Kota Bukittinggi

Disdikbud Kota Bukittinggi Gelar Seminar Kajian, Angkat Tema Tingkuluak

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi menggelar Seminar Kajian Koleksi Museum Rumah Adat Nan Baanjuang di Istana Bung Hatta, Kamis (20/10/2

Penulis: alifIlhamfajriadi | Editor: Fuadi Zikri
TribunPadang.com/Alif Ilham Fajriadi
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi, menggelar seminar kajian koleksi Museum Rumah Adat Nan Baanjuang, di Istana Bung Hatta, Kamis (20/10/2022). 

TRIBUNPADANG.COM, BUKITTINGGI - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi menggelar Seminar Kajian Koleksi Museum Rumah Adat Nan Baanjuang di Istana Bung Hatta, Kamis (20/10/2022).

Seminar tersebut dihadiri oleh 80 peserta, di antaranya Bundo Kanduang Kurai V Jorong, mahasiswa dan guru sekolah.

Pamong Budaya Substansi Permuseuman, Beta Ayu Listyorini mengatakan, tujuan diadakannya seminar ini untuk menyebarluaskan hasil penelitian yang dilakukan pihak museum kepada masyarakat.

Baca juga: Melihat Kolase Anyaman Bunyi, Karya Biki Wabihamdika di Pekan Kebudayaan Daerah 2022

Terkait koleksi yang diseminarkan kali ini, kata Ayu, tentang tengkuluk yang akan disosialisasikan langsung oleh Asosiasi Museum Sumbar.

Ayu menjelaskan, museum selain menjadi sarana pendidikan dan rekreasi, juga berfungsi sebagai tempat penelitian.

Fungsi penelitian itu, kaya Ayu, untuk mengkaji koleksi yang ada di museum, lalu digali nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

"Seminar ini dilaksanakan dalam rangka menyebarluaskan hasil kajian tengkuluk, untuk bisa dikaji lebih dalam lagi," pungkas Ayu.

Baca juga: Festival Budaya Matrilineal 2022 Bertajuk Alek Mandeh, Jadi Alat Baca Situasi Matrilineal Masa Kini

Hadir juga di seminar tersebut salah seorang Bundo Kanduang Kurai V Jorong, Zulzetri menyebut, kegiatan seperti ini bagus dan sangat bermanfaat sekali untuk dipahami oleh generasi muda.

Sebab, kata Zet, hasil kajian yang dipaparkan oleh pemateri di seminar itu dapat membuka mata dan wawasan peserta terkait tengkuluk tersebut.

"Seminar ini sangat bermanfaat, terbuka mata kita mengenai tengkuluk ini," ujar Ketua Persatuan Wanita Kurai (PWK) V Jorong itu.

Baca juga: Usung Tema Khasanah Budaya Matrilineal Masa Kini, Festival Alek Mandeh 2022 Dihelat Akhir Oktober

Zet menuturkan, di Kurai sendiri, tradisi memakai tengkuluk masih dapat ditemui di tengah masyarakat. Seperti saat perayaan atau penyambutan tamu kehormatan.

"Di Kurai sendiri, tengkuluk itu masih dipakai, misalnya apa event yang sesuai dengan tempatnya, seperti hari-hari besar dan penyambutan tamu kehormatan," pungkas Zet. (TribunPadang.com/Alif Ilham Fajriadi)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved