Kembali Dilepasliarkan ke Hutan, Harimau Putri Singgulung Diantar Pakai Helikopter
Pelepasliaran yang kedua kali bagi Putri Singgulung ini dilakukan menggunakan Helikopter NAS-332 Super Puma dengan nomor H-3216
TRIBUNPADANG.COM - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) kembali melepas liarkan seekor harimau sumatera bernama Putri Singgulung ke habitatnya.
Pelepasliaran dilakukan di salah satu hutan kawasan konservasi di Sumbar.
Pelepasliaran yang kedua kali bagi Putri Singgulung ini dilakukan menggunakan Helikopter NAS-332 Super Puma dengan nomor H-3216 di bawah Komando Operasi Udara I Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin Pekanbaru.
Kepala BKSDA Sumbar Ardi Andono mengatakan pelepasliaran hewan dengan nama latin Panthera tigris sumatrae berjenis kelamin betina itu dilakukan di salah satu kawasan konservasi di Sumatera Barat pada (16 Oktober 2022.
“Pelepasliaran ini merupakan kali kedua dilakukan untuk Putri Singgulung, yakni sebelumnya pada 27 November 2020. Kini, Putri Singgulung telah dinyatakan dapat beradaptasi di habitat barunya sejak 30 Oktober 2022,” kata Ardi lewat keterangan yang diterima TribunPadang.com, Kamis (3/11/2022).
Baca juga: 2 Harimau di Solok Tertangkap, Ternyata Putra dan Putri Singgulung, Kini Dibawa ke PR-HSD
Putri Singgulung menurut dia, merupakan Harimau Sumatera yang diselamatkan bersama saudaranya yang diberi nama Putra Singgulung di Kabupaten Solok, Sumatera Barat pada bulan Juni 2020.
Pada saat ditemukan, kedua harimau bersaudara itu diperkirakan baru berusia delapan bulan.
Usai masuk perangkap, keduanya kemudian dititipkan untuk direhabilitasi di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PR-HSD)-Yayasan ARSARI Djojohadikusumo selama 4 (empat) bulan pertama yaitu periode Juni sampai dengan Oktober 2020.
Sementara untuk saudaranya Putra Singgulung, menurut Ardi saat ini masih menjalani rehabilitasi di PR-HSD.
Dikatakan Ardi Andono, kegiatan pelepasliaran satwa dilakukan sesuai dengan prosedur yang ada dengan menerapkan prinsip kehati-hatian agar tidak menimbulkan dampak negatif baik pada satwa, habitat serta masyarakat sekitar.
Baca juga: BKSDA Sebut Harimau yang Mangsa Ternak Warga di Solok Bukan Putra Singgulung atau Putri Singgulung
Pihaknya telah membentuk tim untuk melakukan pemodelan spasial ekologi dan ground check kelayakan lokasi release bersama Yayasan Sintas Indonesia, Departemen Biologi FMIPA Universitas Andalas dan menyatakan bahwa kawasan pelepasliaran sekarang ini memenuhi kriteria sebagai lokasi pelepasliaran Harimau Sumatera.
“Tugas penting yang perlu dilakukan adalah pemantauan dan monitoring pasca pelepasliaran untuk memastikan Putri Singgulung aman dan nyaman di rumah barunya,” jelasnya.
Terkait pelepasliaran menggunakan helikopter, Ardi mengatakan rangkaian proses telah dilakukan dengan para pihak dan diputuskan dengan metode Hard Release menggunakan helikopter untuk mengangkut Putri Singgulung dari PR-HSD ARSARI sampai lokasi pelepasliaran.
Helikopter NAS-332 Super Puma dengan nomor H-3216 yang di piloti oleh Kapten Pnb. Eddo Marisadi Angkasa diterbangkan di bawah Komando Operasi Udara I Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin dukungan Kementerian Pertahanan RI digunakan dalam pelepasliran ini.
Penggunaan Helikopter ini bertujuan untuk memastikan bahwa lokasi pelepasliaran Harimau Sumatera tersebut terjamin bagi keamanan satwa karena tidak mudah terjangkau oleh manusia serta perjalanan yang ditempuh dalam waktu singkat dapat mengurangi stress satwa.
Baca juga: Penyebab Harimau Sumatera Putri Singgulung Kembali Muncul Menampakkan Diri di Solok
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/putri-singgulung-pulang.jpg)