul 16.40 WIB. Namun, kita harus berjalan lagi. Sekarang setelah dilakukan identifikasi, masuk ke tahap penghalauan," ujarnya.
Baca juga: Lepasliar ke-2 Kalinya, Harimau Putri Singgulung Diantar ke Hutan Perbatasan Sumbar Riau
Ia berharap masyarakat berhati-hati selama pihaknya melakukan penanganan harimau. Pihaknya saat ini melakukan pengusiran dengan suara bunyi-bunyian.
"Masyarakat diharapkan merubah pola mereka saat pergi ke lahan pertaniannya, biasanya dimulai pada pagi hari, diminta bekerja dari pukul 08.00 WIB. Untuk jam pulang diharapkan pukul 17.00 WIB dan tidak boleh terlalu larut," katanya.
Diharapkannya, masyarakat yang beraktivitas ke ladang agar berbagi ruang dengan satwa dilindungi ini sampai penanganannya selesai.
"Kita harapkan satwa ini kembali ke habitatnya. Kemunculan harimau ini merupakan hal baik sebenarnya, kalau kita arif dan bijak. Berarti hutan kita masih ada penghuninya, masih ada predator," pungkasnya. (TribunPadang.com/Rezi Azwar)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/penampakan-harimau-di-agam.jpg)