Daftar 20 Pahlawan Nasional dan Pejuang Asal Sumatera Barat

Pahlawan dan pejuang asal Sumatera Barat di antaranya: Tan Malaka, Agus Salim, Muhammad Hatta dan Rasuna Said.

Tayang:
Penulis: Alif Ilham Fajriadi | Editor: alifIlhamfajriadi
TribunPadang.com/Muhammad Fuadi Zikri
Tugu Pahlawan Tak Dikenal di Jalan Khatib Sulaiman, Kelurahan Aur Tajungkang Tengah Sawah, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi. Banyak pahlawan asal Sumatera Barat yang berjuang untuk kemerdekaan dan kemajuan Indonesia. Di antara pejuang asal Sumatera Barat itu, terdapat nama-nama besar seperti: Tan Malaka, Muhammad Hatta dan Agus Salim. 

Mosi Integral Natsir itu akhirnya diikuti parlemen dan semua negara bagian sehingga RIS bubar.

Pada 6 Novemver 2008, Presiden SBY menetapkan Natsir sebagai Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 041/TK/TH.2008.

10. Buya Hamka

Prof. Dr. Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka) lahir di Nagari Sungai Batang, tepi Danau Maninjau, Agam pada 17 Februari 1908.

Buya Hamka adalah ulama besar, pendidik, sastrawan dan pejuang kemerdekaan.

Hamka adalah putra ulama besar Minangkabau Syekh Dr. Abdul Karim Amrullah.

Selama hidup ia menulis 94 buku, termasuk Tafsir Al Azhar.

Pada 2011, Presiden SBY mengangkat Buya Hamka sebagai Pahlawan Nasional, antara lain karena jasanya selama perang kemerdekaan melalui Keppres No. 113/TK/2011, tanggal 7 November 2011.

11. Ruhana Kuddus

Ruhana Kuddus, lahir di Koto Gadang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada 20 Desember 1884.

Ruhana merupakan kakak satu ayah Sutan Sjahrir, yang juga pejuang asal Sumatera Barat.

Ruhana adalah pahlawan wanita asal Sumatera Barat, sekaligus wartawati pertama Indonesia dan pendiri Surat Kabar Soenting Melajoe.

Ruhana aktif meningkatkan pendidikan dan keterampilan kaum perempuan dengan mendirikan sekolah Kerajinan Amai Setia (KAS) di Koto Gadang.

Ruhana wafat di Jakarta pada 17 Agustus 1972. Ruhana Kuddus ditetapkan Presiden Joko Widodo sebagai Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 120/TK Tahun 2019 tanggal 7 November 2019.

12. Rasuna Said

Rangkayo Hj. Rasuna Said lahir di Maninjau pada 14 September 1910.

Rasuna adalah pendidik, tokoh politik, pejuang emansipasi sejak zaman Hindia Belanda.

Rasuna Said adalah salah satu pendiri Persatuan Muslimin Indonesia (Permi).

Di awal kemerdekaan, Rasuda said mewakili Sumatera Barat di KNIP, sekaligus menjadi pahlawan wanita asal Sumatera Barat

Pada masa perang kemerdekaan, ia terlibat di Front Pertahanan Nasional. Rasuna Said wafat di Jakarta pada 2 November 1965.

Rasuna Said diangkat jadi Pahlawan Nasional oleh Presiden Soeharto melalui Keputusan Presiden No. 084/TK/Tahun 1974 Tanggal 13 Desember 1974.

13. Ilyas Ya’kub

H. Ilyas Ya’kub (juga ditulis Ilyas Yacoub) lahir di Asam Kumbang, Bayang, Pesisir Selatan, pada 14 Juni 1903.

Ia adalah salah seorang pendiri Persatuan Muslim Indonesia (Permi) yang berjuang menentang politik kolonial Pemerintah Hindia Belanda, sampai dibuang ke Digul hingga Australia.

Ilyas Yacoub ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh Presiden BJ Habibie melalui Keputusan Presiden No. 074/TK/1999 tanggal 13 Agustus 1999.

14. Hazairin

Prof. Dr. Hazairin lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat pada 28 November 1906.

Hazairin anak dari pasangan Zakaria Bahri asal Bengkulu dan Aminah (asli Minangkabau).

Ia adalah pakar hukum adat dan pernah menjabat menteri dalam negeri dalam Kabinet Ali Sastroamidjojo.

Hazairin kemudian menjadi Guru Besar Hukum Adat dan Hukum Islam di Universitas Indonesia dan sejumlah perguruan tinggi. Hazairin wafat di Jakarta pada 11 Desember 1975.

Ia dianugerahi Pahlawan Nasional oleh Presiden BJ Habibie melalui Keppres No. 74/TK/1999 tanggal 13 Agustus 1999.

15. Bagindo Aziz Chan

Bagindo Aziz Chan lahir di Padang pada 30 September 1910. Ia adalah wali kota Padang di masa perjuangan.

Diangkat jadi wali kota pada 15 Agustus 1946, setelah sebelumnya menjadi wakil wali kota.

Bagindo Aziz Chan gugur pada 19 Juli 1947 ditembak tentara Belanda, jelang Agresi Militer I.

Karena perjuangannya itu juga, Bagindo Aziz Chan disebut sebagai pejuang asal Sumatera Barat.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional pada 2005 atas jasa-jasanya selama perjuangan, melalui Keppres No. 82/TK/2005, 7 November 2005.

16. Usmar Ismail

Usmar Ismail lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat pada 20 Maret 1921, atau sekitar seabad yang lalu.

Ia adalah tokoh ketiga kelahiran Bukittinggi yang diangkat sebagai Pahlawan Nasional setelah Bung Hatta dan Prof. Hazairin.

Film sebenarnya hanya salah satu kiprah Usmar Ismail. Ia adalah tokoh yang hampir lengkap. Usmar juga adalah seorang sastrawan, tokoh teater, wartawan, pejuang asal Sumatera Barat berpangkat mayor dan pernah juga duduk di lembaga legislatif.

Lahir di Bukittinggi, Usmar masuk sekolah rendah dan kemudian HIS di Batusangkar. Ia kemudian melanjutkan ke MULO di Padang. Di MULO ini Rosihan mulai bersahabat dengan Usmar.

Keduanya, sama-sama melanjutkan sekolah ke Algemeen Midelbare School (AMS) di Yogyakarta. Saat belajar di sekolah ini, Usmar menyutradarai teater pertama kali.

17. Abdul Halim

Abdul Halim dilahirkan di Bukittinggi pada tanggal 27 Desember 1911, orang tuanya berasal dari Banuhampu, Agam.

Mereka bernama Achmad Sutan Iyus dan Darama. Abdul Halim adalah Perdana Menteri Indonesia pada zaman Republik Indonesia Serikat.

Abdul Halim menempuh pendidikan sampai Geneeskundige Hooge School atau Sekolah Kedokteran (Fakultas Kedokteran UI) berkat bantuan sepupu ibunya yang bekerja di Bataafsche Petroleum Maatschappij (Pertamina).

Sebelum menjadi Perdana Menteri, Abdul Halim juga pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

Dengan banyaknya dedikasi yang diberikan oleh Abdul Halim ini, ia juga bisa disebut sebagai pejuang asal Sumatera Barat.

18. Syafruddin Prawiranegara

Syafruddin Prawiranegara lahir di Serang, Banten, pada 28 Februari 1911.

Syafruddin Prawiranegara adalah seorang pejuang asal Sumatera Barat yang pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan, Wakil Perdana Menteri RI, dan Gubernur Bank Indonesia Pertama.

Ia juga pernah ditunjuk untuk menjabat pimpinan PDRI (Pemerintahan Darurat Republik Indonesia), ketika Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta diasingkan oleh Belanda ke Pulau Bangka.

Di lingkup pemerintahan, Syafruddin Prawiranegara juga dikenal sebagai sosok yang mencetuskan adanya Oeang Republik Indonesia (ORI), yang menjadi cikal bakal mata uang rupiah.

19. Rasimah Ismail

Rasimah Ismail lahir di Jambu Air, Bukittinggi, 1911.

Rasimah Ismail adalah pahlawan nasional dan pahlawan wanita asal Sumatera Barat.

Ia merupakan teman seperjuangan Hj. Rangkayo Rasuna Said, yang juga seorang pejuang dan pahlawan nasional Indonesia.

Karena perlawanannya yang gigih terhadap kolonialis Belanda, mereka berdua kemudian dibuang ke Semarang pada 9 Juni 1933.

Sembari menaiki kapal api SS van Linskhoten dari pelabuhan Emma Haven yang sekarang bernama Pelabuhan Teluk Bayur, Padang.

Kepergian gadis remaja pejuang yang sama-sama berumur sekitar 22 tahun ketika itu dilepas oleh ribuan orang pendukungnya yang berdatangan dari berbagai wilayah di Minangkabau.

20. Sulaiman Labai

Sulaiman Labai adalah seorang pejuang asal Sumatera Barat dan saudagar/pengusaha Indonesia.

Ia merupakan pendiri Sarekat Islam cabang Silungkang, Sumatra Barat, pada tahun 1915.

Ia juga seorang tokoh yang mempelopori perlawanan terhadap peraturan-peraturan pemerintah Hindia Belanda yang melarang pengangkutan beras.  

Sumber: Tribun Padang
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved