Piala Dunia Qatar
Kekalahan Argentina atas Arab Saudi : Rumor Doa Buruk, Dokter Tim La Albiceleste Terkabulkan
KEJUTAN hasil laga Timnas Argentina vs Arab Saudi menyisakan cerita baru dan jadi perbincangan yang tak berkesudahan.
Namun, dia khawatir Pemerintah Argentina akan membuat kebijakaan kontroversial memanfaatkan momen kesuksesan Tim Biru Langit.
Oleh sebab itu, sebagai warga negara Argentina yang baik, dia rela mengubur mimpinya melihat Lionel Messi mengangkat trofi Piala Dunia.
"Sebagai penggemar sepak bola, saya ingin Argentina menjadi juara," kata Schwarzstein dikutip BolaSport.com dari The Times.
"Sebagai warga negara Argentina, sebagai manusia, saya ingin mereka kalah dalam tiga pertandingan dan tersingkir di fase grup."
"Mengapa? Saya yakin bahwa pemerintah populis menjijikkan yang kami miliki di sini akan menggunakan kesuksesan Argentina di Piala Dunia untuk menutupi semuanya."
"Mereka dapat mengumumkan devaluasi mata uang pada hari tim bermain, ketika tidak ada yang fokus tentang hal itu."
"Saya telah mengalami banyak krisis di negara ini, tetapi ini adalah yang terburuk."
"Data dari pemerintah mengatakan bahwa untuk tidak menjadi miskin, Anda harus mendapatkan 120.000 peso Argentina per bulan."
"Jumlah minimum (bulanan) upahnya saja hanya 60.000 peso, jadi bahkan mereka yang punya pekerjaan akan tetap miskin," ujar Diego menambahkan.
Doa dari Diego Schwarzstein seolah langsung didengar oleh Tuhan dan Argentina pun secara mengejutkan kalah dari Arab Saudi.
Kekalahan dari Arab Saudi membuat jalan Argentina menuju babak 16 besar Piala Dunia 2022 menjadi berat.
Pasalnya, Argentina mau tak mau harus meraih hasil maksimal pada dua laga sisa di Grup C kontra Meksiko dan Polandia.
Skuad asuhan Lionel Scaloni akan meladeni tantangan Meksiko dalam laga kedua Grup C Piala Dunia 2022, Sabtu (26/11/2022).
Adapun pada laga terakhir kontra Polandia, Rabu (30/11/2022) mendatang, bakal menjadi pertandingan hidup mati bagi Argentina.
Diego sendiri adalah sosok penting dalam awal karier sepak bola Lionel Messi.
Dia berhasil merawat La Pulga setelah dia didiagnosis menderita Defisiensi Hormon Pertumbuhan (GHD) saat berusia sembilan tahun.
Empat tahun setelah perawatan dimulai di bawah penanganan Diego, Messi direkrut oleh Barcelona pada 2001.(BolaSport.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/kartu-bertikai.jpg)