Daftar 20 Pahlawan Nasional dan Pejuang Asal Sumatera Barat

Pahlawan dan pejuang asal Sumatera Barat di antaranya: Tan Malaka, Agus Salim, Muhammad Hatta dan Rasuna Said.

Tayang:
Penulis: Alif Ilham Fajriadi | Editor: alifIlhamfajriadi
TribunPadang.com/Muhammad Fuadi Zikri
Tugu Pahlawan Tak Dikenal di Jalan Khatib Sulaiman, Kelurahan Aur Tajungkang Tengah Sawah, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi. Banyak pahlawan asal Sumatera Barat yang berjuang untuk kemerdekaan dan kemajuan Indonesia. Di antara pejuang asal Sumatera Barat itu, terdapat nama-nama besar seperti: Tan Malaka, Muhammad Hatta dan Agus Salim. 

TRIBUNPADANG.COM, SUMBAR - Banyak pahlawan asal Sumatera Barat yang berjuang untuk kemerdekaan dan kemajuan Indonesia.

Di antara pejuang asal Sumatera Barat itu, terdapat nama-nama besar seperti: Tan Malaka, Muhammad Hatta dan Agus Salim.

Sebenarnya banyak pejuang asal Sumatera Barat yang sudah ditetapkan menjadi pahlawan nasional

Hingga kini, setidaknya sudah ada 20 pahlawan asal Sumatera Barat yang ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.

Siapa saja ke 20 pahlawan asal Sumatera Barat itu? Berikut telah dirangkum oleh TribunPadang.com.

Baca juga: Mengenal Sosok Pahlawan Nasional Bagindo Aziz Chan Pernah Menjadi Walikota Padang

1. Tan Malaka

Bernama lengkap Ibrahim Datuk Tan Malaka. Pahlawan Nasional asal Sumatera Barat ini lahir di Nagari Pandam Gadang, Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

Tan Malaka lahir pada 2 Juni 1897.

Tan Malaka wafat di umur ke 51 tahun pada 21 Februari 1949.

Tan Malaka ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional di masa Presiden Sukarno melalui Keppres Nomor 53 Tahun 1963 tanggal 28 Maret 1963.

Baca juga: Napak Tilas Bagindo Aziz Chan: Menguak Tabir Atas Gugurnya, Seorang Pejuang Bangsa di Kota Padang

2. Sutan Sjahrir

Lahir di Padang Panjang pada 5 Maret 1909, ayahnya keturunan Koto Gadang dan ibunya seorang bangsawan Melayu keturunan Minang.

Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 9 April 1966 oleh Presiden Sukarno melalui Keppres No.76 Tahun 1966.

3. H. Agus Salim

Haji Agus Salim lahir di Koto Gadang, Agam, Sumatera Barat pada 8 Oktober 1884.

Baca juga: Berikut 5 Rekomendasi Tempat Wisata Sejarah di Kota Padang

Haji Agus Salim wafat pada 4 November 1954, dan Presiden Sukarno menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional sejak 27 Desember 1961 melalui Keppres Nomor 657 Tahun 1961.

Haji Agus Salim mampu menguasai 7 bahasa asing dan terlibat aktif dalam diplomasi kedaulatan RI di awal kemerdekaan.

Hal itu dibuktikan dengan dipilihnya Haji Agus Salim menjadi Menteri Luas Negeri RI kala itu.

4. Muhammad Hatta

Dilahirkan di Bukittinggi pada 12 Agustus 1902 dan wafat di Jakarta pada 14 Maret 1980. Muhammad Hatta juga ditetapkan menjadi Wakil Presiden RI pertama pada masa Presiden Sukarno.

Baca juga: Melihat Sumur Lama Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta Bukittinggi, Masih Asli & Ada hingga Sekarang

Bung Hatta adalah pejuang kemerdekaan Indonesia, sekaligus konseptor Pancasila dan UUD 1945 bersama Bung Karno.

Bung Hatta ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden SBY melalui Keppres Nomor 84/TK/Tahun 2012 tanggal 7 November 2012.

5. Abdul Muis

Abdul Muis lahir di Sungai Pua, Agam, pada 3 Juli 1883. Abdul Muis adalah pahlawan nasional pertama yang dikukuhkan pemerintah Republik Indonesia.

Presiden Sukarno menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional pada 30 Agustus 1959 melalui Keppres No 218 Tahun 1959.

6. Tuanku Imam Bonjol

Tuanku Imam Bonjol lahir di Bonjol, Pasaman, pada 1772.

Tuanku Imam adalah salah seorang pimpinan Pasukan Padri melawan tentara Belanda dan tergabung juga untuk menjadi pejuang asal Sumatera Barat.

Di bawah kepemimpinannya kaum Padri berdamai dengan kaum adat dan kemudian bersama menghadapi Belanda.

Tuanku Imam Bonjol wafat pada 6 November 1864.

Tuanku Imam Bonjol diangkat sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Soeharto berdasarkan Keppres Nomor 087/TK/Tahun 1973, tanggal 6 November 1973.

7. Muhammad Yamin

Muhammad Yamin lahir di Talawi, Sawahlunto pada 23 Agustus 1903. Di awal merdeka sempat menjadi menteri di beberapa departemen.

Yamin wafat di Jakarta pada 17 Oktober 1962. Ia diangkat sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Soeharto pada 6 November 1973 melalui Keppres Nompor 088/TK/Tahun 1973.

8. Adnan Kapau Gani

Adnan Kapau Gani Lahir di Palembayan, Agam, Sumatera Barat.

AK Gani adalah seorang dokter, politisi dan tokoh militer.

Ia pernah menjadi menteri, wakil perdana menteri hingga jadi gubernur di Sumatra Selatan.

Berjuang sejak zaman Hindia Belanda, masuk tahanan di masa Jepang, saat perang kemerdekaan, ia banyak membantu perlengkapan militer melalui penyelundupan dari Singapura.

Karena perjuangannya itu juga, AK Gani bisa disebut sebagai pejuang asal Sumatera Barat.

AK Gani ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2007 melalui Keppres No . 066 /TK/ Tahun 2007 Tanggal 6 November 2007.

9. Mohammad Natsir

Mohammad Natsir Dt Sinaro Panjang lahir di Alahan Panjang, Solok dari orang tua asal Maninjau, Agam.

Ayahnya Idris Sutan Saripado, pegawai pemerintah sempat bertugas di Alahan Panjang dan ibunya, Khadijah.

Natsir pernah menjadi menteri penerangan. Saat memimpin Masyumi di parlemen RIS, Natsir melontarkan mosi kembali ke negara kesatuan.

Mosi Integral Natsir itu akhirnya diikuti parlemen dan semua negara bagian sehingga RIS bubar.

Pada 6 Novemver 2008, Presiden SBY menetapkan Natsir sebagai Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 041/TK/TH.2008.

10. Buya Hamka

Prof. Dr. Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka) lahir di Nagari Sungai Batang, tepi Danau Maninjau, Agam pada 17 Februari 1908.

Buya Hamka adalah ulama besar, pendidik, sastrawan dan pejuang kemerdekaan.

Hamka adalah putra ulama besar Minangkabau Syekh Dr. Abdul Karim Amrullah.

Selama hidup ia menulis 94 buku, termasuk Tafsir Al Azhar.

Pada 2011, Presiden SBY mengangkat Buya Hamka sebagai Pahlawan Nasional, antara lain karena jasanya selama perang kemerdekaan melalui Keppres No. 113/TK/2011, tanggal 7 November 2011.

11. Ruhana Kuddus

Ruhana Kuddus, lahir di Koto Gadang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada 20 Desember 1884.

Ruhana merupakan kakak satu ayah Sutan Sjahrir, yang juga pejuang asal Sumatera Barat.

Ruhana adalah pahlawan wanita asal Sumatera Barat, sekaligus wartawati pertama Indonesia dan pendiri Surat Kabar Soenting Melajoe.

Ruhana aktif meningkatkan pendidikan dan keterampilan kaum perempuan dengan mendirikan sekolah Kerajinan Amai Setia (KAS) di Koto Gadang.

Ruhana wafat di Jakarta pada 17 Agustus 1972. Ruhana Kuddus ditetapkan Presiden Joko Widodo sebagai Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 120/TK Tahun 2019 tanggal 7 November 2019.

12. Rasuna Said

Rangkayo Hj. Rasuna Said lahir di Maninjau pada 14 September 1910.

Rasuna adalah pendidik, tokoh politik, pejuang emansipasi sejak zaman Hindia Belanda.

Rasuna Said adalah salah satu pendiri Persatuan Muslimin Indonesia (Permi).

Di awal kemerdekaan, Rasuda said mewakili Sumatera Barat di KNIP, sekaligus menjadi pahlawan wanita asal Sumatera Barat

Pada masa perang kemerdekaan, ia terlibat di Front Pertahanan Nasional. Rasuna Said wafat di Jakarta pada 2 November 1965.

Rasuna Said diangkat jadi Pahlawan Nasional oleh Presiden Soeharto melalui Keputusan Presiden No. 084/TK/Tahun 1974 Tanggal 13 Desember 1974.

13. Ilyas Ya’kub

H. Ilyas Ya’kub (juga ditulis Ilyas Yacoub) lahir di Asam Kumbang, Bayang, Pesisir Selatan, pada 14 Juni 1903.

Ia adalah salah seorang pendiri Persatuan Muslim Indonesia (Permi) yang berjuang menentang politik kolonial Pemerintah Hindia Belanda, sampai dibuang ke Digul hingga Australia.

Ilyas Yacoub ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh Presiden BJ Habibie melalui Keputusan Presiden No. 074/TK/1999 tanggal 13 Agustus 1999.

14. Hazairin

Prof. Dr. Hazairin lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat pada 28 November 1906.

Hazairin anak dari pasangan Zakaria Bahri asal Bengkulu dan Aminah (asli Minangkabau).

Ia adalah pakar hukum adat dan pernah menjabat menteri dalam negeri dalam Kabinet Ali Sastroamidjojo.

Hazairin kemudian menjadi Guru Besar Hukum Adat dan Hukum Islam di Universitas Indonesia dan sejumlah perguruan tinggi. Hazairin wafat di Jakarta pada 11 Desember 1975.

Ia dianugerahi Pahlawan Nasional oleh Presiden BJ Habibie melalui Keppres No. 74/TK/1999 tanggal 13 Agustus 1999.

15. Bagindo Aziz Chan

Bagindo Aziz Chan lahir di Padang pada 30 September 1910. Ia adalah wali kota Padang di masa perjuangan.

Diangkat jadi wali kota pada 15 Agustus 1946, setelah sebelumnya menjadi wakil wali kota.

Bagindo Aziz Chan gugur pada 19 Juli 1947 ditembak tentara Belanda, jelang Agresi Militer I.

Karena perjuangannya itu juga, Bagindo Aziz Chan disebut sebagai pejuang asal Sumatera Barat.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional pada 2005 atas jasa-jasanya selama perjuangan, melalui Keppres No. 82/TK/2005, 7 November 2005.

16. Usmar Ismail

Usmar Ismail lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat pada 20 Maret 1921, atau sekitar seabad yang lalu.

Ia adalah tokoh ketiga kelahiran Bukittinggi yang diangkat sebagai Pahlawan Nasional setelah Bung Hatta dan Prof. Hazairin.

Film sebenarnya hanya salah satu kiprah Usmar Ismail. Ia adalah tokoh yang hampir lengkap. Usmar juga adalah seorang sastrawan, tokoh teater, wartawan, pejuang asal Sumatera Barat berpangkat mayor dan pernah juga duduk di lembaga legislatif.

Lahir di Bukittinggi, Usmar masuk sekolah rendah dan kemudian HIS di Batusangkar. Ia kemudian melanjutkan ke MULO di Padang. Di MULO ini Rosihan mulai bersahabat dengan Usmar.

Keduanya, sama-sama melanjutkan sekolah ke Algemeen Midelbare School (AMS) di Yogyakarta. Saat belajar di sekolah ini, Usmar menyutradarai teater pertama kali.

17. Abdul Halim

Abdul Halim dilahirkan di Bukittinggi pada tanggal 27 Desember 1911, orang tuanya berasal dari Banuhampu, Agam.

Mereka bernama Achmad Sutan Iyus dan Darama. Abdul Halim adalah Perdana Menteri Indonesia pada zaman Republik Indonesia Serikat.

Abdul Halim menempuh pendidikan sampai Geneeskundige Hooge School atau Sekolah Kedokteran (Fakultas Kedokteran UI) berkat bantuan sepupu ibunya yang bekerja di Bataafsche Petroleum Maatschappij (Pertamina).

Sebelum menjadi Perdana Menteri, Abdul Halim juga pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

Dengan banyaknya dedikasi yang diberikan oleh Abdul Halim ini, ia juga bisa disebut sebagai pejuang asal Sumatera Barat.

18. Syafruddin Prawiranegara

Syafruddin Prawiranegara lahir di Serang, Banten, pada 28 Februari 1911.

Syafruddin Prawiranegara adalah seorang pejuang asal Sumatera Barat yang pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan, Wakil Perdana Menteri RI, dan Gubernur Bank Indonesia Pertama.

Ia juga pernah ditunjuk untuk menjabat pimpinan PDRI (Pemerintahan Darurat Republik Indonesia), ketika Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta diasingkan oleh Belanda ke Pulau Bangka.

Di lingkup pemerintahan, Syafruddin Prawiranegara juga dikenal sebagai sosok yang mencetuskan adanya Oeang Republik Indonesia (ORI), yang menjadi cikal bakal mata uang rupiah.

19. Rasimah Ismail

Rasimah Ismail lahir di Jambu Air, Bukittinggi, 1911.

Rasimah Ismail adalah pahlawan nasional dan pahlawan wanita asal Sumatera Barat.

Ia merupakan teman seperjuangan Hj. Rangkayo Rasuna Said, yang juga seorang pejuang dan pahlawan nasional Indonesia.

Karena perlawanannya yang gigih terhadap kolonialis Belanda, mereka berdua kemudian dibuang ke Semarang pada 9 Juni 1933.

Sembari menaiki kapal api SS van Linskhoten dari pelabuhan Emma Haven yang sekarang bernama Pelabuhan Teluk Bayur, Padang.

Kepergian gadis remaja pejuang yang sama-sama berumur sekitar 22 tahun ketika itu dilepas oleh ribuan orang pendukungnya yang berdatangan dari berbagai wilayah di Minangkabau.

20. Sulaiman Labai

Sulaiman Labai adalah seorang pejuang asal Sumatera Barat dan saudagar/pengusaha Indonesia.

Ia merupakan pendiri Sarekat Islam cabang Silungkang, Sumatra Barat, pada tahun 1915.

Ia juga seorang tokoh yang mempelopori perlawanan terhadap peraturan-peraturan pemerintah Hindia Belanda yang melarang pengangkutan beras.  

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved