23 Tahun Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet: Nilai-nilai Kebudayaan Mentawai Tidak Pernah Berubah

Hari ini Kepulauan Mentawai genap berusia 23 tahun. Mantan Bupati Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet menilai, tidak ada yang berubah pada nilai-ni..

Penulis: Wahyu Bahar | Editor: Muhammad Fuadi Zikri
TribunPadang.com/Wahyu Bahar
Mantan Bupati Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet (kanan) saat ditemui TribunPadang.com, Senin (1/8/2022) lalu. Yudas menilai tidak ada yang berubah dari kebudayaan Mentawai. 

TRIBUNPADANG.COM, MENTAWAI - Mantan Bupati Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet menilai, tidak ada yang berubah pada nilai-nilai kebudayaan di Mentawai.

Hingga saat ini, kata Yudas, masyarakat Mentawai masih merawat nilai-nilai kebudayaan asli Mentawai.

Walakin, ia tak menampik ada perubahan-perubahan kecil pada aspek kebudayaan di Mentawai.

"Paling yang berubah kulitnya saja, atau covernya, bukan nilai-nilainya," kata Yudas kepada TribunPadang.com, Selasa (4/10/2022).

Baca juga: 23 Tahun Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet: Dulu Tidak Ada Apa-apanya di Mentawai

Baca juga: HUT ke-23 Kepulauan Mentawai, Ketua FORMMA: Budaya dan Hak Masyarakat Harus Diakomodir

Menurutnya lagi, yang terjadi hanya perubahan kecil, melainkan bukan perubahan pada nilai-nilai yang terkandung dalam kebudayaan asli Mentawai.

Salah satu faktor penyebab adanya sedikit perubahan itu, menurut Yudas ialah perkembangan pariwisata.

"Namun bukan hanya soal pariwisata yang membuat perubahan, tapi juga dipengaruhi oleh perkembangan keterbukaan teknologi informasi," ujar Yudas.

Elemen masyarakat Mentawai, lanjut Yudas mesti terus berjuang mempertahankan kebudayaan asli Mentawai.

"Yang kita perjuangkan saat ini, walaupun kulitnya berubah tapi konteks kebudayaan itu tidak berubah, nilai-nilai kebudayaan itu tidak berubah," kata Mantan Bupati Mentawai dua periode ini.

Baginya, secara nilai, masyarakat Mentawai masih mempertahankan nilai-nilai asli yang dianut.

Adapun kata dia, problema bagi Mentawai hari ini ialah mengenai aktualisasi kebudayaan itu sendiri.

Menurut Yudas, UU Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Nomor 17 Tahun 2022 belum mengakomodir karakteristik kebudayaan Mentawai.

Ia seiring sejalan dengan elemen masyarakat yang menyuarakan aspirasi perihal dugaan diskriminasi pada UU Nomor 17 Tahun 2022.

"Sekarang lagi proses Judicial review (JR) ke MK, perkembangannya kita lihat dulu, yang jelas UU itu secara keberadaan kami di Mentawai dalam konteks karakteristik kebudayaan belum tercover dalam UU itu," tambah Yudas.

Halaman
12
Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved