Kembali Dilepasliarkan ke Hutan, Harimau Putri Singgulung Diantar Pakai Helikopter
Pelepasliaran yang kedua kali bagi Putri Singgulung ini dilakukan menggunakan Helikopter NAS-332 Super Puma dengan nomor H-3216
Secara terpisah, Plt. Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK, Bambang Hendroyono, menyampaikan pemerintah bersama para pihak terus berupaya mencegah dan menanggulangi konflik yang terjadi antara manusia dan satwa liar.
Ketika konflik terjadi, sering satwa liar menjadi korban sehingga diperlukan kesadaran masyarakat yang berada di sekitar habitat harimau bahwa apabila daerahnya merupakan area rawan konflik, maka segera laporkan ke BKSDA setempat agar mendapatkan arahan terkait upaya mitigasi dan penanganan konflik satwa liar.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Yayasan ARSARI yang dipimpin oleh Hashim Djojohadikusumo, dan berbagai pihak termasuk Kementerian Pertahanan RI, atas kerjasama yang baik dalam pelepasliaran Putri Singgulung. Kami berharap catatan dari proses rehabilitasi dan pelepasliaran Putri Singgulung yang berbeda dari yang lain akan dapat menambah khasanah ilmu pengetahuan di Indonesia, khususnya bidang rehabilitasi Harimau Sumatera,” kata Bambang.
Saat ini Balai KSDA Sumatera Barat terus melakukan patroli di nagari (desa) yang telah diidentifikasi sebagai daerah zona merah pasca pelepasliaran ini. Putri Singgulung akhirnya dinyatakan telah beradaptasi kembali di habitatnya.
Pelepasliaran ini dilakukan bersama Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Sumber Daya Genetik (KKHSDG) bersama Yayasan ARSARI Djojohadikusumo (YAD), didukung oleh Kementerian Pertahanan RI melalui Komando Operasi Udara I Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Yayasan Sintas Indonesia, dan Departemen Biologi FMIPA Universitas Andalas (Unand).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/putri-singgulung-pulang.jpg)